PERILAKU DISKRIMINATIF DAN PRASANGKA

Prasangka

Asal kata: prejudgement (prae dan judicium)

Three-component attitude model:

Cognitive--> kepercayaan terhadap kelompok

Affective--> perasaan negatif terhadap kelompok

Conative--> keinginan untuk berperilaku dengan cara tertentu terhadap kelompok

Umumnya menjadi dasar diskriminasi

Sasaran Prasangka & Diskriminasi

Seksisme: Prasangka & diskriminasi terhadap orang berdasarkan jenis kelamin

Rasisme: Prasangka & diskriminasi terhadap orang berdasarkan kelompok ras/etnis tertentu

Ageisme: Prasangka & diskriminasi terhadap orang berdasarkan usia

4 stereotip generasi menurut Susan Mitchell (2002)

Tradisionalis (1925-1945): praktis, sabar, setia, pekerja keras, menghormati otoritas, pengikut aturan

Baby boomer (1946-1960): optimis, menghargai kerja tim, gila kerja

Generasi X (1961-1980): skeptis, pengambil resiko mandiri dengan menyeimbangkan pekerjaan & kehidupan pribadi

Generasi Y (1981-1999): penuh harapan, menghargai pekerjaan, keragaman dan perubahan, melek teknologi

Diskriminasi terhadap Minoritas Seksual

Diskriminasi atas Dasar Cacat Fisik/Mental

Bentuk-bentuk Diskriminasi

Tokenism: Tindakan positif sepele untuk menangkis tuduhan prasangka & sebagai pembenaran untuk menolak terlibat dalam tindakan positif yang lebih besar

Ketidakmauan untuk membantu: Keengganan untuk membantu kelompok lain untuk meningkatkan posisinya di masyarakat

Reverse Discrimination/Diskriminasi Terbalik: bentuk tokenism yang lebih ekstrim, yaitu sikap prasangka untuk mendukung anggota kelompok yang berlawanan dengan kelompoknya

Efek Prasangka

Stigma: sikap negatif yang menengahi evaluasi sosial negatif dari seseorang dalam suatu kelompok

Pengalaman subjektifnya bergantung pada 2 faktor:

Visibility/concealability

Controllability

Self-esteem: perasaan dan evaluasi/penilaian mengenai diri sendiri

Stereotype Threat: perasaan bahwa diri kita akan dinilai & diperlakukan berdasar stereotip negatif kelompok kita

Kegagalan

Attributional Ambiguity: keadaan psikologis mengenai ketidakpastian tentang penyebab dari perilaku seseorang

Self-fulfilling Prophecies: Keyakinan bahwa stereotip dapat menciptakan realita yang menegaskan keyakinan tersebut

Dehumanisasi, Kekerasan, dan Genosida

Dehumanisasi: sebuah proses di mana orang-orang ditolak keanggotaannya dalam suatu komunitas dan dibuang ke luar moral circle

Genosida: menargetkan kelompok tertentu untuk dimusnahkan

Teori-teori Diskriminasi dan Prasangka

Frustasi-Agresi: perilaku agresif didahului oleh adanya frustasi. Sedangkan, keberadaan frustasi mengarah pada beberapa bentuk agresi

Dogmatisme: kepercayaan berupa ketidakmauan terhadap perubahan terhadap keyakinan baru

Belief Congruence Theory: sistem kepercayaan yang menjadi titik penahan penting bagi individu, di mana kesamaan antarindividu/keselarasan sistem kepercayaan menegaskan validitas keyakinan kita sendiri

Social Dominance Theory: sejauh mana orang menerima/menolak masyarakat ideologi yang melegitimasi hierarki dan diskriminasi

MINDMAP INDIVIDUAL 4 INTERAKSI DAN PENGARUH SOSIAL D-2

Rizki Qanita Irawan (112111133125)

Referensi: Hogg, M.A. & Vaughan, G. M. (2011). Social psychology (6th Edition). Pearson: Essex.