Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
1. Tahapan Pengolahan Larva H. illucens menjadi Benang Jahit Bedah…
1. Tahapan Pengolahan Larva H. illucens menjadi Benang Jahit Bedah Absorbable
Ekstraksi kititn dari larva H. illucens
Konversi kitin menjadi kitosan
Uji Spektrum FT-IR (Fourier Transform Infrared)
Pembuatan Benang Jahit Kitosan dengan Metode Wet-Spinning
Persiapan Larutan Kitosan
Kitosan dilarutkan dalam
asam asetat 1-2%
hingga terbentuk larutan viskos (kental). Larutan ini disaring untuk menghilangkan partikel yang tidak larut.
Spinning (Pembentukan Benang)
Larutan kitosan dimasukkan ke dalam syringe dan diekstrusi ke dalam bak pembentuk yang mengandung larutan
NaOH/etanol
sebagai
coagulation bath
. Saat bersentuhan dengan larutan ini, kitosan akan menggumpal dan membentuk benang.
Pengerasan dan Pengeringan
Benang yang terbentuk dicuci dan dikeringkan untuk memastikan kekuatan mekaniknya.
Sterilisasi
Benang disterilkan dengan
radiasi gamma atau autoklaf
sebelum diuji dan digunakan.
Indikator Keberhasilan
1 more item...
Tahapan Pengujian Benang Jahit Bedah Kitosan
Tujuan
Metode
Hasil yang diharapkan
Puncak khas kitosan muncul di
1590 cm⁻¹ (NH₂), 3400 cm⁻¹ (OH), dan 1030 cm⁻¹ (C-O-C polisakarida).
Tidak ada kontaminan atau senyawa asing yang bisa mengganggu biokompatibilitas benang.
Sampel kitosan dikeringkan dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FT-IR.
Sinar inframerah dilewatkan melalui sampel untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang ada.
Memastikan bahwa kitosan yang diperoleh memiliki struktur kimia yang sesuai.
Deasetilasi kitin
Kitin yang sudah murni direndam dalam
NaOH 40-50%
pada suhu
80-100°C
selama
4-6 jam
. Sehingga akan mengubah kitin menjadi
kitosan
, yang memiliki sifat lebih larut dalam larutan asam organik.
Pencucian dan Pengeringan
Kitosan dicuci dengan air deionisasi hingga mencapai pH netral. Setelah itu, kitosan dikeringkan dan disimpan untuk digunakan dalam proses pembuatan benang.
Indikator Keberhasilan
Nilai derajat deasetilasi 70-80%
Preparasi Larva
Larva H. illucens dikeringkan dengan oven pada suhu
60-80°C
untuk mengurangi kadar air, kemudian dihaluskan menjadi bubuk untuk mempermudah ekstraksi.
Deprotrinasi (menghilangkan protein)
Bubuk larva direndam dalam larutan
NaOH 1-3%
pada suhu
60-80°C
selama
2-4 jam
, untuk menghilangkan protein yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau inflamasi pada tubuh manusia. Sampel kemudian dicuci dengan air deionisasi hingga pH netral.
Demineralisasi (menghilangkan mineral)
Sampel direndam dalam larutan
HCl 1-5%
selama
2-3 jam
untuk menghilangkan kandungan kalsium dan mineral lainnya, kemudia dicuci kembali hingga pH netral
Pemurnian Kitin
Kitin yang diperoleh dikeringkan untuk selanjutnya dikonversi menjadi kitosan.
Indikator Keberhasilan
Nilai rendemen kitin yang tinggi
2. Tahapan Pengujian Benang Jahit Bedah Kitosan
Uji Kekuatan Tarik dan Modulus Young
Uji Kelarutan dalam Phosphate Buffered Saline (PBS)
Uji Biokompatibilitas pada Mencit
Tujuan
Metode
Hasil yang diharapkan
Tidak ada tanda-tanda infeksi, peradangan berlebihan, atau reaksi alergi.
Benang dapat terdegradasi secara alami tanpa efek samping negatif.
Benang dijahitkan pada kulit mencit dan diamati selama beberapa minggu.
Jaringan di sekitar luka diperiksa untuk melihat tanda-tanda inflamasi, reaksi imun, atau nekrosis.
Memastikan benang tidak menimbulkan reaksi toksik atau inflamasi berlebihan.
Tujuan
Metode
Hasil yang diharapkan
Benang
tetap stabil selama 2-4 minggu
sebelum mulai mengalami degradasi.
Terdegradasi sepenuhnya dalam waktu
6-12 minggu.
Benang direndam dalam
PBS pH 7.4 pada suhu 37°C
selama beberapa minggu.
Berat benang sebelum dan sesudah perendaman dibandingkan untuk mengetahui tingkat degradasi.
Mengukur tingkat degradasi benang dalam tubuh
Tujuan
Metode
Hasil yang diharapkan
Kekuatan tarik minimal 50 MPa.
Modulus Young 500-1000 MPa
, untuk memastikan benang cukup fleksibel tapi tidak terlalu elastis.
Benang diuji menggunakan
Universal Testing Machine (UTM)
untuk mengukur kekuatan tarik dan modulus elastisitas.
Menilai kekuatan mekanik benang agar sesuai untuk aplikasi bedah.