Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Gangguan perkembangan anak, 1808260042, Nada Rizki Hanifah - Coggle Diagram
Gangguan perkembangan anak
Gangguan perkembangan motorik
Gangguan Perkembangan motorik halus
Posisi kedua tangan mengenggam walaupun sudah diberi rangsangan untuk membuka (misal dengan mainan) setelah usia 3 bulan
Kedua lengan dan tangan cenderung berada di samping tubuh
Gerakan lebih aktif pada salah satu tangan
Anak kesulitan meraih dan menggenggam benda
Anak tidak dapat mengarahkan kedua tangannya ke tengah tubuh (misalkan tepuk tangan) setelah usia 8 bulan
Anak tidak dapat menggenggam benda dengan kedua tangan
Anak kesulitan melepaskan benda yang sedang digenggam setelah usai 1,5 tahun
Anak jarang menatap kearah tangan terutama ketika sedang meraih atau menggenggam benda
gangguan perkembangan motorik kasar
Posisi anak terlihat asimetris kanan dan kiri saat berbaring atau telungkup
Gerakan lengan dan tungkai terlihat asimetris kanan dan kiri
Anak terlihat kaku
Jika diangkat dan diberdirikan, kedua tungkai anak menyilang
Belum dapat berguling setelah usia 8 bulan
Belum dapat duduk tanpa topangan setelah usia 8 bulan
Belum dapat berjalan tanpa topangan setelah usia 1,5 tahun
Gangguan perkembangan kognitif
Etiologi Gangguan perkembangan kognitif anak
kelainan genetik
gangguan kesehatan tertentu segera sesudah lahir
paparan zat berbahaya seperti racun atau logam berat atau alkohol sebelum atau setelah lahir
gangguan belajar
ditelantarkan sejak bayi atau sejak awal masa kanak-kanak
mengalami down sindrom
gangguan perkembangan pervasif
gangguan kesehatan berat pada bayi baru lahir
distribusi anatomi fungsi kognitif
Lobus temporal medial, yang meliputi hipokampus dan area otak yang berdekatan, berperan dalam mengubah memori dari bentuk jangka pendek ke bentuk jangka panjang
Korteks temporal infero-lateral: Memori semantik
Pembentukan hipokampus: Pengkodean memori episodik baru
Pengetahuan deklaratif membutuhkan pemrosesan di wilayah temporal medial
Lobus frontal berkaitan dengan respon perilaku yang tepat dan selektif dan menghambat perilaku yang tidak sesuai
Memori kerja, sejenis memori sementara yang memungkinkan kita untuk mempertahankan apa yang dikatakan seseorang cukup lama untuk dibalas, sebagian bergantung pada korteks prefrontal
Lobus parietal berkaitan dengan perhatian selektif
Lobus oksipital berkaitan dengan perhatian visual dan persepsi penglihatan
fungsi kognitif
fungsi intelektual
merencanakan
memahami
menalar
perilaku adaptif
menerapkan keterampilan sosial dan praktis dalam kehidupan sehari-hari
gangguan kognitif
gangguan kognitif ringan
Anak-anak dalam kategori ini memiliki nilai IQ antara 55 dan 70 dan biasanya termasuk dalam kelas reguler.
gangguan kognitif sedang
anak-anak dengan jenis kecacatan ini memiliki skor IQ antara 30 dan 55.
gangguan kognitif berat
Anak-anak dengan cacat kognitif parah memiliki skor IQ yang berada di bawah 30 dan akan memiliki sedikit keterampilan komunikasi, dan akan membutuhkan pengawasan langsung.
tanda dan gejala gangguan kognitif anak
Di usia 2 bulan kurang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu atau seseorang.
Di usia 4 bulan belum bisa mengikuti gerak benda.
Di usia 6 bulan belum bisa merespons atau mencari sumber suara.
Di usia 9 bulan belum mampu babbling atau mengucap kata “mama” atau “baba”.
Di usia 24 bulan belum mampu mengucapkan kata yang memiliki arti.
Di usia 36 bulan belum bisa merangkai tiga kata.
gangguan perkembangan sosial-emosional
tunalaras (anak yang mengalami hambatan emosi dan tingkah laku sehingga kurang dapat atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungannya dan hal ini mengganggu situasi belajarnya)
The semi-sosialize child
Anak yang termasuk kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial tetapi terbatas pada lingkungan tertentu, misalnya: keluarga dan kelompoknya.
Children arrested at a primitive level or sosialization
Anak pada kelompok ini dalam perkembangan sosialnya berhenti pada level atau tingkatan yang rendah. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan ke arah sikap sosial dan terlantar dari pendidikan, sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya
Children with minimun sosialization capacity
Anak pada kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Ini disebabkan oleh pembawaan atau kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini banyak yang bersikap apatis dan egois
faktor penyebab gangguan sosial-emosional pada anak
Kondisi/keadaan fisik
Masalah Perkembangan
Lingkungan Keluarga
kasih sayang dan perhatian
keharmonisan keluarga
kondisi ekonomi
lingkungan sekolah
gangguan perkembangan bicara dan bahasa
etiologi gangguan bicara dan bahasa
lingkungan sosial
Sistem input (pendengaran, penglihatan dan
integritas taktil kinestetik)
Sistem pusat bicara dan bahasa
Sistem produksi : laring, faring, hidung,
struktur mulut.
klasifikasi gangguan bicara dan bahasa
gangguan suara
Gangguan produksi suara dan berbicara
sekunder karena kelainan struktural oral fasial
Sekunder karena kelainan neural motor.
Gangguan berbicara dan berbahasa
Sekunder karena kerusakan kognitif
Sekunder karena faktor lingkungan yang tidak menunjang
Sekunder karena kerusakan pendengaran
4.Gangguan primer pada perkembangan berbahasa
disfasia perkembangan
Gangguan campuran reseptif ekspresif
Verbal auditorial agnosia
Sindroma fonologis sintaksis
gangguan ekspresif
Perkembangan dispraksia verbal
Gangguan berkurangnya pemprograman bicara
Gangguan proses fungsi luhur
Lexical deficit disorder
Gangguan semantic – pragmatic
autism
gangguan membaca
gangguan berbahasa
Diskoordinasi artikulasi – grafomotor
Gangguan persepsi visuospasial.
Gangguan berbicara dan berbahasa yang didapat
gangguan tipe campuran
tanda dan gejala
aturan yang dipakai bila anak berumur 3 tahun tidak bisa membuat kalimat tiga kata, maka harus dipikirkan kemungkinan perkembangan disfasia
Problem perilaku : yaitu perilaku hiperkinetik dan sering
disertai agresifitas
Problem kontak kearah autistiform / penarikan diri secara
depresif
problem dalam pergaulan sosial.misalnya,tidak bisa mengeskspresikan diri,tidak bisa ikut bermain grup atau tidak bisa ikut dalam diskusi/obrolan dalam kelompok,sering ditertawakan teman-teman dan sebagainya.
Pada umur sekolah sering ditemukan problem membaca
dan mengeja
1808260042
Nada Rizki Hanifah