Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
sering berbicara sendiri dan marah-marah (skizofrenia), HELVI RAMADHANI,…
sering berbicara sendiri dan marah-marah (skizofrenia)
definisi gangguan psikotik
kondisi di mana penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri
cara menegakkan diagnosis skizofrenia
kriteria diagnosis menurut DSM IV
berlangsung paling sedikit 6 bulan
penurunan fungsi psikososial, pekerjaan
pernah mengalami psikotik aktif
tidak ditemui gejala yang sesuai dengan skizoafektif, gangguan mood mayor, autisme dan gg organik
DSM - 5
2 / lebih gejala minimal 1 bln (1,2,3 salah satu harus ada)
halusinasi
pembicaraan disorganisasi
waham
perilaku disorganisasi berat / katatonik
gejala (-)
PPDGJ III
halusinasi yang menetap
alur pikir yang terputus, tersisip: inkoherensi, irelevansi,
neologisme
waham-waham menetap lain: tema keagamaan, politik,
perilaku katatonik
halusinasi yang membicarakan atau mengomentari
perbuatan penderita
gejala-gejala “negatif”
perubahan perilaku konsisten dan menyeluruh
“thought echo”, “thought insertion or withdrawal”,
“thought broadcasting”
waham dikendalikan, waham dipengaruh
klasifikasi skizofrenia
skizofrenia paranoid
paling stabil dan paling sering, waham dan halusinasi menonjol
skizofrenia disorganisasi (hebefrenik)
usia muda, berperilaku spt anak-anak
skizofrenia katatonik
stupor katatonik (tidak berespons thdp lingkungan)
negativisme (melawan semua perintah)
rigiditas katatonik
kegembiraan katatonik (pasien aktif dan gembira)
postur katatonik (mempertahankan posisi aneh)
skizofrenia tak terinci
skizofrenia residual
skizofrenia simpleks
depresi pasca skizofrenia
skizofrenia tak tergolongkan
skizofrenia lainnya
etiologi skizofrenia
genetika
gg neurotransmitter
hipotesis dopamin
hipotesis glutamat
hipofungsi NMDA
hipotesis serotonin dan norefinefrin
gg morfologi dan fungsional otak
gg imunitas
definisi skizofrenia
gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.
patofisiologi skizofrenia
faktor risiko skizofrenia
riwayat keluarga dengan skizofrenia
gg endokrin
metabolisme
kelainan SSP
prognosis skizofrenia
lebih buruk pada pria
50% penderita mengalami disabilitas
20% dapat kembali bekerja sempurna, 30% dapat mempertahankan hubungan sosial yang stabil, 50% membutuhkan rawat inap satu kali atau lebih
tata laksana skizofrenia
hospitalisasi
farmakoterapi
antipsikotik
tipikal
chlorpromazine, flupenthixol, fluphenazine, haloperidol
atipikal
clozapine, risperidon, losapin
diagnosis banding
skizoafektif
skizotipal
edukasi
edukasi pasien tentang gajala skizofrenia
penghentian tiba tiba obat skizofrenia menyebabkan kekambuhan dan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain
pencegahan
hindari penggunaan zat seperti kokain, amfetamin dan alkohol
HELVI RAMADHANI
NPM 1908260083 SGD 2