Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Tiga karya Kant - Coggle Diagram
Tiga karya Kant
background
rasionalisme (Jerman) VS empirisme (Inggris)
→ Pencarian pemikiran bersumber keduanya
1. critique of pure reason
mendamaikan rasionalisme dan empirisme
(1) tahap indrawi
,
di mana pengenalan melibatkan bentuk (apriori) dan materi (aposteriori).
Oleh karena itu, ketika mengamati objek, yang diamati bukan sekadar benda pada dirinya. Melainkan salinan (copy) dari benda tersebut dalam bentuk daya lahiriah dan batiniah. Hal ini disebut penampakan, gejala, dan fenomena
(2) tahap akal
,
yi membedakan antara
akal (verstand) dan rasio (vernunft)
Akal u/ mengatur data indrawi, membuat putusan.
Rasio u/ menyusun putusan.
(3)
tahap rasio
,
rasio yang menarik kesimpulan
dari putusan yang telah dibuat oleh akal
(membuat argumentasi)
Jika tugas akal adalah membuat putusan dari data indrawi, maka tugas rasio yaitu menggabungkan berbagai macam putusan. Terkait hal ini, Kant membuat argumentasi berdasarkan tiga ide yang bersifat apriori, yaitu jiwa, dunia, dan Allah
2. critique of practical reason
rasio praktis memberikan perintah mutlak
(imperatif kategoris), memerlukan 3 postulat
(1) kebebasan kehendak
(2) imoralitas jiwa
(3) Allah
3. critique of judgement
Sodorkan 4 konsep penting
(ttg keindahan dan kesenangan)
(1) kualitas
(1.a) Keindahan
Keindahan = objek rasa puas yang bersesuaian dengan selera. Ciri rasa puas yaitu adanya sikap tanpa pamrih (disinterested).
(1.b) Selera
Selera merupakan
kemampuan
mempertimbangkan objek atau bentuk representasi berdasarkan rasa senang atau tidak senang
(2) kuantitas
Keindahan
- sesuatu tanpa konsep,
- memberi rasa senang universal
- bukan hasil dari pengalaman (aposteriori),
- merupakan kondisi pertimbangan estetis dalam rasio (apriori)
(3) finalitas
Keindahan
-keindahan bebas (free beauty)
-keindahan bersyarat (dependent beauty)
- keindahan merupakan forma finalitas objek
- finalitas adalah tujuan dari keberadaan objek yang memberikan rasa senang
(4) Kesenangan
rasa senang
yang niscaya
segala sesuatu lepas dari konsep. Terkait hal ini, segala sesuatu ditangkap sebagai objek yang memberikan rasa senang. Karena objek seni merupakan sumber kesenangan