Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
TENSION TYPE HEADACHE, 2208260020, image, REFERENSI, International…
TENSION TYPE HEADACHE
FAKTOR RISIKO
-
-
-
Ketegangan otot leher, bahu, atau kepala
-
-
-
-
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak diperlukan, kecuali jika terdapat red flags yang mengarah ke penyebab sekunder, seperti:
- Nyeri kepala mendadak dan sangat berat
- Disertai demam tinggi atau gangguan kesadaran
- Riwayat trauma kepala atau gangguan neurologis lain
Jika ditemukan tanda bahaya, pemeriksaan tambahan seperti MRI, CT scan, atau pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab sekunder.
NON-FARMAKOLOGI
Manajemen stres → Yoga, meditasi, terapi relaksasi
-
-
-
-
DIAGNOSIS
-
Minimal dua dari karakteristik berikut: (Lokasi bilateral, Nyeri tumpul (bukan berdenyut), Intensitas ringan hingga sedang, Tidak memburuk dengan aktivitas fisik rutin)
-
-
PATOFISIOLOGY
- Hipersensitivitas sistem saraf pusat
-
- Disfungsi sistem inhibisi nyeri
FARMAKOLOGI
Analgesik lini pertama
-
NSAID (ibuprofen 200-400 mg, naproksen 250-500 mg)
Terapi profilaksis (untuk TTH kronis, ≥15 hari/bulan)
Amitriptilin (10-75 mg/hari, antidepresan trisiklik) → Paling efektif
-
-
jenis sakit kepala primer yang paling umum, ditandai dengan nyeri bilateral yang bersifat tumpul, seperti ditekan atau diikat, dengan intensitas ringan hingga sedang. Sakit kepala ini tidak diperburuk oleh aktivitas fisik rutin dan biasanya tidak disertai mual atau muntah.
-
-
-
- International Headache Society (IHS). The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition (ICHD-3). Cephalalgia. 2018
- Bendtsen L, Evers S, Linde M, et al. Guideline on the treatment of tension-type headache – European Headache Federation. J Headache Pain. 2018.
- Silberstein SD. Tension-type headache. The Lancet Neurology. 2004.
- Olesen J. The pathophysiology of tension-type headache and migraine. Neurology. 2016
-