Syok Kardiogenik
defenisi :
tahapan syok
faktor resiko
tanda-tanda syok
Klasifikasi syok
patofisiologi
etiologi
Diagnosis banding nyeri dada: slipping- rib syndrome, ACS, APS, STEMI, Kostokondritis, Perikarditis,PJK
Komplikasi
edukasi : Jika pasien memiliki faktor risiko, pasien sebaiknya diberikan edukasi mengenai tanda dan gejala awal dari syok kardiogenik.
Untuk itu, pasien perlu diedukasi untuk segera datang ke layanan kesehatan terdekat jika mengalami tanda dan gejala awal.
CMD
pemeriksaan penunjang
Pencegahan
Prognosis : Syok kardiogenik memiliki prognosis yang buruk dan merupakan penyebab utama kematian pada pasien dengan infark miokard akut. Hampir 80% dari pasien meninggal meskipun pengobatan yang optimal.
Syok kardiogenik
Syok distributif
Syok hipovolemik
Syok obstruktif
syok yang disebabkan kegagalan pomps jantung untuk menghasilkan curah jantung yang optimal, dengan akibat kurangnya perfusi jaringan dan hipoksia jaringan
Gagal Jantung kiri
- Disfungsi sistolik
- Disfungsi Diastolik
- Peningkatan Beban akhir / Afterload
- Disfungsi katup jantung atau
gangguan struktur jantung
- kontraktilitas jantung yang menurun
Gagal Jantung Kanan
- Peningkatan beban akhir
- Aritmia
Infark Miokard Akut jenis STEMI
Usia 65-75 tahun keatas
terdapat kondisi medis tertentu mis, obesitas,
diabetes, sepsis.
riwayat menjalani prosedur bypass jantung
perempuan
Sesak napas.
Kulit berkeringat, dingin, dan pucat.
Jantung berdebar, serta denyut nadi menjadi lemah.
Pusing.
Lemas.
Pingsan hingga hilang kesadaran.
Bibir dan kuku jari membiru (sianosis)
1.Tahap I, syok terkompensasi (non-progresif) ditandai dengan respons kompensatorik, dapat menstabilkan sirkulasi, mencegah kemunduran lebih lanjut
- Tahap II, tahap progresif, ditandai dengan manisfestasi sistemis dari hipoperfusi dan keemunduran fungsi organ
- Tahap III, refrakter (irreversible), ditandai dengan kerusakan sel yang hebat tidak dapat lagi dihindari, yang pada akhirnya menuju ke kematian
Stadium
• Stadium I : kehilangan darah 15%, sedikit cemas, nadi 30 ml/jam
• Stadium II : kehilangan darah 15-30%, cemas, nadi >100-120, urin 20-30 ml/jam
• Stadium III : kehilangan darah 30-40%, sangat cemas, nadi >120-140, urin 5-15 ml/jam
• Stadium IV : kehilangan darah >40%, kesadaran letargie, nadi >140, urin sangat sedik
EKG
Foto rontgen thoraks
Tes Laboratorium
Ekokardiografi
Enzim jantung
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
anamnesis identitas pribadi,keluhan utama , tanda gejala syok, rpt rpk, rpo
Hipotensi dengan tanda hipoperfusi organ:
Tekanan darah sistolik < 90 mmHg
Indeks kardial < 2,2 L/min/m2
Tekanan oklusi kapiler pulmo meningkat atau normal > 15 mmHg
Tekanan akhir diastolik ventrikel kanan > 10 mmHg
Kulit tampak pucat atau sianosis, ekstremitas teraba dingin
Laju nadi pada perifer cepat dan lemah; jika ada aritmia, nadi teraba tidak teratur
Distensi vena jugular
Adanya crackles pada auskultasi paru
Edema perifer
Suara jantung terdengar jauh, suara jantung ke-3 dan ke-4 dapat terdengar
Tekanan nadi/pulse pressure rendah
Takikardia
Oligouria
Penurunan kesadaran, perubahan status mental
Murmur sistolik terdengar jika ada regurgitasi katup mitral akut atau adanya defek septum ventrikel:
Disaritmia.
Gagal Jantung
Gagal Ginjal
Aneurisme Ventrikular
Stroke
Tromboembolisme
Kematian
pencegahan primer: Pencegahan ini adalah terkait faktor risiko penyakit jantung yang dapat diubah, yakni dengan berhenti merokok, mengontrol diet (menghindari makanan berlemak tinggi dan makanan cepat saji, serta perbanyak sayur dan buah), menjaga berat badan ideal, serta berolahraga secara rutin.
Pencegahan lain yang dapat dilakukan pasien adalah dengan mengontrol penyakit-penyakit yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan dislipidemia. Edukasikan pada pasien yang memiliki penyakit tersebut untuk minum obat secara teratur, tidak putus obat, serta kontrol teratur.
Pencegahan sekunder: pada pasien yang memiliki riwayat sindrom koroner akut dengan mempersiapkan nitrogliserin pada pasien untuk dikonsumsi saat terjadi gejala awal. Dilanjutkan dengan pemeriksaan ke dokter
Jika memiliki riwayat penyakit yang memiliki risiko mengalami syok kardiogenik maka dapat dilakukan pencegahan dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter dan memodifikasi faktor risiko yang dapat diubah
Tata laksana : Resusitasi dan Ventilasi, Manajemen Hemodinamik, Terapi Mekanikal : IABP (Intra-aortic balloon pump), Reperfusi, Bantuan Sirkulasi Total
Jihan Maghfira
1908260209
SGD 17