Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
BAB VIII MASALAH KESULITAN BELAJAR - Coggle Diagram
BAB VIII
MASALAH KESULITAN BELAJAR
Kesulitan belajar pada intinya merupakan sebuah permasalahan yang menyebabkan seorang peserta didik tidak dapat mengikuti proses belajar dengan baik seperti peserta didik lain pada umumnya yang disebabkan faktor-faktor tertentu sehingga terlambat atau bahkan tidak mencapai tujuan belajar dengan baik sesuai dengan yang diharapkan
Individu yang
mengalami kesulitan belajar menunjukkan gejala sebagai berikut:
Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya.
Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah dibanding
sebelumnya.
Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah
dilakukan.
Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.
Menunjukkan sikap yang kurang wajar, misalnya masa bodoh dengan proses belajar dan pembelajaran, mendapat nilai kurang tidak menyesal, dst
Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma, misalnya
membolos, pulang sebelum waktunya, dst.
Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, misalnya mudah
tersinggung, suka menyendiri, bertindak agresif, dan seterusnya.
Macam-macam kesulitan Belajar
Kekacauan Belajar atau Learning Disorder
Ketidakmampuan Belajar atau Learning Disability
Ketidakmampuan Mengikuti Pelajaran atau Learning
Disfunctions
Prestasi rendah/kurang Under achiever
Lambat Belajar atau Slow Learner
Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Faktor Internal
Faktor kejiwaan, antara lain:
Kecerdasan (IQ), peserta didik yang IQ terlalu rendah juga
dapat menjadi kendala dalam proses belajar.
Bakat, peserta didik yang kurang atau tidak memiliki bakat dalam suatu kegiatan belajar tertentu akan mengalami kesulitan belajar.
Minat terhadap materi yang sedang dipelajari.
Motif belajar rendah; kurang motivasi atau dorongan untuk belajar. Rasa percaya diri kurang;
Disiplin pribadi yang rendah.
Sering meremehkan persoalan.
Integritas kepribadian lemah.
Faktor kejasmanian, antara lain:
Keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit);
Adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan
Adanya gangguan pada fungsi indera;
Kelelahan secara fisik
Faktor Eksterna
Faktor instrumental
Kemampuan profesional dan kepribadian dosen yang tidak memadai.
Kurikulum yang terlalu berat bagi mahasiswa
Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan
baik.
Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan
kebutuhan.
Faktor lingkungan
Lingkungan keluarga, ketidakharmonisan dalam keluarga,
mempengaruhi anak dalam belajar.
Lingkungan sekolah, lingkungan
tempat belajar yang tidak konndusif
Lingkungan pergaulan: Teman-teman bergaul yang sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap, perilaku dan karakter seseorang.