Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Ruang Perbaikan Pengawasan BPKP - Coggle Diagram
Ruang Perbaikan Pengawasan BPKP
Pemahaman atas Proses Bisnis
Desain intervensi
Desain pengawasan yang disusun tidak dapat mengidentifikasi titik kritis dan permasalahan hakiki
Kurangnya pemahaman atas proses bisnis obyek pengawasan
Data/informasi penting terkait proses bisnis obyek pengawasan tidak diperoleh
Lemahnya koordinasi/komunikasi dengan obyek pengawasan
Tidak terjalinnya kemitraan yang kuat dengan obyek pengawasan
Lemahnya pemahaman terkait kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Pendidikan dan pelatihan belum mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Tidak ada strategi atau pendekatan yang sistematis untuk memperoleh data penting
Perencanaan pelaksanaan pengawasan tidak dilakukan secara memadai
Lemahnya kualitas arahan dari manajemen
Lemahnya kompetensi auditor terkait perencanaan kegiatan pengawasan
Kurangnya komunikasi internal, baik antar personil tim maupun antara tim dengan manajemen
Stakeholders yang terlibat
Pemetaan titik kritis
Kedalaman dan Kebaharuan Informasi/Hasil Pengawasan
Perluasan/pembaharuan fokus pengawasan
Tidak dilakukan pemutakhiran desain pengawasan untuk sektor/tema/topik yang berulang
Rendahnya pemahaman sistemik atas obyek pengawasan
Lemahnya pemahaman terkait kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Pendidikan dan pelatihan belum mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Pemetaan bottleneck dan permasalahan riil penyelenggaraan pembangunan di lapangan
Ketajaman dan Elaborasi Analisis dan Sintesis
Pemrioritasan fokus analisis/sintesis pengawasan
Interpretasi dan analisis data serta pengambilan simpulan hanya mengacu pada data hasil pengawasan
Rendahnya pemahaman sistemik atas obyek pengawasan
Auditor kurang terlatih dalam teknik analisis secara makro dan mendalam, seperti analisis statistik, big data, ataupun analisis kualitatif.
Pendidikan dan Pelatihan belum mampu meningkatkan kemampuan analisis secara makro dan mendalam
Implikasi analisis dan sintesis bagi perbaikan penyelenggaraan pembangunan
Sorotan atas Kontribusi Peran Pemda
Analisis mekanisme burden sharing penyelenggaraan pembangunan
Analisis pemenuhan peran pemda: desain, implementasi, dan hambatan penyelenggaraan pembangunan daerah (termasuk dari aspek kebijakan)
Desain pengawasan yang disusun oleh Rendal tidak dikembangkan lebih lanjut oleh Perwakilan
Peran Perwakilan dalam pengembangan desain pengawasan yang disusun oleh Rendal masih bersifat opsional
Ketergantungan Perwakilan pada pedoman atau template laporan dan kertas kerja dari Rendal
Kurangnya peran manajemen di Perwakilan dalam mendorong pengembangan desain pengawasan untuk penyusunan Laporan Eksekutif Daerah yang berkualitas
Kurang meratanya sebaran kualitas dan kuantitas SDM di Perwakilan
Kurangnya pemahaman atas proses bisnis obyek pengawasan dalam konteks daerah
Data/informasi penting terkait proses bisnis obyek pengawasan tidak diperoleh
Lemahnya koordinasi/komunikasi dengan pemerintah daerah
Tidak terjalinnya kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah
Lemahnya pemahaman terkait kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Pendidikan dan pelatihan belum mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis kebijakan publik, manajemen pembangunan, dan keuangan negara/daerah
Implikasi terhadap perbaikan kebijakan dan penyelenggaraan pembangunan