Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Demam Berdarah Dengue IMG_0367, Reference:, NAMA: RIFDA ZAKKIYAH HULU NPM…
Demam Berdarah Dengue
DEFINISI DAN
KLASIFIKASI
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini memiliki beberapa tahapan dan klasifikasi berdasarkan tingkat keparahannya.
PATOFISIOLOGI
DBD terjadi akibat infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan serangkaian reaksi imun serta perubahan fisiologis yang dapat berujung pada komplikasi serius
ETIOLOGI DAN FAKTOR
RESIKO
Faktor risiko seseorang terkena demam berdarah dengue antara lain tinggal atau bepergian ke daerah tropis. Tinggal atau berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko terkena virus dengue. Daerah yang berisiko meliputi Asia Tenggara, pulau-pulau di Pasifik Barat, Amerika Latin, dan Afrika
Virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4).
GEJALA KLINIS
Demam tinggi mendadak (39–41°C), berlangsung 2–7 hari
Nyeri kepala, nyeri belakang mata, nyeri otot dan sendi (breakbone fever)
Mual, muntah, tidak nafsu makan
Wajah kemerahan (flushing)
Ruam kulit ringan (kadang muncul sejak awal)
DIAGNOSIS
Malaria
Demam Chikungunya
Demam Tifoid
Leptospirosis
Penyakit virus lain (misalnya, infeksi Zika)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap
Tes fungsi hati dan ginjal
Pemeriksaan tambahan seperti PCR
TATALAKSANA FARMAKO DAN NON FARMAKO
Cairan IV (terapi utama): Ringer Laktat atau NaCl 0,9% untuk mencegah syok.
Antipiretik: Parasetamol untuk menurunkan demam.
Transfusi darah/plasma: Jika terjadi perdarahan berat atau syok dengue.
Istirahat cukup untuk pemulihan.
Asupan cairan oral (air, jus, ORS) untuk mencegah dehidrasi.
Monitoring ketat terhadap tanda bahaya seperti syok, perdarahan, atau penurunan kesadaran
Reference:
"Global, regional, and national age-sex-specific mortality for 282 causes of death in 195 countries and territories, 1980-2017: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2017". Lancet. 392 (10159): 1736–88. November 2018.
Iin, N. K., Yulianti, D. L. and Luron, N. G. (2020) ‘MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)’, 3(2), pp. 75–85
Kemenkes RI (2020) PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2019. Edited by M. Boga Hardhana, S.Si, Ms. P. Farida Sibuea, SKM, and M. Winne Widiantini, SKM. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ratnasari, E., Setiani, O. and Dangiran, H. L. (2018) ‘HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KOTA SEMARANG’, e-conversion - Proposal for a Cluster of Excellence, 6, pp. 29–50
NAMA: RIFDA ZAKKIYAH HULU
NPM: 2308260205