Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ELEMEN PSIKOSOSIOKULTURAL DALAM AGRESI - Coggle Diagram
ELEMEN PSIKOSOSIOKULTURAL DALAM AGRESI
Mass Media
Analisis Kognitif
Gambar kekerasan, baik nyata maupun fiksi, yang ditunjukkan kepada penonton bisa dipahami sebagai perilaku antisosial.
Rape Myths
Skema kognitif dapat berfungsi sebagai bias yang menyalahkan korban, meskipun fakta yang mendukung kurang ada.
Erotika dan Agresi
Respons erotik terhadap agresi bergantung pada jenis erotika yang dilihat; erotika tanpa kekerasan yang dapat membangkitkan gairah bisa memicu agresi melalui proses transfer eksitasi.
Definisi
Perilaku yang mengakibatkan cedera pribadi atau kehancuran properti (Bandura, 1973)
Perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti spesies lain yang sama (Scherer, Abeles, & Fischer, 1975)
Tindakan yang disengaja untuk melukai orang lain (Baron & Byrne, 2000)
Menyakiti orang lain dengan sengaja (Baron & Byrne, 2000)
Perilaku yang diarahkan kepada individu lain yang dilakukan dengan niat langsung (langsung) untuk menyakiti (Anderson & Huesmann, 2003)
Social Influence
Kriminalitas dan demografi
Stereotip terkait jenis kelamin, seperti asumsi bahwa pria lebih agresif dibanding wanita, dapat menimbulkan agresivitas pada pria.
Subkultur Kekerasan
Situasi dimana kekerasan dianggap menjadi bagian dari norma masyarakat serta diterima secara sosial.
Disadvantaged groups
Agresi dapat muncul akibat deprivasi aktif relatif, yaitu saat seorang individu membandingkan keadaan dirinya terhadap orang lain yang lebih berkeuntungan.
Teori
Agresi sebagai Perilaku Sosial yang Dipelajari
Hasil
Dari
Agresi
Seorang anak yang tindakan agresifnya berhasil mengintimidasi anak-anak lain kemungkinan akan menjadi semakin agresif (Patterson & lainnya, 1967).
Pembelajaran Observasional
Teori yang mempelajari perilaku sosial dengan mengamati dan meniru serta dengan diberi penghargaan dan hukuman.
Budaya
Keluarga
Teori agresi yang didasarkan pada insting dan frustrasi berasumsi bahwa dorongan permusuhan muncul dari emosi batin, yang secara alami "mendorong" agresi dari dalam.
Agresi sebagai Fenomena Biologis
Pengaruh Genetik.
Keturunan memengaruhi kepekaan sistem saraf terhadap isyarat agresif. Gen yang "buruk" maupun lingkungan yang "buruk" saja tidak memengaruhi agresivitas dan perilaku antisosial di kemudian hari. Sebaliknya, gen memengaruhi beberapa anak untuk menjadi lebih sensitif dan responsif terhadap penganiayaan.
Pengaruh Syaraf
Agresi adalah perilaku yang kompleks, tidak ada satu titik pun di otak yang mengendalikannya. Para peneliti telah menemukan sistem saraf otak pada hewan dan manusia yang memfasilitasi agresi.
Pengaruh biokimia
Kimia darah memengaruhi kepekaan saraf terhadap rangsangan agresif.
Pola Makan yang Buruk
Biologi dan Perilaku Berinteraksi
Testosteron
Alkohol
Teori Insting dan Psikologi Evolusioner
Freud dan Lorenz sepakat bahwa energi agresif bersifat naluriah (bawaan, tidak dipelajari, dan universal). Perilaku naruliah adalah pola perilaku bawaan yang tidak dipelajari yang ditunjukkan oleh semua anggota suatu spesies.
Jean-Jacques Rousseau (1712–1778), menyalahkan masyarakat, bukan sifat manusia, atas kejahatan sosial. Thomas Hobbes (1588–1679), menganggap masyarakat telah mengekang sifat kasar manusia.
Agresi Sebagai Respon Terhadap Frustasi
Salah satu teori psikologis pertama tentang agresi, teori agresi-frustrasi yang populer, menjawab Ya (Dollard, 1939). Frustrasi adalah apa pun (seperti mesin penjual yang tidak berfungsi) yang menghalangi kita mencapai tujuan.
Deprivasi Relatif
Menjelaskan mengapa kebahagiaan cenderung lebih rendah dan tingkat kejahatan lebih tinggi di masyarakat dan negara dengan ketimpangan pendapatan yang besar (Hagerty, 2000; Kawachi & lainnya, 1999).
Teori Frustasi - Agresi Direvisi
Terkadang frustrasi meningkatkan agresivitas, terkadang tidak. Frustrasi menyebabkan kemarahan dan permusuhan. Dengan adanya isyarat agresif, kemarahan tersebut dapat memicu agresi. Frustrasi tidak berasal dari kekurangan itu sendiri, tetapi dari kesenjangan antara harapan dan pencapaian
Kekerasan Terinstitusionalisasi
Perang
Efek jangka perang
Negara
Adanya emosi dan keyakinan
Membentuk pemahaman baru terkait perang
Masyarakat
Social Order
Kekerasan diberikan pengakuan dan legitimasi
Individu
Eksperimen
Milgram
agentic state
Kekerasan Domestik
LGBTQ
Gender dan etnis asimetris
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Penyebab
Stress
Gender asimetri
Kedekatan
Konsumsi narkoba dan alkohol
Pola belajar agresi