Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Migrain, Sri Dwi Putri Harahap, 2008260009 - Coggle Diagram
Migrain
Klasifikasi (ICHD-3)
Tanpa Aura (Common Migraine)
Tanpa aura
Sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala, berlangsung 4-72 jam.
mual, muntah, fotofobia (sensitif terhadap cahaya), dan fonofobia (sensitif terhadap suara).
Dengan Aura (Classic Migraine)
Disertai aura
gangguan visual, sensorik, atau motorik yang terjadi sebelum sakit kepala
Aura berlangsung 5-60 menit sebelum sakit kepala muncul.
Setelah aura, sakit kepala berkembang dengan gejala mirip migrain tanpa aura.
Contoh Aura
kilatan cahaya (scintillating scotoma), gangguan bicara, mati rasa atau kesemutan di wajah atau tangan.
Migrain Kronis
terjadi ≥15 hari dalam sebulan selama ≥3 bulan.
Sering disertai penggunaan obat pereda nyeri yang berlebihan
Hemiplegic Migraine
menyebabkan kelemahan sementara pada satu sisi tubuh.
Migraine Vestibular
Menyebabkan vertigo (pusing berputar), kehilangan keseimbangan, dan mual, dengan atau tanpa sakit kepala
Etiologi
Vasodilatasi arteri yang berkombinasi dengan inflamasi neurogenik dalam sirkulasi ekstrakranial -> Nyeri berdenyut
Neuronal spreading korteks yang lambat -> aura
Inflamasi pada meninges -> aktivasi reseptor nyeri pada meninges (melalui system trigeminovaskular)
Faktor hormonal (fluktuasi estrogen).
Manifestasi Klinis
Nyeri kepala, berdenyut/cekot-cekot, unilateral. Aura
(kilatan cahaya, melihat tirai, kehilangan penglihatan, bintik hitam, kunang-kunang, suara bergema, bergemuruh,dll)
Jika disertai aura - Migrain dengan aura/Classic migrain
Jika tanpa aura - Migrain tanpa aura/Common migrain
Tatalaksana
Non spesifik
Analgetik - NSAID (Aspirin 500-1000 mg per 4-6 jam, ibuprofen 400-800 mg per 6 jam, Paracetamol 500-1000 mg per 6-8 jam, Kalium diklofenak 50-100 mg perhari)
Spesifik
Triptan: Sumatriptan 30 mg, eletriptan 40-80 mg atau rizatriptan 10 mg
Ergotamin
Profilaksis
Beta blocker: Propanolol 80-240 mg perhari, timolol 2 x 10-15 mg/hari, metoprolol 45-200 mg/hari
Antiepilepsi: Topiramat 25-200 mg asam valproat 400-1000 mg mg perhari
Anti depresan : amitripilin 10-75mg
Referensi
rosberg B, Solomon S, Silberstein S. Retinal
Migraine. 2019. Medlink Neurology
Cisiecki S, Boninska K, Bednarski M. Journal of Clinical & Experimental Branch Retinal Artery Occlusion in Retinal Migraine : A Case Report. 2020;1200(4):4-7.
Agostoni EC, Barbanti P, Calabresi P, et al. Current And Emerging Evidence-Based Treatment Options In Chronic Migraine : A Narrative Review. 2020;4.
Pemeriksaan penunjang
MRI atau CT Scan
ika ada tanda bahaya (misalnya perubahan pola sakit kepala, defisit neurologis).
EEG
Jika ada kejang atau kehilangan kesadaran
Defenisi
Nyeri Kepala primer dengan kualitas vaskular(berdenyut)
Faktor Resiko
perubahan hormonal, puasa dan terlambat makan, konsumsi (alkohol, coklat, susu, keju), banyak atau kurang tidur.
Sri Dwi Putri Harahap
2008260009