Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
STRES KERJA DAN PERAN KONSELOR DALAM MENGATASINYA - Coggle Diagram
STRES KERJA DAN PERAN KONSELOR DALAM MENGATASINYA
Pengertian Stres Kerja
Stres kerja adalah tekanan psikologis yang muncul akibat tuntutan pekerjaan yang tidak seimbang dengan kapasitas individu.
Menurut Robbins & Judge (2017), stres kerja terjadi ketika individu mengalami ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuannya untuk menghadapinya.
Gejala Stres Kerja
a. Gejala Fisik:
Sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur.
Peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Masalah pencernaan dan nyeri otot.
b. Gejala Emosional:
Mudah marah, cemas, atau frustrasi.
Menurunnya motivasi dan kepuasan kerja.
Perasaan putus asa atau depresi.
c. Gejala Kognitif:
Kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.
Munculnya pikiran negatif tentang pekerjaan.
Kehilangan kreativitas dalam bekerja.
d. Gejala Perilaku:
Meningkatnya ketidakhadiran dan keterlambatan kerja.
Penurunan produktivitas dan kinerja.
Penyalahgunaan zat seperti alkohol atau obat-obatan.
Sumber Stres Kerja
a. Faktor Lingkungan:
Ketidakstabilan ekonomi yang memengaruhi rasa aman dalam pekerjaan.
Kemajuan teknologi yang menuntut adaptasi cepat.
b. Faktor Organisasi:
Beban kerja yang berlebihan dan tenggat waktu ketat.
Kurangnya dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja.
Konflik peran dan ketidakjelasan tugas.
c. Faktor Individu:
Kebutuhan untuk mencapai kesuksesan yang berlebihan.
Kurangnya keterampilan manajemen stres.
Masalah pribadi yang berdampak pada pekerjaan.
Pendekatan Pribadi dalam Mengelola Sumber Stres Kerja
a. Manajemen Waktu yang Baik
Menetapkan prioritas kerja dengan metode seperti Eisenhower Matrix.
Menghindari prokrastinasi dan belajar mengatakan "tidak" jika tugas berlebihan.
b. Teknik Relaksasi dan Mindfulness
Meditasi dan pernapasan dalam untuk mengurangi ketegangan.
Olahraga rutin untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental.
c. Penguatan Diri dan Dukungan Sosial
Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja untuk mengurangi stres sosial.
Meningkatkan keterampilan coping melalui pelatihan atau konseling pribadi.
Pendekatan Organisasi dalam Mengelola Stres Kerja
a. Pengaturan Beban Kerja
Menyesuaikan tugas sesuai dengan kapasitas karyawan.
Memberikan fleksibilitas kerja seperti sistem work from home.
b. Meningkatkan Dukungan Organisasi
Membangun komunikasi terbuka antara karyawan dan manajemen.
Menerapkan program kesejahteraan karyawan seperti konseling psikologis.
c. Peningkatan Lingkungan Kerja
Menyediakan ruang kerja yang nyaman dan ergonomis.
Memberikan penghargaan dan insentif sebagai bentuk apresiasi.
Peran Konselor dalam Mengatasi Stres Kerja
a. Memberikan Konseling Individual
Membantu karyawan memahami sumber stres dan strategi mengatasinya.
Menerapkan terapi kognitif-behavioral (CBT) untuk mengubah pola pikir negatif.
b. Mengadakan Pelatihan Manajemen Stres
Workshop tentang pengelolaan waktu dan teknik relaksasi.
Pelatihan komunikasi efektif untuk mengurangi konflik kerja.
c. Membangun Sistem Dukungan di Tempat Kerja
Mendorong budaya kerja yang sehat dan kolaboratif.
Menyediakan layanan Employee Assistance Program (EAP) untuk karyawan yang membutuhkan bantuan psikologis.