Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Mengapa saya semakin gemuk?, Athallah Noufal Mubarak (2206046986) - Coggle…
Mengapa saya semakin gemuk?
Histologi kelenjar adrenal
Dilapisi kapsul jaringan ikat tebal → mengandung pembuluh darah dan saraf yang masuk ke kelenjar
Parenkim kelenjar adrenal dibagi 2:
Korteks adrenal
Menyusun 90% berat kelenjar
f/ produksi hormon steroid (kortisol, aldosteron, dan androgen)
Medula adrenal
Di bagian tengah kelenjar
Menghasilkan katekolamin (adrenalin/epinefrin) dan (noradrenalin/norepinefrin)
Korteks
Sel-sel di korteks adrenal memiliki ciri khas sebagai sel yang menghasilkan steroid, yaitu:
Sitoplasma eosinofilik (acidophilic), kaya akan droplet lipid.
Inti terletak di tengah.
Struktur sel korteks adrenal:
Kaya akan retikulum endoplasma halus → mengandung enzim yang mensintesis kolesterol serta konversi prohormon steroid (pregnenolon) menjadi hormon steroid aktif
Mitokondria → memiliki krista berbentuk tubular; f/ untuk sintesis ATP dan mengubah kolesterol menjadi pregnenolon
Zona glomerulosa
Paling luar dibawah kapsul; 15% dari total korteks
Ciri struktur sel:
Terdiri dari kumpulan sel berbentuk kolumnar atau piramidal.
Sel-selnya tersusun dalam untai-untai melingkar atau melengkung.
Memiliki banyak kapiler darah untuk mendukung sekresi hormon.
Fungsi:
Sekresi hormon steroid → mineralokortikoid → mengatur keseimbangan ion Na⁺, K⁺, dan air di dalam tubuh, terutama pada tubulus ginjal.
Zona fasciculata
Lapisan tengah korteks adrenal; lapisan terbesar 65-80% total volume korteks
Ciri histologis:
Tersusun dari kumpulan sel besar berbentuk poligonal.
Sel-sel tersusun dalam untai panjang (cords) yang terdiri dari satu atau dua lapisan sel.
Dipisahkan oleh kapiler sinusoidal berfenestrasi, yang memungkinkan pertukaran zat dengan aliran darah.
Mengandung banyak droplet lipid, yang membuat sel-sel tampak bervakuola dalam preparat histologi rutin.
Fungsi:
Sekresi hormon glukokortikoid: utamanya kortisol dan sejumlah kecil androgen lemah
Zona retikularis
Lapisan terdalam korteks adrenal; 10% total volume korteks
Ciri histologis:
Terdiri dari sel-sel kecil yang tersusun dalam jaringan (retikulum) berbentuk tali-tali tidak beraturan.
Dipenuhi oleh kapiler lebar → pertukaran zat dengan darah.
Sel-sel zona retikularis lebih gelap dalam pewarnaan histologis dibandingkan zona lainnya karena:
Mengandung lebih sedikit lipid droplet dibandingkan zona glomerulosa dan fasciculata.
Memiliki lebih banyak pigmen lipofuscin →residu dari aktivitas metabolisme sel.
Fungsi:
Sekresi hormon steroid: kortisol dalam jumlah kecil dan androgen lemah terutama DHEA/Dehydroepiandrosterone
Medula
Bagian terdalam kelenjar adrenal
Ciri histologi:
sel-sel besar berbentuk polihedral yang tersusun dalam kumpulan (clumps) atau tali-tali (cords) yang disokong oleh jaringan serat retikular
kapiler sinusoidal yang melimpah
Mengandung beberapa sel ganglion parasimpatis
Sel utama disebut sel kromafin → berasal dari sel krista saraf (neural crest cells), neuron postganglionik simpatik yang telah dimodifikasi, tetapi tidak memiliki akson dan dendrit → berdiferensiasi menjadi sel sekretori menghasilkan katekolamin (epinefrin dan norepinefrin)
Fungsi:
80% yang disekresi adalah epinefrin; ada konversi norepinefrin oleh feniletanolamin-N-metiltransferase (PNMT) menjadi epinefrin di sel kromafin.
Sindrom cushing
Anamnesis
Keluhan Utama dan Gejala Klinis
Pasien sindrom Cushing -> perubahan bentuk tubuh -> penumpukan lemak di wajah (moon face) dan leher belakang (buffalo hump), sementara anggota tubuh tetap kecil -> akibat pengecilan massa otot.
Kenaikan berat badan yang cepat -> walau pola makan tidak berubah.
Hipertensi -> seiring dengan peningkatan risiko diabetes mellitus -> akibat gangguan metabolisme glukosa dan resistensi insulin.
