Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Anak Kurus dan Lesu, Athallah Noufal Mubarak(2206046986) - Coggle Diagram
Anak Kurus dan Lesu
-
TB paru
etiologi
Mycobacterium tuberculosis, kerabat dekat kompleks
-
-
M. africanum -> terendah, daerah tertentu (Afrika)
-
-
-
tb paru
pf
-
Inspeksi umum: Sesak/tidak, napas cuping hidung, penggunaan otot bantu napas, suara (serak/mengi/stridor)
-
Inspeksi leher: Penggunaan otot sternokleidomastoideus atau suprasternal, bendungan vena, kelenjar limfe
-
Inspeksi dada depan → Bendungan vena, tumor, ginekomastia, bentuk dada, penyempitan/pelebaran intercostal, kesimetrisan dada, frekuensi pernapasan
-
Palpasi leher: Daerah submandibula, m. sternocleidomastoideus, dan supraklavikula. Posisi trakea → simetris atau tidak
-
-
Pemeriksaan fremitus: Meminta anak untuk mengatakan beberapa kata (jika sudah bisa berbicara) atau menilai saat menangis.
Menilai getaran → cek pneumonia, efusi pleura dan pneumotoraks
-
-
-
Perkusi batas paru: Paru-liver, paru-gaster, paru-jantung
-
-
-
tanda dan gejala
-
-
-
Limfadenopati mediastinum, hilus paru, dan lesi parenkim paru
-
-
Nodus limfa paru → nekrosis → batuk, dispnea, malaise, dan demam
Reaksi hipersensitivitas → nyeri dada, demam, imun turun
-
-
pemeriksaan mikrobiologi
pulasan bta
-
-
Kaca preparat dengan sediaan dilewatkan pada api→ memudahkan karbol fuchsin berikatan dengan dinding sel
-
-
-
-
-
-
-
kultur
-
-
Agar: kelebihan sebagai media yang paling baik dalam mendukung pertumbuhan bakteri M. tuberculosis dan dapat dilakukan uji niasin→ tapi mudah terkontaminasi
-
-
real time pcr
-
Xpert MTB/RIF, Xpert MTB/RIF Ultra, dan Truenat
-
Xpert MTB/RIF dan Xpert MTB/RIF Ultra→ pemeriksaan awal pada populasi dewasa dan anak dengan tanda dan gejala tuberkulosis paru
Spesimen deteksi MTB pada anak: sputum, aspirasi cairan lambung, aspirat nasofaringeal, dan feses
-
-
-
tatalaksana farmako tb
Pengobatan awal
-
Pengobatan diberikan secara rutin, yakni dikarenakan untuk menurunkan jumlah kuman yang ada di tubuh pasien tb dan meminimalisir perngaruh dari sebaguan kecil kuman yang mungkin sudah resisten sebelum dilaksanakannya pengobatan. Pengobatan tahap awal dibutuhkan waktu dua bulan. Pada umumnya dengan pengobatan secara teratur daya penularan dari penyakit tb itu sendiri sudah sangat dilemahkan selama pengobatan tahap awal berjalan.
-
Pengobatan tahap lanjutan adalah pengobatan yang bertujuan membunuh sisa sisa kuman yang masih ada dalam tubuh, untuk mencegah kuman yang presisten menimbulkan kekambuhan , durasi pengobatan tahap lanjutan adalah 4 bulan dan obatnya diberikan di setiap hari.
Streptomicin
Strepto micin adalah obat sexond line yang bisa dipakai ntuk infeksi TB, fungsi dari streptomicin adalah menginhibisi ribosom bagian 30s sehingga pembentukan protein bagi bakteri yang diawali oleh interaksi anatra mrna dengan ribosom yang terdiri dari 30s dan 50s sehingga membentuk protein fungsional dan struktural bakteri, streptomicin menghambat ribosom bagian 3ds dari bakteri sehingga produksi protein cenderung sangat sedikit lebih berkurang dari pada biasanya.
-
-
Isoniazid menginhibisi enoyl reduktase yang membantu pembentukan cell wall bakteri. Dengan di inhibisi oleh isoniazid maka enoyl reduktase melemahkan produksi dari enzim yang membentuk cell wall dan dengan melemahnya sell bakteri maka bakteri akan mati.
-
-
-
-
Pyrazinamide sendiri menginhibisi micolic acid formation, obat ini menginhibisi enzim fatty acid syntase fungsinya adalah mengsintesis molekul yang sangat penting untuk dinding sell bakteri mycolic acid.
-
-
patogenesis TB
-
Mencapai alveoli → >90% bakteri akan dihancurkan oleh pulmonary alveolar makrofag (PAM) → proses innate immunity
<10% → bakteri bertahan hidup dan berkembang di dalam makrofag → M.tb punya kemampuan menghambat pross fusi fagosom-lisosom dalam makrofag →bisa bertahan hidup dan bereplikasi
Makrofag yang terinfeksi → teraktivasi dan melepaskan sitokin inflamasi → aktivasi dan rekrut neutrofil, limfosit T, dan monosit ke tempat infeksi respiratori
Dalam 2-8 minggu, sistem imun mulai merespon → sel dendritik dan makrofag menyajikan antigen bakteri ke limfosit T melalui MHC kelas II → CD4+ T sel yang sudah tersensitisasi oleh antigen akan melepaskan interferon gamma → aktivasi makrofag untuk menghancurkan bakteri → Terbentuk granuloma
-
-
tb paru
pencitraan
-
-
Kaca preparat dengan sediaan dilewatkan pada api→ memudahkan karbol fuchsin berikatan dengan dinding sel
-
-
-
-
-
-
-
mantoux
Mengukur respons sistem kekebalan terhadap larutan PPD (protein murni) yang disuntikkan di bawah kulit.
-
Tidak mengandung bakteri hidup, sehingga tidak menyebabkan sakit.
-
-
-
pleura fluid
-
-
-
-
-
-
Sel darah melepaskan protein interferon-gamma (IFN-γ) saat dicampur dengan antigen TB di laboratorium.
lab
-
-
Kaca preparat dengan sediaan dilewatkan pada api→ memudahkan karbol fuchsin berikatan dengan dinding sel
-
-
-
-
-
-
-
-
-