Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
sistem reproduksi dan urinary - Coggle Diagram
sistem reproduksi dan urinary
anatomi genetalia feminina
Interna: ovarium, tuba uterina, uterus, dan vagina.
Eksterna: vulva, labia majora, mons pubis, labia minora
(termasuk vestibulum vagina), orificium vagina, glandula
vestibularis majoris (Bartholini) dan minor, clitoris.
histologi genitalia feminina
ovarium: diselaputi oleh selapis sel peritonium.
korteks: folikel ovarium yang terdiri dari oosit yang dikelilingi
satu atau lebih sel folikel.
medulla: terdiri dari pembuluh darah, serat retikulin, dan oot
polos.
tuba falopii: terbungkus peritneum.
uterus: saat menstruasi lapisan superfisisal endometrium,
kelenjar, pembuluh darah dilepaskan.
vagina; terdiri dari lapisan mukosa, muskularis, adventisia
fase menstruasi
Fase menstruasi
Fase folikuler atau pra-ovulasi
Fase ovulasi
Fase lutea
fisiologi sistemm urologi
Fungsi ekskresi
mengeluarkan produk sisa metabolisme (missal urea, kreatinin
dan asam urat) dan zat kimia asing.
Mensekresi renin
penting untuk mengatur tekanan darah, bentuk aktif vitamin D3
(penting untuk mengatur kalsium) serta eritropoitin (penting
untuk sintesis eritrosit)
Fungsi regulasi
Mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit dan non
elektrolit dan asam basa dengan cara filtrasi darah, reabsorbsi
selektif air, elektrolit dan non elektrolit serta mengekskresi
kelebihannya sebagai urin.
Fungsi reproduksi pria dapat dibagi dalam tiga subgolongan
utama :
pertama, spermatogenesis, yang hanya berarti pembentukan
sperma;
kedua, pelaksanaan kerja seksual pria
ketiga, pengaturan fungsi seksual pria oleh berbagai hormone.
Yang berhubungan dengan fungsi reproduksi ini adalah efek
hormone seks pria pada organ seks tambahan, pada
metabolisme sel, pada pertumbuhan, dan pada fungsi tubuh lain
fisiologi genitalia feminina
Fungsi Seksual
Alat yang berperan adalah vulva clan vagina. Ketenjar pada
vulva yang dapat mengeluarkan cairan, berguna sebagai
pefumas pada saat sanggama. Selain itu vulva clan vagina juga
berfungsi sebagai jalan lahir
Fungsi Hormonal
Yang disebut fungsi hormonal ialah peran indung telur dan rahim
didalam memperlahankan ciri kewanitaan dan pengaturan haid.
Perubahan-perubahan fisik dan psikhis yang terjadi sepanjang
kehidupan seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi
indung telur yang menghasilican hormon-harmon vmnita yaitu
estrogen dan proqasferon
Fungsi reproduks
Tugas reproduksi dilakukan oleh indung telur, saluran telur dan
rahim. Sel telur yang setiap bulannya dikeluarkan dari kantung
telur pada saat masa subur akan masuk kedatam saluran telur
untuk kemudian bertemu dan menyatu dengan sel benih pria (
spermatozoa ) membentuk organisme baru yang disebut Zygote.
anatomi genitalia masculina
Eksterna : - Penis - Scrotum
Interna : - Testis – Epididymis - ductus (vas) deferens -
Kelenjar aksesoris: Kelenjar Vesikula Seminalis, Kelenjar
Prostat, Kelenjar Bulbouretralis
spermatogenesis dan spermiogenesis
Spermatositogenesis adalah proses pembentukan
spermatogonia menjadi spermatid. Spermiogenesis adalah
proses pembentukan spermatid menjadi spermatozoa.
histologi genitalia masculina
Secara histologi genitalia pria terdiri atas testis, duktus
genitalis, kelenjar- kelenjar tambahan dan penis. Testis
merupakan kelenjar tubuler komplek yang dua fungsi yaitu
untuk reproduksi dan hormona
anatomi urinary tract
renal, ureter, vesica urinaria, urethra
hormon reproduksi
ureter, vesica urinaria, urethra:Mukosa terdiri atas epitel
transitional dan lamina propria Dikelilingi selubung otot polos
ginjal: jaringan
ikat longgar, korteks, medulla, pelvis