Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Migrain - Coggle Diagram
Migrain
-
Gejala
-
Kepekaan terhadap cahaya, suara, atau bau
-
-
-
Tatalaksana
Farmakologi
Sumatriptan 25–100 mg peroral, dapat diulang dalam 2 jam, tidak melebihi 200 mg/hari.
Propranolol dosis immediate release 80–240 mg/hari peroral dibagi tiap 6–8 jam atau dosis long-acting release 80–240 mg/hari peroral
Ibuprofen 200–800 mg peroral tiap 6–8 jam, tidak melebihi 2400 gram/hari
Nonfarmakologi
Menjalani gaya hidup sehat dengan cukup istirahat, olahraga teratur, dan pola makan sehat
-
-
Wanita yang mengalami migrain disarankan menghindari obat obatan yang mengandung hormon estrogen seperti pil KB
Patofisiologi
patofisiologi migraine disepakati melibatkan proses disregulasi vaskular. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, patofisiologi lain dari migraine selain disregulasi vaskular telah ditemukan.
Teori ini menyatakan bahwa migraine diakibatkan oleh vasokonstriksi intrakranial dan vasodilatasi “rebound” serta aktivasi saraf nosiseptif. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dan juga aura pada migraine.
Definisi
Migrain merupakan gangguan nyeri kepala berulang, serangan berlangsung selama
4-72 jam dengan karakteristik khas: berlokasi unilateral, nyeri berdenyut (pulsating), in-tensitas sedang atau berat, diperberat oleh aktivitas fisik rutin, dan berhubungan dengan mual dan/atau fotofobia serta fonofobia.
Etiologi
Hingga saat ini, etiologi pasti migraine belum diketahui. Namun, migraine dilaporkan memiliki hubungan kuat dengan faktor genetik. Sebanyak 70–80% penderita migraine memiliki riwayat keluarga penderita migraine juga. Risiko terkena migraine meningkat hingga 4 kali lipat pada orang dengan keluarga yang menderita migraine dengan aura.
Prognosis dan komplikasi
Prognosis migraine dalam jangka panjang bisa bervariasi pada tiap orang. Komplikasi sebenarnya jarang terjadi kecuali jika ada keterlibatan sistem saraf pusat. Contohnya adalah komplikasi berupa status migrainosus dan gangguan mental.