Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Struktur makroskopik ruam pada kulit, Menaldi SL, Bramono K, Indriatmi W.…
Struktur makroskopik ruam pada kulit
Siemens 1985
Bentuk peralihan, tidak terbatas pada permukaan kulit
Eritema, telangiektasis
kemerahan pada kulit yang disebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler yang reversibe
Di atas permukaan kulit
Urtika, vesikel,bula, kista,pustul, abses, papul,nodus, tumor, vegetasi
Setinggi permukaan kulit
Makula
kelainan kulit berbatas tegas berupa perubahan warna semata-mata.
Bentuk Peralihan
Tidak terbatas pada suatu lapisan saja
Sikatriks,atrofi,hipertrofi,hipotrofi,anetodenna,erosi,ekskoriasi, ulkus(tukak),fistel (fistulae)
Melekat di alas kulit
Skuama,krusta, sel-sel asing dan debris(kotoran)
Morfologi Lesi Berisi cairan
Pustul: vesikel yang berisi nanah, bila nanah mengendap di bagian bawah vesikel disebut vesikel hipopion
Kista: ruangan berdinding dan berisi cairan, sel,maupun sisa sel.
Vesikel: gelembung berisi cairan serum (Jernih),ukuran diameter kurang dari 1/2 cm mempunyai dasar dan atap; vesikel berisi darah disebut vesikel hemoragik
Abses: merupakan kumpulan nanah dalam jaringan ,bila mengenai kulit berarti di dalam kutis atau subkutis
Urtika: edema setempat yang timbul mendadak dan hilang perlahan-lahan.
Bula: vesikel yang berukuran lebih besar
Morfologi Lesi Padat
Papul: Penonjolan kecil di atas permukaan kulit, bersifat sirkumskrip (berbatas tegas), berdiameter kurang dari 0,5 cm, dan berisi zat padat.
Nodus: Massa padat berbatas tegas (sirkumskrip) dengan infiltrat yang terletak di kutis atau subkutis, berdiameter lebih dari 1 cm, dan dapat menonjol.
Plak (Plaque): Peninggian di atas permukaan kulit dengan permukaan datar dan berisi zat padat.
Tumor: Istilah umum untuk benjolan yang terjadi akibat pertumbuhan sel atau jaringan.
Infiltrat: Tumor yang terdiri atas kumpulan sel-sel radang.
Vegetasi
Pertumbuhan berupa penonjolan bulat atau runcing yang menjadi satu.
Vegetasi subkutan: Disebut juga granulasi, misalnya pada tukak (ulkus).
Sikatriks (Jaringan Parut): Jaringan tak utuh dengan relief kulit yang tidak normal, permukaan licin, dan tanpa adneksa kulit.
Anetoderma: Kondisi di mana kulit kehilangan elastisitas tanpa perubahan berarti pada jaringan lain.
Erosi: Kehilangan jaringan kulit yang tidak melampaui stratum basal.
Ekskoriasi: Kehilangan jaringan yang lebih dalam hingga ujung papila dermis.
Ulkus: Kehilangan jaringan yang lebih dalam dibandingkan ekskoriasi.
Fistula: Saluran abnormal yang menghubungkan rongga di bawah kulit dengan permukaan tubuh.
Istilah Dermatologi untuk Ukuran, Susunan Kelainan, Bentuk, Penyebaran, dan Lokasi
Ukuran
Miliar: Sebesar kepala jarum pentul.
Lentikular: Sebesar biji jagung.
Numular: Sebesar uang logam (koin) 100 rupiah.
Plakat (en-plaque): Lebih besar dari ukuran numular.
Susunan/Pola
Linier: Seperti garis lurus.
Sirsinar/Anular: Seperti lingkaran.
Arsinar: Berbentuk sabit.
Polisiklik: Bentuk pinggiran yang saling menyambung.
Korimbiformis: Susunan seperti induk ayam yang dikelilingi anak-anaknya.
Bentuk
Teratur: Memiliki bentuk yang jelas, seperti bulat, lonjong, atau menyerupai ginjal.
Tidak teratur: Tidak memiliki bentuk yang jelas atau teratur.
Penyebaran dan Lokasi
Sirkumskrip: Berbatas tegas.
Difus: Tidak berbatas tegas.
Generalisata: Lesi tersebar pada sebagian besar bagian tubuh.
Regional: Lesi terbatas pada daerah tertentu.
Universalis: Lesi mengenai seluruh atau hampir seluruh tubuh (90-100%).
Solitar: Hanya terdapat satu lesi.
Herpetiformis: Lesi vesikel yang berkelompok, seperti pada herpes zoster.
Konflues: Dua atau lebih lesi yang bergabung menjadi satu.
Diskret: Lesi terpisah satu sama lain.
Serpiginosa: Lesi yang menjalar ke satu arah dengan penyembuhan pada bagian yang ditinggalkan.
Irisformis: Lesi eritema berbentuk bulat atau lonjong dengan vesikel berwarna lebih terang di tengahnya.
Simetris: Lesi mengenai kedua sisi tubuh secara sama.
Bilateral: Lesi mengenai kedua sisi tubuh secara bersamaan.
Unilateral: Lesi hanya mengenai satu sisi tubuh.
Menaldi SL, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu Penyakit Mulut dan Kelamin. Ed 7. Jakarta: FKUI; 2016: 1-555.
Halim A. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Dasar Diagnosis Dermatologi. Jakarta: FK UKI; 2017: 50-72
Chu DH. Development and Structure of the Skin.Dermatology in General Medicine. Ed 8. New York: McGraw-Hill;2012: 58-74
Robert SOB, Highet AS. Textbook of Dermatology. Ed 4. Oxford: Blackwell Scientific 2 Publications; 2010: 30-80