Terminologi Eukariot, Prokariot dan Virus yang Terkait Rongga Mulut, Specific dan Non-specific Plaque Hypothesis

TERMINOLOGI EUKARIOT (TINGKAT RENDAH-TINGGI), PROKARIOT, DAN VIRUS

Eukariot

menyimpan DNA mereka di kompartemen internal yang disebut nukleus

Tingkat [rendah ke tinggi] → Fungi - Protozoa - Sel Tanaman - Sel Hewan

memiliki membran inti → memisahkan DNA Kromosom sel dari isi sitoplasma

Prokariotik

Kecil dan sederhana

Tidak memiliki berbagai organel dan struktur subselular

Berbentuk spherical atau rod-shaped

Perbedaan Prokariot dan Eukariot

Organ terbungkus sel

Prokariot : Tidak ada

Eukariot : Ada (mitokondria, badan golgi, reticulum endoplasma, lisosom)

Dinding sel

Prokariot : ada peptidoglikan

Eukariot : tidak ada peptidoglikan

Mitosis

Prokariot : tidak ada

Eukariot ada

Virus

Genom yang terdiri dari DNA atau RNA

Tidak memiliki ribosom, alat sintesis protein

Ukuran kecil (10-100 nm), rata-rata sekitar sepersepuluh ukuran bakteri

ORAL HABITAT

Permukaan Gigi

Epitel crevicular

Dorsum Lidah

Prosthodontic dan orthodontic appliance (jika ada)

Mukosa bukal

Mukosa pipi relatif jarang terjadi kolonisasi jika dibandingkan dengan permukaan lidah yang berpapilla.

Mukosa berkeratin dan non-keratin berkemungkinan menawarkan perlindungan untuk varian flora mulut.

Fitur dan relung khusus dari mukosa oral berkontribusi pada keanekaragaman flora

Permukaan papila pada lidah → tinggi potensi tempat mikroorganisme berkembang karena memiliki potensial reduksi yang rendah

Pada permukaan halus → didiami oleh spesies yang lebih kecil dari pit dan fisura

Permukaan subgingival → lebih banyak didiami oleh bakteri anaerobik dibanding permukaan supragingival

Bakteri yang berkolonisasi memainkan peran penting dalam inisiasi dan perkembangan penyakit gingiva dan periodontal

Jika ada dan tidak dijaga kebersihannya dengan cermat, peralatan gigi dapat bertindak sebagai reservoir bakteri dan ragi

ORAL BIOFILM

Kondisi ketika organisme menempel pada permukaan inang lalu biasanya cenderung berkumpul dan membentuk komunitas sel intelijen

Komponen

Tersusun dari banyak organisme yang membentuk suatu entitas multiseluler

Jenis

Denture

Dental plaque

Implan

FAKTOR PENENTU KOMPOSISI MIKROORGANISME

Anatomical factors

Malaligment gigi

Kualitas restorasi yang buruk

Topografi gigi

Non-keratinized sulcular epithelium

Bentuk gigi

Saliva

Gingival Crevicular Fluid

Microbacterial Factors

Nutrition of Oral Bacteria

Local Environmental pH

Oxidation-Reduction Potential

Antimicrobial Therapy

Diet

Iatrogenic Factors

MIKROORGANISME SEBAGAI SUMBER ANTIGEN

Antigen = zat yang dapat merangsang sistem imunitas tubuh untuk menghasilkan antibodi sebagai bentuk perlawanan. Antigen di dalam tubuh manusia bisa berbentuk bakteri, virus, atau bahan kimia tertentu.

Mikroorganisme = Makhluk hidup yang berukuran kecil (mikroskopis), yang memiliki bentuk kehidupan serta karakteristik yang khas yang bisa dibedakan dari organisme lain, terutama mampu hidup diberbagai habitat.

Kesimpulan = Mikroorganisme dapat dikatakan sebagai sumber terbentuknya antigen untuk menstimulasi respon imun.

MIKROORGANISME OPORTUNISTIK

Mikroorganisme harus diberi kesempatan khusus untuk mengalami kelemahan atau penurunan pertahanan inang (host) agar dapat menginfeksi.

Contoh

bronkitis kronis pada perokok di mana bakteri flora normal dapat menyerang paru-paru yang melema

jika terdapat sukrosa di oral environment, Streptococcus mutans yang awalnya bersifat komensal berubah menjadi patogen dan menyebabkan karies.

FAKTOR VIRULENSI

Virulensi

Ukuran kuantitatif patogenisitas yang berhubung dengan potensi toksigenik dan invasiveness.

Definisi

Mikroorganisme yang berkontribusi dalam meningkatkan patogenisitas sehingga menyebabkan penyakit.

Keterkaitan

Karies

Lactobacilli: di lesi karies dimana pH tergolong asam

Actinomyces naeslundii: menyebabkan karies akar

Streptococcus mutans: polisakarida ekstraselulernya membantu untuk menempel pada permukaan enamel

Infeksi Mukosa Mulut

Oral Candidiasis: infeksi C. Albicans

Stomatitis: disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan/atau Candida infection dan berbagai faktor lainnya

ORAL MICROBIOME

Genom kolektif mikroorganisme yang berada di rongga mulut, yang terdiri dari beragam organisme seperti eubacteria, archaea, fungi, mikoplasma, protozoa, dll

Klasifikasi

Culturable

Bersifat viable (aktif secara metabolik atau fisiologis)

Kultur berfungsi untuk mengidentifiksi bakteri normal secara lebih lanjut

Metode yang dilakukan untuk memperbanyak mikroorganisme pada media kultur, dengan cara dibiarkan berkembang biak dalam laboratorium yang terkendali

Unculturable

Mikroorganisme yang tidak dapat dibudidayakan menggunakan teknik kultur di laboratorium.

Kebutuhan nutrisi dari mikroorganisme tidak diketahui

Organisme yang tidak dapat dibudidayakan pada saat ini sedang diidentifikasi menggunakan teknik molekuler

ORAL MICROBIAL

Klasifikasi

Pengaturan organisme ke dalam kelompok (taksa) atas dasar persamaan dan perbedaan diantara mereka. Prinsip klasifikasi mikroba:

Penentuan dan perbandingan karakteristik dari masing-masing microbial sebanyak mungkin

Identifikasi

Proses penentuan suatu isolat baru termasuk dalam takson tertentu

Proses di mana fitur-fitur utama mikroorganisme digambarkan

Setelah fitur-fitur tersebut dibuat, profil dibandingkan dengan mikroorganisme lain yang dalam database

Patogen

Mikroorganisme parasit, yang dapat menyebabkan penyakit

Oral microbial termasuk komunitas bakteri intraseluler yang menyerang sel epitel gingiva dan bukal mulut

Potensi Pertumbuhan

dipengaruhi oleh

oxygen

mechanical abrasive forces

pH

fluid flow

temperature

host age