Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Hubungan antar kelompok Thoriq Muhammad Syamil 11211133086 - Coggle…
Hubungan antar kelompok
Thoriq Muhammad Syamil
11211133086
Definisi
Terjadi apabila anggota dua kelompok atau lebih saling berinteraksi dan terjadi berdasarkan penghayatan anggota kelompok tersebut pada kelompoknya atau berdasarkan seberapa kuat ia mengindentifikasikan diri pada kelompoknya.
Intergroup bias: Perceiving us and them
Conflict and categorization
Tajfel dan Turner menyimpulkan bahwa "hanya persepsi milik dua kelompok yang berbeda yaitu kategorisasi sosial itu sendiri adalah cukup memicu diskriminasi antar kelompok yang menguntungkan ingroup
Kategorisasi menggerakkan sejumlah proses afektif, kognitif, emosional, dan interpersonal yang bergabung untuk mempertahankan dan mendorong konflik antar kelompok
The ingroup-outgroup bias
Ingroup positivity dan outgroup negativity
Pro ingroup
Anti outgroup
Implicit intergroup biases
Bias ingroup-outgroup adalah bias implisit-halus tidak disengaja dan bahkan tidak disadari karena beroperasi dibawah tingkat kesadaran
Double-standard thinking
Kecenderungan untuk mempertimbangkan dan atribut kelompok sendiri sebagai positif, tetapi untuk hal yang sama ini sebagai negatif ketika kelompok lain yang melakukannya
Cognitive bias
Outgroup homogenity bias
Bias yang sebagian besar anggota kelompok dengan cepat menunjukkan banyak karakteristik yang membedakan mereka dari anggota lain dari kelompok mereka sendiri
Group attribution error
Ketika anggota grup cenderung untuk membuat pernyataan menyeluruh tentang seluruh kelompok luar setelah mengamati satu atau dua anggota kelompok luar
Ultimate attribution error
Kecenderungan seseorang untuk menghubungkan tindakan negatif yang dilakukan oleh anggota outgroup untuk kualitas disposisional dan akan menghubungkan tindakan positif yang dilakukan anggota ingroup terhadap situasi yang berfluktuasi dan situasional
The linguistic intergroup bias
Alih-alih menghubungkan perilaku dengan faktor disposisional atau situasi, anggota kelompok menggambarkan tindakan secara berbeda tergantung pada siapa yang melakukannya
Stereotypes
Stereotip positif cenderung diberikan pada anggota ingroup, sedangkan stereotip negatif diberikan kepada anggota outgroup
Integroup emotions
Stereotype content model
Envy
Contempt
Pity
Admiration
Group hate
Hal ini dapat terjadi ketika suatu kelompok dianggap lebih kuat dan lebih dominan daripada kelompok lain. Sehingga hal itu dapat memicu sebuah kebencian terhadap kelompok itu
Moral exclusion dan dehumazation
Ketika konflik antar kelompok mencapai tingkat ekstrim dengan anggota satu kelompok menyerang, melukai, dan membunuh anggota kelompok lain, bias ingroup-outgroup menjadi sama ekstrimnya
Categorization and Identity
Teori identitas sosial menawarkan penjelasan yang meyakinkan untuk hubungan yang kuat antara kategorisasi dan konflik. Teori ini mengasumsikan bahwa keanggotaan dalam kelompok secara substansial dapat mempengaruhi rasa diri anggota
Intergroup conflict resolution: Uniting us and them
Intergroup contact
Creating positive contact
Merupakan inti dari kebijakan sosial seperti pertukaran pelajar asing, tetapi hanya menyatukan dua kelompok dalam situasi yang tidak diatur adalah cara yang berisiko untuk mengurangi ketegangan antar kelompok
The effects of contact
Kontak memiliki dampak yang lebih kuat pada konflik ketika peneliti mempelajari situasi kontak berkualitas tinggi yang mencakup status yang setara, kerjasama antar kelompok, dan sebagainya
Contact and superordinate goals
Sebuah tujuan yang hanya dapat dicapai jika anggota dari dua atau lebih kelompok bekerja sama dengan menyatukan upaya dan sumber daya mereka
Cognitive cures for conflict
Decategorization
Dekategorisasi atau personalisasi adalah mengurangi konflik antar kelompok dengan meningkatkan anggota kelompok untuk memikirkan anggota kelompok luar sebagai individu daripada sebagai anggota kelompok yang khas
Recategorization