1.2. Manifestasi Kulit dan Jaringan Subkutan
Perubahan kulit -> striae merah keunguan -> lebih lebar (≥1 cm) dan lebih dalam dibandingkan stretch mark -> akibat obesitas biasa.
Kulit menjadi lebih tipis dan mudah mengalami memar
Penyembuhan luka berlangsung lebih lambat -> akibat penurunan sintesis kolagen.
Gejala Muskuloskeletal
Kelemahan otot proksimal -> kesulitan dalam bangkit dari posisi duduk atau menaiki tangga.
Osteoporosis -> akibat peningkatan resorpsi tulang meningkatkan risiko fraktur spontan -> tulang belakang dan panggul
Nyeri tulang dan kelemahan otot yang semakin parah seiring waktu.
Pemeriksaan fisik
Perubahan Bentuk Tubuh dan Distribusi Lemak
Pasien sindrom Cushing -> penumpukan lemak di area perut, dada, dan wajah -> obesitas sentral.
Moon face -> wajah lebih bulat dengan pipi penuh
Buffalo hump -> akumulasi lemak di belakang leher.
1.2. Kulit dan Jaringan Subkutan
Pasien mengalami -> striae merah keunguan yang lebar -> muncul di perut, paha, payudara, dan lengan atas.
Kulit menjadi lebih tipis dan rentan terhadap cedera -> mudah mengalami memar atau hematoma meskipun hanya mengalami trauma ringan.
Luka kecil -> susah untuk sembuh -> akibat terganggunya sintesis kolagen.
Sistem Muskuloskeletal
Atrofi otot proksimal -> kesulitan untuk bangkit dari posisi duduk tanpa bantuan tangan -> disebabkan oleh peningkatan katabolisme protein pada jaringan otot.
Osteoporosis -> akibat peningkatan resorpsi tulang -> sehingga meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada vertebra dan panggul.
Pasien juga sering mengeluhkan nyeri tulang akibat meningkatnya kerapuhan tulang.
Sindrom cushing
Patofisiologi
Penggunaan Obat Glukokortikoid jangka panjang
Kortisol ↑ → feedback negative hipotalamus & hipofisis
ACTH ↓ → stimulasi produksi kortisol menurun drastis
Atrofi adrenal
Tidak mampu produksi kortisol jika konsumsi obat dihentikan tiba-tiba → insufisiensi adrenal akut
Fisiologi kelenjar adrenal
Kortisol
Stimulus: Stres
Regulasi: HPA axis
Efek:
Stimulasi glukoneogenesis→ tidak ada nutrien dan glikogen berkurang
Proteolisis dan lipolisis
Metabolisme meningkat→ induksi lapar
Penurunan massa otot→ terlihat kecil
Memungkinkan redistribusi lipid
Efek permisif→ meningkatkan respon epinefrin
Efek lain: antiinflamasi dan imunsupresi
Pemeriksaan penunjang sindrom cushing
24 HOUR URINE FREE CORTISOL
Mengukur kortisol dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan LC/MS/MS (Liquid Chromatography – Mass Spectometry)
Akurat dan spesifik
Urin dikumpulkan beberapa kali dalam 24 jam
Konsumsi obat – obatan tidak akan mengganggu hasil, kecuali fenofibrate dan carbamazepine yang menghasilkan hasil yg salah dengan HPLC (obat terelusi)
Normal = 50 μg dalam kurun waktu 24 jam (135 nmol/24 jam) saat diukur dengan HPLC atau LC/MS/MS
Kekurangan : Sensitivitas rendah, terutama dengan hiperkortilisme ringan.
Perlu dilakukan 2x dan disertai dengan pemeriksaan lain.
LATE NIGHT SERUM DAN SALIVARY CORTISOL
Normal : Kortisol akan dieksresikan secara episodik dengan ritme diurnal yang sejajar dengan sekresi ACTH, terjadi supresi kortisol pada malam hari
Cushing’s Syndrome : Tidak ada ritme kortisol diurnal (kortisol harian), supresi tidak terjadi pada malam hari.
Peningkatan pada level plasma kortisol saat malam hari (>5,2 – 7,0 μg/ dL atau 140 – 190 nmol/L) 🡪 Suspect Cushing’s syndrome
Ekslusi Pseudo cushing’s syndrome
DEXAMETHASONE SUPPRESSION TEST
Administrasi dexamethasone 1 – mg overnight (pukul 11:00 malam).
