Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Haidku tidak teratur, Athallah Noufal Mubarak
(2206046986) - Coggle…
Haidku tidak teratur
-
Fisiologi menstruasi
-
-
Prostaglandin→ vasokonstriksi dari pembuluh darah endometrium→ ketersediaan oksigen bagi jaringan→ iskemik dan nekrosis
-
Penurunan estrogen dan progesteron→ Menghilangkan feedback negatif→ ↑FSH dan LH→ memulai fase folikuler→ ↑Estrogen
Estrogen→ berproliferasi memperbaiki lapisan yang telah luruh→ sel epitel, kelenjar, dan pembuluh darah
-
-
Progesteron→ meningkatkan pertumbuhan endometrium, aktivasi kelenjar→ mensekresikan glikogen→ nutrisi
-
-
Kadar estrogen dan progesteron yang dipertahankan tinggi→ mencegah menstruasi→ amenorrhea fisiologis
-
Amenore sekunder
Definisi
terhentinya menstruasi selama 3 bulan atau mengalami siklus haid kurang dari 9 kali dalam setahun atau lebih dari 6 bulan pada siklus yang sebelumnya tidak teratur
Etiologi
Hormonal
Gangguan fungsi ovarium → Ovarium tidak bekerja dengan baik atau berhenti berfungsi sebelum usia 40 tahun.
-
-
• Gangguan bawaan: Mutasi genetik (KAL1, FGF8) → Produksi GnRH rendah → LH & FSH rendah → Amenorea, payudara tidak berkembang.
-
-
-
-
• Kerusakan struktural: Tumor, cedera kepala, infeksi, autoimun, efek radiasi.
• Ovarium tidak distimulasi dengan baik → Gangguan perkembangan sel telur → Amenorea (haid tidak terjadi).
Gangguan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari, menyebabkan produksi LH & FSH rendah.
Ovarium tidak distimulasi dengan baik → Gangguan perkembangan sel telur → Amenorea.
Epidemiologi
-
Terjadi pada 3–4% wanita usia reproduktif (tidak termasuk kehamilan, menyusui, atau menopause).
-
Gangguan hipotalamus (stres, olahraga berlebihan, gangguan makan) → 10–40% kasus.
-
-
Pemeriksaan penunjang
-
-
-
Tes urine (test pack): mudah, ideal dengan urine pagi untuk hasil akurat.
-
Hasil positif: Beta-HCG > 5 mlU/mL; jika < 5 mlU/mL, lanjutkan pemeriksaan lain.
Pemeriksaan Kadar FSH, LH, TSH, dan Prolaktin
Diambil dari darah (serum), tanpa perlu puasa.
-
Faktor yang memengaruhi kadar hormon: stres, aktivitas berat, obat-obatan tertentu.
-
-
-
Anatomi organ reproduksi
-
• Labia majora: Lipatan kulit luar, melindungi organ dalam.
• Labia minora: Lipatan kulit bagian dalam, lebih tipis.
• Klitoris: Organ kecil, sangat sensitif, berperan dalam rangsangan seksual.
• Vestibulum: Area antara labia minora, mencakup lubang uretra dan vagina.
-
• Vagina: Saluran elastis, tempat hubungan seksual, jalan lahir, dan keluarnya darah menstruasi.
• Serviks (Leher Rahim): Bagian bawah rahim, mengandung lendir untuk membantu atau menghambat sperma masuk.
-
• Tuba Falopi (Saluran Telur): Tempat bertemunya sel telur dan sperma, jalur sel telur ke rahim.
-
-
Anamnesis
-
-
-
Pola menstruasi: Kapan menarche terjadi, menstruasi terakhir
Karakteristik menstruasi: frekuensi, durasi, jumlah aliran, dan keteraturan.
-
Penyakit kronis, metabolik, atau endokrin.
Terapi radiasi, kemoterapi, konsumsi obat yang menyebabkan hiperprolaktinemia.
-
-
-
-
Pola makan, asupan nutrisi, gangguan makan.
-
-
-
Aktivitas seksual, tanda kehamilan (mual, muntah, lelah, nyeri payudara).
-
-
Pf genitalia
• Inspeksi & Palpasi → Pubis, selangkangan, genitalia eksternal.
• Kulit & Rambut → Lesi, folikulitis, kutu kemaluan, eritema, pigmentasi, kutil, luka, tumor.
• Vulva → Clitoral hood (mudah digerakkan), meatus uretra (lesi), labia (warna, tekstur, anatomi).
• Kelainan Struktural → Episiotomi, mutilasi genital.
- Pemeriksaan Internal (Bimanual)
• Teknik → Dua jari di vagina, tangan lain menekan perut bawah.
• Menilai → Vagina, serviks, uterus (ukuran, posisi, konsistensi, mobilitas), ovarium (jika teraba), tuba falopi (jika ada massa).
• Posisi Uterus → Anteversi (normal), bisa retroversi, antefleksi, retrofleksi.
-
-
-
Tatalaksana amenore
Farmakologi
Hipoestrogenik
-
-
-
-
-
EF: mulut kering, fatigue, vertigo, berkeringat
-
-
-
-
0,625-1,25 mg secara oral selama satu siklus (25 hari)
-
-
-
PCOS
-
-
-
-
EF: mual, muntah, diare, dan lainnya
-
-
-
EF: peningkatan berat badan, edema, dan lainnya
Hiperprolaktinemia
-
-
-
-
-
2,5 mg beberapa kali per hari (2 hingga 3 kali) secara oral
-
0,25 mg hanya diberikan sebanyak dua kali per minggu secara oral.
-
ES: hipotensi, mual, konstipasi,
-
-
-