Pengkategorian ulang ini membatalkan faktor kognitif yang memperburuk konflik yang berakar pada ingroup-outgroup bias, tetapi juga akan mengizinkan anggota untuk mempertahankan identitas asli mereka
Cross-categorization
Alih-alih menyatatukan semau individu dalam satu kelompok atau memecah kelompok sama sekali, kategorisasi ini akan mengurangi kekuatan identitas kelompok yang bermasalah dengan mengalihkan perhatian keanggotaaan alternatif yang cenderung tidak memprovokasi ketegangan ingroup outgroup
Controlling stereotyped thinking
Daripada menyerang proses kategorisasi, Patricia Devine merekomendasikan pengendalian dampak stereotip pada persepsi. Meskipun orang mungkin tidak dapat menghindari aktivasi stereotip, mereka dapat mengontrol pikiran mereka selanjutnya untuk menghambat bias ingroup outgroup
Conflict management
Jigsaw learning groups
Metode Jigsaw merupakan sebuah teknik pembelajaran yang melibatkan pemberian topik kepada setiap siswa, memungkinkan siswa dengan topik yang sama untuk belajar bersama dan kemudian mengharuskan siswa tersebut untuk mengajarkan topik mereka kepada anggota lain dari kelompok mereka
Learning to cooperate yaitu pendekatan lima langkah untuk menyelesaikan konflik
Mendefinisikan konflik
Bertukar informasi tentang sifat konflik
Melihat situasi dari berbagai perspektif
Menghasilkan solusi untuk konflik
Memilih solusi yang menguntungkan semua pihak
Resolving conflict: conclusions
Jika konflik yang terjadi di Robbers Cave dapat mengakhiri konfliknya dengan perdamaian yang sepenuhnya melalui berbagai jenis cara, mungkin orang lain juga bisa melakukan hal yang sama
Intergroup conflict: Us versus them
Competition and conflict
Robbers Cave Experiment
Eksperimen ini menghasilkan sebuah kesimpulan yaitu ketika kelompok-kelompok diadu satu sama lain dalam perebutan sumber daya, hubungan antarkelompok yang dulunya bersahabat seringkali menjadi antagonis
Realistic group conflict theory
Menurut teori konflik yang realitsitis, perjuangan antar kelompok untuk memperoleh sebuah sumber daya pasti akan mengarah pada sebuah konflik
The discontinuity effect
Daya saing kelompok tidak sebanding dengan daya saing yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan individu lain
Studies of discontinuity
One on one interactions
Within group interactions
One on group interactions
Group on one interactions
Group on group interactions
Causes of discontinuity
Individu serakah
Orang lebih takut pada kelompok daripada takut sama individu
Merasa harus melakukan apa yang mereka bisa untuk memaksimalkan hasil kolektif kelompok
Difusi tanggung jawab
Power and Domination
Social dominance theory mereka berpendapat bahwa hubungan syarat konflik di antara kelompok-kelompok sosial ini dihasilkan dari kecenderungan alami bagi orang-orang untuk membentuk subkelompok dalam masyarakat yang lebih besar, dan kemudian subkelompok ini bersaing satu sama lain untuk kekuasaan dan sumber daya
Norms of engagement
Reciprocity
Timbal balik kelompok sama seperti halnya dengan individu, mereka akan cenderung mematuhi norma timbal balik
Cultural norms
Norma budaya juga berpengaruh dalam konflik antar individu. Beberapa menganggap konflik antar kelompok akan meningkatkan status kelompok mereka
Group norms
Norma kelompok beberapa kelompok dalam masyarakat yang lebih besar mengadopsi norma-norma dan nilai-nilai unik yang berkaitan dengan konflik antar kelompok
Anger and scapegoating
Dalam scapegoat theory, kelompok yang berkonflik akan cenderung mengkambing hitamkan satu sama lain. Mereka akan menganggap bahwa kelompok lainlah yang menyebabkan kemarahan dan konflik sehingga membuat mereka berkonflik
Eviolutionary perspectives
Menurut perspektif evolusi kencederungan munculnya konflik diantara kelompok-kelompok yang begitu meluas dan sangat sulit untuk dijaga dalam batas-batas yang tidak mematikan.
Menyebabkan beberapa ahli percaya bahwa konflik itu mungkin memiliki dasar genetik.
Psikolog evolusioner mengatakan bahwa selama periode terpanjang evolusi manusia, individu-individu hidup dalam kelompok kecil antara 50 hingga 150