Pemeriksaan kortisol pada pagi hari (setelah 8 jam)
Normal <1,8 μg / dL (50 nmol/L)
False (-) : memiliki hiperkortisolisme ringan maupun intermiten
False (+) :
Pasien yang mengonsumsi obat – obatan yang dapat mempercepat metabolisme dexamethasone fenitoin, fenobarbital, rifampisin, dan obat – obatan yang meningkatkan cortisol binding protein (CBG)
Gagal ginjal, alkoholik, depresi
Diagnosis banding sindrom cushing iatrogenik
Acth dependen
Stimulasi berlebihan ACTH oleh kelenjar adrenal → kortisol menumpuk
2 Penyebab:
Cushing disease (adenoma hipofisis)
Cushing sydrome ectopic (tumor neuroendokrin)
Small cell lung carcinoma
Tumor pankreas
Acth independen
Glukokortikoid meningkat tanpa stimulasi ACTH
Kortisol diproduksi → mengganggu negative feedback
ACTH darah menurun
Penyebab:
Adenoma adrenal → tumor jinak
Penyakit adrenal bilateral
→ meningkatkan kortisol → supresi ACTH → korteks yang sehat dapat atrofi (tidak ada aktivity)
Pseudo cushing syndrome
Hiperaktivasi HPA
Gangguan neuropsikiatri → stress, depresi
Kortisol meningkat saat bangun tidur
Aktivitas enzim 5-α-reductase dan 11β-hydroxysteroid dehydrogenase tipe 2 turun
Gangguan makan → CRH naik, ACTH normal
Afinitas kortisol terhadap corticosteroid-binding-globulin, resistensi glukokortikoidi, Clearance kortisol turun
Tatalaksana sindrom cushing
Farmakologi
Tappering off
Menghentikan penggunaan kortikosteroid secara bertahap
Tujuan
Mengobati penyakit primer
Mencegah insufisiensi adrenal dengan mengembalikan fungsi aksis HPA yang mengalami supresi oleh kortikosteroid
Dapat dibagi menjadi tiga fase
Initial rapid tapering
Jika dosis inisial lebih dari 40 mg/ hari, dosis dikurangi 10 mg/minggu
Jika dosis inisial 20-40 mg/hari, dosis dikurangi 5 mg/minggu
Gradual tapering
dimulai ketika dosis kortikosteroid telah mencapai 20 mg/hari
Dosis dikurangi 5 mg setiap 2 minggu sampai dosis per hari adalah 10 mg
Ketika dosis kortikosteroid sebesar 10 mg/ hari, dosis dikurangi sebesar 2,5 mg setiap 2 minggu sampai dosis sebesar 5 mg/hari
Slow tapering
Dilakukan ketika dosis kortikosteroid telah mencapai 5 mg/hari
Dosis dikurangi 1 mg setiap 2-4 minggu hingga mencapai dosis 2,5 mg/hari
Obat
Metyrapone
Digunakan sebelum terapi definitif atau radioterapi
MOA: Inhibisi 11β hidroksilase untuk mencegah sintesis kortisol
Dosis: 2 x 250 mg
Ketoconazole
Inhibisi enzim steroidogenic cytochrome-450 dependent untuk mencegah sintesis kortisol
Dosis 400-1600 mg/hari
Non farmakologi
Pembedahan
Reseksi transsphenoidal selektif
hipofisis anterior: jaringan tumor dan normal,
Keberhasilan: 85% mikroadenoma
Kelebihan:
Jarang kerusakan hipofisis anterior
Kekurangan:
insufisiensi adrenokortikal sekunder sementara -> glukokortikoid.
Adrenalektomi total bilateral
Laparoskopi.
Kekurangan:
hipoadrenalisme permanen -> glukokortikoid & mineralokortikoid seumur hidup.
Radioterapi
Konvensional
Gamma knife radiosurgery
Iradiasi hipofisis
Gaya hidup
Olahraga
peningkatan berat badan dan kelemahan otot
diet seimbang
kalsium dan vitamin D
menurunkan risiko penurunan densitas tulang
tinggi gula dan natrium
hipertensi
Sindrom cushing
Prognosis
Mortilitas 50%
Bergantung pada etiologi (keganasan makin buruk)
Dikaitkan dengan komplikasi
Angka kehidupan 4.5-6 tahun
Komplikasi
Obesitas
Kenaikan BB→ 57-100%
Penambahan lemak abdomen dengan akumulasi jaringan adiposa di organ sekitar
Ketoconazole 3 bulan
Hipertensi
Salah satu komplikasi tersering
Meningkatnya aktivitas renin-angiotensin → tekanan darah naik
Osteoporosis
64-100% pasien mengalami gangguan tulang
Mudah fraktur
Osteoporosis
Gangguan ringan → supplementasi vit D dan kalsium
Komplikasi serius → bifosfonat
Disiplidemia
12-72%
Karena LDL dan TG meningkat, HDL menurun
Medikamentosa→ mitotane
Athallah Noufal Mubarak (2206046986)