Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Fungsi Kognisi Manusia, Kelompok 10: Adinda Nazla Moyra 113241246 …
Fungsi Kognisi
Manusia
Fungsi Eksekutif
Memiliki peran metakognitif, pengawasan, atau pengendalian. Fungsi eksekutif berasosiasi dengan prefrontal cortex dari lobus frontal
Anatomi prefrontal cortex (PFC)
Prefrontal cortex terletak di tiga permukaan kortikal.
Permukaan Lateral
terletak di depan (
anterior
) dari area pramotor (area 6 Brodmann) dan ruang mata frontal(area 8 Brodmann)
Permukaan Medial
terletak antara dua hemisfer, di depan
corpus callosum
dan
anterior cingulate cortex
.
Permukaan Orbital
Terletak di atas ceruk mata dan ruang di atas hidung (
nasal cavity
).
Bagian-bagian utama PFC yang berkaitan dengan fungsi eksekutif
Dorsolateral Prefrontal Cortex (DLPFC)
Bertanggung jawab atas memori kerja, perencanaan strategis, dan fleksibilitas kognitif.
Ventromedial Prefrontal Cortex (VMPFC)
Berperan dalam regulasi emosi dan pengambilan keputusan berbasis pengalaman emosional.
Orbitofrontal Cortex (OFC)
Mengatur pengendalian impuls dan penyesuaian perilaku berdasarkan konsekuensi yang diantisipasi.
Anterior Cingulate Cortex (ACC)
Bertanggung jawab atas monitoring kesalahan, deteksi konflik, dan pengaturan respons terhadap kesalahan.
Working Memory
Memori jangka pendek yang memungkinkan manipulasi informasi untuk berpikir, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Berperan dalam aktivitas sehari-hari seperti membaca, berhitung, dan mengikuti percakapan
PFC menjaga informasi tetap aktif dan/atau memanipulasinya selama digunakan.
Kerusakan pada prefrontal cortex dapat menyebabkan gangguan dalam pengendalian perhatian dan organisasi informasi
Komponen Utama
Ventrolateral Prefrontal
Dorsolateral Prefrontal
Central Executive
Phonological Loop
Visuospatial Sketchpad
Episodic Buffer
Pengaturan Tugas dan Pemecahan Masalah.
Pengaturan Tugas (Task Switching)
Kemampuan untuk berpindah dari satu tugas ke tugas lain dengan lancar.
Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Melibatkan kemampuan untuk menganalisis informasi, menyusun strategi, dan menemukan solusi.
Faktor yang Mempengaruhi Pengaturan Tugas dan Pemecahan Masalah
Pengalaman dan pembelajaran
Stres dan kelelahan
Gangguan neurologis
Memori
Menyimpan dan menggunakan perubahan pengalaman hasil belajar yang terjadi di jaringan saraf dalam otak.
Proses Memori
Retrieval
Pengaktifan ulang jaringan neural untuk mengakses informasi.
Rehearsal
Proses yang dapat menghasilkan perpindahan memori dari jangka pendek ke jangka panjang.
Storage
Penyimpanan informasi di otak saat koneksi antara jaringan neural dan pola aktivasinya.
Long-term potentiation
Peningkatan transmisi sinyal saraf akibat aktivasi berulang, memungkinkan pembelajaran.
LTP meningkatkan transmisi sinaptik, memudahkan pembentukan memori, dan mengubah jalur neural dalam perolehan memori.
Dua peristiwa utama dalam membentuk dasar pembelajaran:
Neuron pascasinaptik memicu action potential dan memungkinkan masuknya ion kalsium.
Glutamate berikatan dengan reseptor NMDA.
Aktivasi bersamaan neuron pra dan pascasinaptik penting untuk proses belajar dan memori.
Consolidation
Proses fisiologis di mana memori bertahan dari lupa, waktu, aktivasi neuron berulang, dan pembentukan informasi di otak.
Encoding
Konversi informasi menjadi sinyal fisiologis yang mengubah pola aktivasi otak.
Tempat Memori Disimpan
Amygdala
Memori emosional
Prefrontal Cortex
Pengetahuan prosedural, working memory dan rangkaian peristiwa
Hippocampus
Memori asosiatif dan pengetahuan tentang hubungan obyek dan tempat
Cerebellum
Memori implisit dan keterampilan sensorimotor
Striatum
Memori tentang hubungan antara stimulus dan respon serta terkait dengan habit learning
Istilah Memori
Long-term memory
Informasi yang tersimpan lama di otak dan dapat diakses kembali tanpa harus digunakan terus-menerus.
Implicit/ procedural memory
Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Short-term memory
Ingatan sementara yang ada di kesadaran untuk waktu singkat, biasanya melalui penggunaan segera dan berkelanjutan
Explicit/ declarative memory
Pengetahuan yang mudah disampaikan melalui kata, mencakup informasi tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Working Memory
Kemampuan menjaga memori yang relevan selama sedang mengerjakan tugas.
