Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Tipe kepemimpinan - Coggle Diagram
Tipe kepemimpinan
Struktur Organisasi
Struktur Fungsional (Functional Structure)
membagi organisasi berdasarkan fungsi atau aktivitas tertentu, seperti pengajaran, administrasi, riset, dan layanan
contohnya kegiatan ekstrakurikuler
Struktur Divisional (Divisional Structure)
memisahkan organisasi menjadi unit-unit yang otonom berdasarkan produk, layanan, atau wilayah. Masing-masing unit memiliki tanggung jawab penuh terhadap operasional dan keuangan
contohnya universitas yang memiliki berbagai jurusan atau fakultas sebagai unit terpisah
Struktur Matriks (Matrix Structure)
Struktur Lini dan Staf
organisasi ini membedakan antara lini (yang memiliki wewenang pengambilan keputusan langsung) dan staf (yang memberikan dukungan teknis atau konsultatif). Dalam dunia pendidikan, biasanya diterapkan pada organisasi sekolah atau lembaga pendidikan yang lebih besar
contohnya
Lini: Kepala Sekolah yang bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan sekolah dan pengambilan keputusan kebijakan
taf: Guru, kepala bidang studi, atau tenaga administrasi yang membantu kepala sekolah dengan memberikan saran dan memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan pendidikan dan administrasi
kombinasi antara struktur fungsional dan divisional, di mana setiap anggota tim atau departemen dapat melapor kepada lebih dari satu atasan, tergantung pada proyek atau fungsi yang terlibat
contohnya proyek-program khusus yang membutuhkan kolaborasi antara berbagai unit
Struktur Tim (Team-Based Structure)
Struktur Jaringan (Network Structure)
jaringan melibatkan hubungan antara berbagai organisasi atau entitas yang memiliki tujuan bersama. Struktur ini lebih fleksibel dan sering kali berbasis pada kemitraan
contohnya Sekolah-sekolah di sebuah kota yang membentuk kemitraan dengan universitas atau lembaga pendidikan lainnya untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan
mengutamakan kerja sama dalam tim, di mana tim berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu dan memiliki tingkat otonomi yang tinggi dalam membuat keputusan
contohnya Kelompok kerja atau tim proyek yang dibentuk untuk merancang kurikulum baru
Prilaku Individu
Prilaku Tertutup (Covert behavior)
terjadi apabila respon terhadap stimulus tersebut masih belum dapat di amati orang lain secara jelas. Respon seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, perasaan, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Bentuk ini di ukur dari pengetahuan dan sikap seseorang.
contohnya
Mengambil keputusan sendiri: Pemimpin membuat keputusan penting tanpa berkonsultasi dengan anggota tim, bahkan jika keputusan tersebut akan berdampak langsung pada mereka
Kurang transparan: Informasi penting tidak dibagikan kepada anggota tim, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan
Sulit didekati: Pemimpin menciptakan jarak antara dirinya dan anggota tim, sehingga sulit bagi anggota tim untuk menyampaikan pendapat atau masalah
Kurang responsif terhadap feedback: Pemimpin tidak terbuka terhadap kritik atau saran dari anggota tim
Prilaku Terbuka (Overt behavior)
Terjadi apabila respon terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakkan atau praktek dan dapat di amati orang lain. Bentuk ini dilihat dari tindakan nyata atau dalam bentuk prilaku.
contohnya
Komunikasi yang terbuka: Pemimpin menciptakan lingkungan di mana anggota tim merasa nyaman untuk berbagi ide, pendapat, dan kekhawatiran
Melibatkan anggota tim: Pemimpin melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan, sehingga mereka merasa memiliki kepemilikan atas keputusan tersebut
Transparansi: Pemimpin secara terbuka membagikan informasi penting kepada anggota tim, sehingga mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan dan tantangan organisasi
Terbuka terhadap feedback: Pemimpin menghargai masukan dari anggota tim dan menggunakannya untuk perbaikan