Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KONFLIK SOSIAL - Coggle Diagram
KONFLIK SOSIAL
Teori Konflik
- Max Werber (1854-1920)
Konflik sosial tejadi karena berbagai macam tindakan individu yaitu: tindakan berdasarkan tujuan,berdasarkan nilai & moralitas, tindakan afektif yang dipengaruhi emosional & tindakan tradisional
- Lewis Coser (1913-2003)
Konsekuensi – konsekuensi terjaadinya konflik pada sebuah sistem sosial secara keseluruhan
- Georg Simmel (1858-1918)
Konflik merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang mendasar berkaitan dengan sikap bekerja sama dalam masyarakat
- Ralf Dahrendorf (1929)
konflik kelas dalam masyarakat industrial. Teori pemaksaan yang berasumsi bahwa di mana pun bisa terjadi perubahan sosial, konflik sosial, pemaksaan dan kontribusi tiap –tiap elemen itu terhadap perubahan dan disintegrasi masyarakat
- Karl Marx (1818-1883)
Adanya ketegangan antara kaum borjuis dengan kaum proletar mendorong terbentuknya gerakan sosial besar (revolusi).
- Randall Collins (1941)
Konflik merupakan proses sentral dalam kehidupan sosial. Oleh sebab itu konflik dianggap baik maupun buruk.
- Thomas Hobbes (1588-1679)
paham materialis bahwa manusia adalah semata – mata untuk memenuhi kepentingan egonya, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus)
-
Bentuk Konflik Sosial
Menurut Coser
- Konflik nonrealistik (konflik yang bukan berasal dari tujuan persaingan yang antagonis (berlawanan) melainkan dari kebutuhan pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contoh : sesorang dijadikan kambing hitam
- Konflik in group (konflik yang terjadi di dalam kelompoknya. Contoh : konflik antara ayah & ibu)
- Konflik realistis (konflik yang berasal dari kekecewaan individu/kelompok terhadap sistem & tuntutan (Demo kenaikan BBM)
- Konflik out group (konflik yang terjadi antar kelompok. Contohnya : Desa A dan DESA B
-
-
Definisi
Konflik adalah suatu “proses sosial “ di mana 2 org/2 kelompok orang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan/membuat tidak berdaya.
Menurut Soerjono Soekanto :
Konflik sosial : suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.