Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Alergi dan Pseudoalergi, Pemberian subkutan, dihindari pada syok…
Alergi dan Pseudoalergi
Penggolongan obat
Simpatomimetik
-
Contoh
Epinefrin
-
-
ESO
UMUM
-
Dermatologis : berkeringat, kulit pucat
GI : nyeri perut, mual dan muntah, gusi sakit, dan iritasi tenggorokan
Neurologic : asthenia, pusing, kesemutan, tremor
Respiratory : kesulitan bernapas, hidung tersumbat
Psikiatri : anxiety, khawatir
SERIUS
Cardiovascular : gangguan irama jantung, hipertensi
-
-
-
-
Antihistamin
Mekanisme
Direct Acting
Mengganggu kerja histamin di reseptor H1 pada neuron sensorik → menurunkan regulasi inflamasi alergi (stimulasi gatal)
Mengganggu kerja histamin di reseptor H1 pada pembuluh darah kecil → menurunkan permeabilitas vaskular dan vasodilatasi
-
GEN 1
-
Kurang selektif → dapat menyerang reseptor adrenergik, kolinergik, dll→ efek samping lebih banyak
Diphenhydramine HCl
DOSIS
-
Oral
-
Anak-anak : 12.5-25 mg, 3-4 kali sehari (maksimal 300 mg/hari) ATAU 5 mg/kgBB/hari
Cairan injeksi
Dewasa : 10-50 mg IV/IM; dosis dapat dinaikkan menjadi 100 mg/dosis jika dibutuhkan, maksimal 400 mg/hari
-
ESO
-
Neurologis: Pusing, Diskinesia, Sedasi
-
pernafasan: Mukosa hidung kering, Kekeringan faring, Dahak kental, Bronkial
-
Cetrizine
-
ESO
-
Neurologis: Sakit kepala (Dewasa, kurang dari 1%; Pediatrik, 2% atau lebih), Sedasi, Somnolen (2% atau lebih besar)
Vasopressor
Mekanisme aksi
Dopamin merupakan prekursor norepinefrin dan epinefrin. Dopamin bekerja secara dose-dependent pada reseptor dopaminergik dan reseptor α dan β
-
-
DOPAMIN
DOSIS
Injeksi ampule
Dosis awal 2 hingga 5 mcg/kg/menit IV infusion, ditingkatkan secara bertahap hingga 5-10 mcg/kg/menit sesuai kebutuhan hingga maksimum 50 mcg/kg/menit
ESO
cardiovaskular: nyeri dada, hipertesi, takiaritmia
-
-
-
β2 Agonist
-
Salbutamol
DOSIS
Dewasa
-
sistemik:
Sirup: 2-4 mg 3-4 kali sehari dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga maksimal 8 mg 4 kali sehari
Tablet : 8 mg setiap 12 jam dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga maksimal 16 mg setiap 12 jam
Anak anak
Sistemik
Sirup (umur 2-5 tahun): 0.1 mg/kg 3 kali sehari dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga maksimal 4 mg 3 kali sehari
Sirup (umur 6-14 tahun): 2 mg 3-4 kali sehari dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga maksimal 24 mg sehari dalam dosis terbagi
Tablet ER (umur 6-12 tahun): 4 mg setiap 12 jam dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga maksimal 12 mg setiap 12 jam
ESO
Umum
-
Gl : Mual, muntah, faringitis
-
Neurologis: Nervous, sakit kepala, sakit kepala sinus, tremor
-
Kortikosteroid
-
Hidrokortison
Dosis
-
• Intravena, dosis inisial 100 mg, dapat dinaikkan hingga 500 mg;
• dapat diulang dengan rentang waktu 2, 4, atau 6 jam sekali berdasarkan respon dan kondisi klinis pasien.
ESO
Tekanan darah meningkat, retensi cairan tubuh, gangguan toleransi glukosa,
-
Metilxantin
-
Metilxantin merupakan obat dengan fungsi bronkodilator.
Contoh obat: Teofilin, Theobromin, Kafein
-
TEOFILIN
Dosis
Oral Dewasa: 130-150 mg, jika diperlukan dapat dinaikkan menjadi 2 kalinya.
Oral Anak: 6-12 tahun: 65-150 mg, kurang dari 1 tahun: 65-75 mg, 3-4 kali sehari sesudah makan.
Oral Anak: 6-12 tahun: 65-150 mg, kurang dari 1 tahun: 65-75 mg, 3-4 kali sehari sesudah makan.
ESO
Efek samping umum: mual dan muntah, sakit kepala, insomnia, tremor
Efek samping serius: takiaritmia, Stevens-Johnson syndrome, kejang
ALGORITMA TERAPI
NASIONAL
ELEVASI
-
Posisi trendelenburg/berbaring dengan kedua tungkai diangkat akan membantu menaikkan venous return sehingga tekanan darah ikut meningkat.
-
-
INTERNASIONAL
Langkah awal penanganan : ABCDE
(airway, breathing, circulation, disability,
-
-
-
MEKANISME REAKSI
TIPE 1
Mekanisme
-
Sel TH2 mensekresikan IL-4, IL-5, IL-13 untuk merangsang limfosit B agar berubah menjadi sel plasma yang menghasilkan IgE
IgE yang spesifik terhadap alergen berikatan dengan sel mast. Sel mast menjadi sensitif terhadap alergen tersebut
Ketika terjadi paparan ulang, sel mast langsung mengenali alergen dan mensekresikan mediator inflamasi.
-
TIPE 3
Reaksi inflamasi: Deposit kompleks imun mengaktifkan sistem komplemen yg mencetuskan inflamasi dan menarik neutrofil yang melepaskan enzim protease yg menyebabkan kerusakan jaringan lokal.
Deposisi kompleks imun (pengendapan) → kompleks imun mengendap di dinding pembuluh darah. Kompleks imun berkumpul terutama pada pembuluh darah yang bekerja memfiltrasi darah, seperti glomerulus ginjal dan sinovial sendi.
-
-
Pemberian subkutan, dihindari pada syok anafilaktik karena efeknya lambat akibat vasokonstriksi pada kulit (absorbsi obat tidak terjadi)
-
-
-
-
-