Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
post partum hemorrhage, putri cici linda (2008260008) - Coggle Diagram
post partum hemorrhage
-
-
klasifikasi
1. perdarahan post partum dini adalah perdarahan yang terjadi setelah bayi lahir dalm 24 jam pertama persalinan.
2. perdarahan post partum sekunder adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam persalinan, kurang dari 6 minggu pasca persalinan.
tanda & gejala
darah berwarna merah segar, nyeri perut bawah, demam, pernafasan cepat, keringat dingin, penurunan kesadaran, mengantuk atau pingsan.
-
-
CMD
pemfis
- takikardi
- hiperpnea
- tanda" syok (pucat, akral dingin, nadi cepat, TD rendah)
- kontraksi
5.konsisten uterus
- menilai perdarahan
p. penunjang
1. darah rutin
pemeriksaan Hb. umunya terjadi perdarahan masif dapat ditemukan Hb <8 g/dl
2. ABO dan rhesus (Rh)
untuk kepentingan tatalaksanabila pasien membutuhkan transfusi darah
3. USG
melihat apakah terdapat sisa plasenta atau gumpalan darah
-
tatalaksana
tatalaksana awal
- berikan oksitoksin
- infus IV dan mulai pemberiaan cairan kristaloid (Nacl 0,9% atau RL) sesuai dengan kondisi ibu
- lakukan pemantauan nadi, TD, pernapasan ibu
- pemeriksaan kondisi abdomen
- jika fasilitas tersedia lakukan pemeriksaan darah, dan transfusi darah sesuai kebutuhan
- tentukan penyebab perdarahan post partum dan lakukan tatalaksana spesifik yang sesuai
tatalaksana lanjutan
tatalaksana atonia uteri:
- lakukan pemijatan uterus
- pastikan plasenta lahir lengkap
- berikan 20-40 unit oksitosin dalam 1000 ml larutan naCl 0,9% atau RL dengan kecepatan 60 tetes/menit dan 10 unit Im. lanjutkan sampai perdarahan berhenti
- bila perdarahan tidak berhenti juga maka berikan ergometrin 0,2 mg IM/IV
- apabila perdarah masih berlanjut berikan asam traneksamat Iv
- kemudian lakukan kompresi bimanual interna dan eksterna
komplikasi
-
kerusakan pada aliran darah ke kelenjar hipofisis sehingga menyebabkan nekrosis dari kelenjar hipofisis (sindrom sheehan)
perdarahan yang terjadi sangat cepat sehingga menyebabkan kolapsnya sirkulasi dan dapat mengarah pada syok dan kematian.
-
prognosis
pada penderita perdarahan postpartum sangat bergantung pada penatalaksanaan yang diberikan. Jika tatalaksana yang diberikan cepat dan tepat maka tentu saja prognosis pada penderita dengan perdarahan akan baik pula. Namun apabila tatalaksana yang diberikan tidak adekuat, maka mortalitas akan meningkat. Komplikasi
pencegahan
- Pencegahan dapat dilakukan pada pentalaksanaan aktif kala III, yaitu: Pemberiaan oksitoksis.
- Pemantauan denyut nadi, tekanan darah, jumlah darah yang keluar secara ketat dapat mendeteksi perdarahan lebih dini.
- Ibu hamil juga perlu menjaga Kesehatan dengan baik dan mengonsumsi suplemen kehamilan secara teratur agar tubuhnya tetap fit hingga akhir kehamilan dan persalinan berjalan dengan lancar.
- ANC rutin minimal 4 kali selama kehamilan.
edukasi
- Edukasi tentang keadaan ibunya saat ini.
- Memberikan informasi akan keadaan ibu yang mengalami pendarahan pasca persalinan.
- Memberikan informasi yang tepat kepada suami dan keluarga ibu terhadap Tindakan yang akan dilakukan dalam menangani perdarahan pasca persalinan.
- Memastikan dan membantu kelurga jika rujukan akan dilakukan. Transfusi darah
farmakologi uterotonika
Oksitosin adalah golongan obat yang digunakan untuk merangsang kontraksi otot polos uterus dalammembantu proses persalinan, dan pencegahan perdarahan pasca persalinan.
Prostagladin bekerja pada sejumlah reseptor prostagladin yang berlainan. Substansi ini mempengaruhi banyak sistem dan merangsang terjadinya persalinan, pada setiap usia kehamilan
Seperti halnya dengan preparat ergot yang lain, ergometrin berinteraksidengan reseptor serotoninergik, noradenergik (alfa1) dan dopaminergik dengancara yang kompleks. Kerjanya pada reseptor serotonin serta afla1 diperkirakanmelandasi kontraktilitas uterus dan usus yang ditimbulkan oleh ergometrin.
-