Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PENURUNAN KESADARAN EC. ASIDOSIS METABOLIK - Coggle Diagram
PENURUNAN KESADARAN
EC. ASIDOSIS METABOLIK
Klasifikasi Gangguan Keseimbangan Asam-Basa
Asidosis (pH <7,35)
Metabolik (HCO3- <22)
Respiratorik (PaCO2 >45)
Alkalosis (pH >7,45)
Metabolik (HCO3- >26)
Respiratorik (PaCO2 <35)
Tx Awal Kondisi Darurat
tromethamine (THAM)
carbicarb
pemberian alkali (natriumbikarbonat)
Asidosis metabolik karena gagal ginjal (anion nonorganic)
ditanggulangi dengan dialisis (renal replacement therapy)
trobat
pada syok, hipoksemia dan diabetes pengobatan ditujukan
pada penyakit primer, yaitu dengan resusitasi cairan, oksigenasi dan insulin
Patogenesis Asidosis Metabolik
Asidosis metabolik berkembang karena berkurangnya massa ginjal dan ketidakmampuan dari nefron yang tersisa untuk mengeluarkan beban asam harian melalui ammoniagenesis. produksi NH3 di tubulus ginjal dirangsang oleh asidosis intraseluler. Ketika beban asam sistemik meningkat sedikit, keseimbangan dijaga oleh peningkatan produksi dan ekskresi dari NH4 + . Kegagalan untuk mengeluarkan NH4 + sehingga menyebabkan retensi ion H+ dan menyebabkan metabolik asidosis. ketidakmampuan untuk mengeluarkan NH4 + (Proksimal tubulus) atau ion H+ (tubulus distal), akan diterjemahkan menjadi asidosis tubular melalui mekanisme dependen pH. Hiperkalemia, di sisi lain, dapat menginduksi intraseluler alkalosis dan juga bersaing dengan kalium dalam pompa Na+ /K+ /2Cl yang terletak di loop henle ascending tebal, mengurangi NH4 di collecting tubulus. Seperti yang dinyatakan sebelumnya meningkatnya ammoniagenesis dari nefron meningkat sebagai kompensasi atas penurunan fungsi dari nefron itu sendiri
Patofisiologi Penurunan Kesadaran
kesadaran ditentukan oleh kondisi pusat kesadaran yang berada di kedua hemisfer serebri dan Ascending Reticular Activating System (ARAS). jika terjadi kelainan pada kedua sistem ini, baik yang melibatkan sistem anatomi maupun fungsional akan mengakibatkan terjadinya penurunan kesadaran dengan berbagai tingkatan. penurunan kesadaran disebabkan oleh gangguan pada korteks secara menyeluruh misalnya pada gangguan metabolik, dan dapat pula disebabkan oleh gangguan ARAS di batang otak, terhadap formasio retikularis di thalamus, hipothalamus maupun mesensefalon
Tahapan Pemeriksaan Primer dan Sekunder
primary survey
Airway: jalan napas obstruksi? look listen feel
Breathing: suara napas, bernafas spontan?
Circulation: sianosis? warna kulit? akral?
Disability: tingkat kesadaran dan pupil
Exposure/Environment: jaga privasi cegah hipotermi
secondary survey
Full set of vital sign: suhu tubuh, nadi, frekuensi napas, tekanan darah, saturasi oksigen, bb wajib pada anak dan bayi
Give comfort measure: penilaian nyeri
History: Alergy, Medication, Past illness, Last meal, Event
Head to toe
Komplikasi dan Prognosis
Komplikasi
asidosis metabolik akut: penurunan cardiac output dan kontraktilitas, vasodilatasi arterial hingga hipotensi. perubahan status mental dan letargi. infeksi, produksi energi sel terganggu. komplikasi banyak terjadi pada pH <7,1-7,2
asidosis metabolik kronik: banyak berpengaruh pada metabolisme tulang dan sistem muskuloskeletal, ggn toleransi glukosa, penurunan sintesa albumin, ggn pertumbuhan pada anak2
Prognosis
dipengaruhi oleh berat ringannya asidosis
fatal bila pH <7,1 atau HCO3- <5 mEq/L
fatal: lakukan tindakan segera untuk menghindarkan pengaruh asidosis terhadap organ tubuh lain yang dapat menimbulkan kematian
Penyebab Umum Asidosis Metabolik
asidemia: pH <7,35
anion gap (anaerobic metabolism): cyanide dan karbon monoksida, arsenic, toluene, metanol dan metformin, uremia, DKA, paraldehid, besi/iron, laktat, etilen glikol, salisilat
non-anion gap (kehilangan bikarbonat): penyakit addison, renal tubular asidosis (RTA), diare, asetazolamid, spironolakton, saline infusion
Diagnosis Banding Penurunan Kesadaran
hipoglikemi
hiperglikemi
ggn kesadaran
syok
trauma kepala
CMD
Anamnesis
KU: sesak nafas, penurunan kesadaran
RPT: Diabetes mellitus, riw. ggn fungsi ginjal, riw. enteritis berat
RPO: keracunan obat-obatan, salisilat ataupun alcohol
KT: kelemahan otot akibat hipokalemia
Pemfis
Pasien bernafas cepat: pernafasan Kusmaull
Ketoasidosis: bau nafas aroma buah
Ggn fungsi ginjal: bau nafas aroma urin
Keracunan alcohol: bau nafas aroma alcohol
Pasien pucat dan sembab/edem: ggn fungsi ginjal
Lidah, axila dan kulit kering: diabetic ketoasidosis
Pasien tidak mampu melangkah: akibat hipokalemia
P. Penunjang
lab: analisis gas darah (AGD), elektrolit darah (Na, K, Cl), ureum dan kreatinin darah, gula darah
keracunan alkohol: tambahkan pemeriksaan osmoallitas darah
ketoasidosis: tambahkan pemeriksaan keton dalam darah
curiga asidosis laktat: tambahkan pemeriksaan asam laktat dalam darah
asidosis metabolik dengan anion gap (AG) normal: tambahkan pemeriksaan elektrolit urin (Na, K, Cl)