Bahasa
Anatomi
Prinsip literalisasi
Kanan
Menunjukkan aktivitas saat proses bahasa
Kiri
Berpengaruh dalam perolehan, pemahaman, dan produksi bahasa
Hemisfer kiri
dominan dalam produksi wicara, persepsi wicxara, dan memori bahasa
Wirnicke-Geschwind Model
Prinsip lokalisasi melihat fungsi dan proses bahasa
Hasil dari aktivitas struktur otak tertentu daripada aktivitas struktur satu hemisfer
Bahasa dipelajari, diproduksi, dan dipahami melalui sirkuit pada primary visual cortex, angular gyrus, primary auditory cortex, wernicke's area, arcuate fasciculus, broco'sarea, primary motor cortex
Menerapkan pemrosesan serial
Fungsi menurut Geschwind
Area Broca
pusat artikulasi
Area Wirnickle
pusat dari pemahaman
Primary motor cortex
mengendalikan otot artikulasi
Angular gyrus
menerjemahkan bentuk visual kata menjadi kode auditori
Primary visual cortex
memaknai kata tertulis
Arcuate fasciculus kiri
membawa sinyal antara area broca dan wernickle
Primary auditory cortex
memaknai kata yang diuacapkan
neurosains kognitif bahasa
Model Geschwind
studi kerusakan otak mempengaruhi fungsi kognitif
saat ini digantikan dengan neurosains kognitif
mengidentifikasi aktivitas fisiologis yang berhubungan dengan fenomena dimana diukur dengan teknikneuroimaging
pengolahan bahasa bersifat paralel kompleks, dan tersebar i tiap bagian otak
Atensi
Memaknai secara sadar sebagian kecil dari banyak stimuli yang menarik organ sensori dan mengabaikan stimuli lainnya
Karakteristik atensi selektif
Meningkatkan persepsi stimuli yang menjadi fokus perhatian
Menghalangi persepsi stimuli di luar fokus
Cara terjadi atensi selektif
Melalui mekanisme neural tingkat tinggi ke rendah (endogenous attention)
Oleh peristiwa Kognitif
Melalui mekanisme neural tingkat rendah ke tinggi (exogenous attention)
Oleh peristiwa Eksternal
Mekanisme neural atensi
Push pull mechanism
Memperkuat respon neural pada stimuli yang diamati dan melemahkan respon pada lainnya
Plastisitas neural
Terjadi perubahan lokasi dari bagian reseptif neuron visual ke bagian visual dari subyek yang diamati
Otak menerima banyak sekali informasi dari berbagai sumber (penglihatan, pendengaran, dsb).
Jika semua informasi ini diproses tanpa filter, bagian depan otak (prefrontal cortex/PFC) akan kewalahan.
Otak memiliki sistem yang bisa menekan atau menyaring informasi yang tidak diperlukan.
Jika kita ingin lebih fokus pada suara daripada penglihatan, misalnya, otak akan menghambat sinyal dari mata sehingga suara lebih dominan.
PFC bekerja sama dengan basal ganglia (BG) dan thalamic reticular nucleus (TRN) untuk mengontrol arus informasi ke otak.
Otak secara aktif memilih mana yang lebih penting untuk diperhatikan dan mengabaikan yang kurang relevan, sehingga kita bisa fokus dengan lebih baik.
Gangguan Membaca (Dyslexia)
Dyslexia bukan disebabkan oleh masalah pada penglihatan, motorik, atau kecerdasan. Gangguan ini terbagi menjadi dua jenis utama:
• Developmental Dyslexia – Muncul sejak anak mulai belajar membaca.
• Acquired Dyslexia – Terjadi akibat cedera otak pada individu yang sebelumnya sudah bisa membaca.
Penyebab dan Mekanisme Neural
• Sulit menentukan hubungan saraf spesifik yang menyebabkan dyslexia karena bentuk gangguan ini sangat beragam.
• Belum jelas apakah perbedaan otak pada penderita dyslexia merupakan penyebab atau akibat dari gangguan ini.
• Hasil fMRI menunjukkan aktivitas yang lebih rendah di korteks parietal dan occipito-temporal kiri, yang berkaitan dengan kendali kesesuaian kemampuan membaca.
• Dyslexia secara umum disebabkan oleh gangguan dalam pemrosesan fonologis, yaitu kesulitan dalam mengenali dan memahami suara dalam bahasa lisan.
Developmental Dyslexia dan Pengaruh Budaya
• Lebih banyak penutur bahasa Inggris yang didiagnosis dyslexia dibandingkan penutur bahasa Italia.
• Pemindai otak menunjukkan perbedaan aktivitas berdasarkan bahasa yang dibaca:
Penutur bahasa Italia: Aktivitas lebih banyak di lobus temporalis superior kiri
Penutur bahasa Inggris: Aktivitas lebih banyak di lobus frontalis dan temporalis inferior kiri.
• Namun, kedua kelompok tetap menunjukkan pola aktivitas yang sama di lobus temporalis posterior.
Neurosains Kognitif dari Deep dan Surface Dyslexia
Membaca melibatkan dua jalur utama:
• Jalur Leksikal
Berdasarkan ingatan kata
• Jalur Fonetik
Berdasarkan pengenalan dan pengucapan suara kata.
Terdapat dua jenis dyslexia akibat cedera otak:
• Surface Dyslexia
Gangguan pada jalur leksikal, tetapi masih bisa membaca menggunakan jalur fonetik.
• Deep Dyslexia
Gangguan pada jalur fonetik, tetapi masih bisa membaca menggunakan jalur leksikal.
Penelitian tentang Deep Dyslexia
• Gangguan pada prosedur fonetik berkaitan dengan kerusakan di lobus frontalis dan temporalis di hemisfer kiri.
• Ada dua teori utama tentang bagaimana kemampuan membaca melalui jalur leksikal tetap bertahan:
Didukung oleh area bahasa di hemisfer kiri yang masih berfungsi.
Didukung oleh aktivitas di hemisfer kanan.
Kelompok 10:
Adinda Nazla Moyra 113241246
Mahira Kamila Ramadhani 113241248 Ghalina Elyssia 113241254
Muhammad Fadhil 113241213
Muhammad Daffa A.R 113241272