Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Organ Vestigial pada Manusia - Coggle Diagram
Organ Vestigial pada Manusia
Plica Semilunaris
Sisa dari membran niktitans (kelopak mata ketiga) yang ditemukan pada beberapa hewan untuk melindungi mata. Pada manusia, struktur ini tidak memiliki fungsi signifikan.
Otot Arrector Pili
Otot kecil yang menyebabkan rambut berdiri (merinding) saat kedinginan atau ketakutan. Pada hewan berbulu lebat, ini membantu dalam isolasi termal atau membuat mereka tampak lebih besar. Pada manusia, respons ini tidak memiliki manfaat signifikan.
Puting pada Pria
Terbentuk selama perkembangan embrio sebelum diferensiasi jenis kelamin. Pada pria, puting tidak memiliki fungsi dalam laktasi.
Gigi Bungsu (Molar Ketiga)
Sisa dari nenek moyang yang memiliki rahang lebih besar untuk mengunyah tanaman keras. Pada manusia modern, rahang yang lebih kecil sering tidak memiliki ruang untuk gigi bungsu, menyebabkan masalah seperti impaksi.
Otot Penggerak Telinga (Auricular Muscles)
Pada beberapa hewan, otot ini digunakan untuk menggerakkan telinga guna mendeteksi suara. Pada manusia, otot ini tidak berfungsi, meskipun beberapa orang dapat menggerakkan telinga mereka secara terbatas.
Tulang Ekor (Coccyx)
Merupakan sisa dari ekor pada nenek moyang kita. Pada manusia, tulang ekor tidak memiliki fungsi signifikan, meskipun berperan sebagai titik perlekatan beberapa otot dan ligamen.
Sinus Paranasal
Rongga di tulang tengkorak yang fungsi pastinya masih diperdebatkan. Beberapa teori menyebutkan peran dalam resonansi suara atau mengurangi berat tengkorak, namun tidak ada fungsi vital yang diketahui.
Rambut Tubuh
Nenek moyang manusia memiliki rambut tubuh lebat untuk perlindungan dan pengaturan suhu. Pada manusia modern, rambut tubuh telah berkurang dan kehilangan fungsi aslinya.
Apendiks (Usus Buntu)
Dulunya berfungsi dalam pencernaan selulosa pada nenek moyang herbivora kita, kini apendiks dianggap tidak memiliki fungsi penting dan sering dikaitkan dengan peradangan yang memerlukan operasi.
Otot Palmaris Longus
Otot di lengan yang terlihat pada sekitar 10% populasi. Tidak memiliki fungsi penting dan sering digunakan dalam operasi rekonstruktif tanpa menyebabkan kelemahan pada tangan.