Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Amplifikasi DNA dengan PCR, Kelebihan dan kelemahan PCR, ., ., WhatsApp…
Amplifikasi DNA dengan PCR
Mekanisme PCR pada RNA SARS-Cov 2
.
Tahap 3
Ekstrak RNA dengan kit ekstraksi, pipet sampel dimasukkan ke dalam tubes mikrosentrifuge. Campurkan lisis buffer yang mengandung fenol, guanidine
Tahap 5
Sampel dipindahkan ke kolom spin dan disentrifugasi
Tahap 2
Swab yang mengandung virus diletakkan di tubes steril yang berisi media transport virus
Tahap 6
Kolom spin di pindahkan ke tubes yang baru dan hasil residu atau filtrat dibuang. Tambahkan wash buffer, lalu di lakukan sentrifugasi kembali
Tahap 1
Mengambil sampel dengan cara melakukan swab dibagian nasofaring dan orofaring, swab dimasukan melalui rongga hidung dan secara perlahan didorong menuju daerah nasofaring dan diputar dalam jangka waktu tertentu untuk mengumpulkan sekret yang mengandung sampel
Tahap 4
Tubes divortex dan diinkubasi di suhu ruangan
Tahap 7
Kolom dipindahkan ke tubes mikrosentrifuge yang bersih dan ditambah elution, kemudian dilakukan sentrifugasi kembali
Tahap 8
RNA yang telah dimurnikan dimasukkan ke dalam master mix yang berisi buffer, enzim reverse transcriptase (RT), dNTPs, reverse primer, forward primer, TaqMan probe, dan DNA polimerase, kemudia dihomogenkan dengan vortex
Tahap 9
Hasil vortex di masukkan ke dalam plat PCR dengan dimasukkan ke dalam mesin PCR dengan menggunakan konsep thermal cycler
Tahap 10
Dilakukan fluorosensi untuk menentukan sampel teridentifikasi positif atau tidak virus
Tahap Pencampuran Komponen PCR sesuai Praktikum
.
Tahap 4
Memipet DNA Template 1 μL menggunakan mikropipet warna hijau dan masukkan ke dalam tabung eppendorf yang sama lewat dinding tabung
Tahap 5
Mengatur mikropipet 6,5 μL dan mikropipet Nuclease-free Water 6,5 μL menggunakanmikropipet warna hijau ke dalam tabung Eppendorf yang sama lewat dinding tabung
Tahap 3
Memipet PRIMER (reverse) 2,5 μL menggunakan mikropipet warna hijau dan masukkan kedalam tabung Eppendorf yang sama lewat dinding tabung
Tahap 6
Tabung Eppendorf berisi campuran akhir di Vortex selama 3 detik sebanyak 3 kali
Tahap 2
Mengatur mikropipet 2,5 μL dan memipet PRIMER (forward) menggunakan mikropipet warna hijau dan masukkan kedalam tabung Eppendorf yang sama lewat dinding tabung
Tahap 1
Menyiapkan PCR Mix dengan cara “Thawing” dengan cara tube diletakan diantara kedua tangan, digosok agar sesuai dengan suhu ruang dan pipetlah PCR mix sebanyak 12,5µL menggunakan mikro pipet warna oranye lalu dimasukkan kedalam tabung Eppendorf yang kosong lewat dinding tabung
Penjelasan Amplifikasi DNA
.
Reaksi berantai polimerase
Polymerase Chain Reaction, PCR
metode enzimatis untuk melipatgandakan secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu
in-vitro
Alur Kerja Genomik
Amplifikasi DNA
Analisis Kemurniaan DNA
Isolasi DNA
Sampel
Bagian tanaman
Cairan biologis
Sel/jaringan
Analisis Kualitatif
Elektroforesis
Cut by restriction enzmye
Spektrofotometri
(A260/A280) = 1,8-2,0
Analisis Kuantitatif
Spektrofotometri
(A260 x faktor pengenceran x 50) μg/μL
"Memenuhi syarat, jika > 5 μg/ml"
Elektroforesis Hasil PCR
Analisis Data
Sequencing
Metode PCR
.
SIKLUS PCR
denaturasi
Suhu 92-95⁰C
Waktu 1-2 menit
polimerisasi
Suhu 70-72⁰C
Waktu 30 detik -2 menit
apealing
Suhu 55⁰C (5⁰C <Tm)
Waktu 1-2 menit
Primer
pembatas fragmen DNA target yang akan diamplifikasi dan sekaligus
menyediakan gugus hidroksi (-OH) pada ujung 3' yang diperlukan untuk proses eksistensi DNA
Denaturasi untai ganda DNA
langkah yang kritis selama proses PCR.
Temperatur yang tinggi pada awal proses menyebabkan pemisahan untai ganda DNA.
Primer Annealing
pengenalan suatu primer terhadap DNA tergantung
panjang untai
konsentrasi primer itu sendiri
banyak kandungan GC
komponen utama dalam proses PCR
DNA cetakan
Oligonukleotida primer
Deoksiribonukelotida trifosfat (dNTP),
Enzim DNA Polimerase
Komponen pendukung lain adalah senyawa buffer.
Aplikasi PCR
Kontrol kualitas bahan baku dalam produksi obat tradisional dengan DNA fingerprinting dari berbagai tanaman pada beberapa daerah spesifik misalnya daerah Internal Transcribed Spacer (ITS).
PCR terutama teknik Reverse** Transcriptase Real Time PCR (RT qPCR) mampu digunakan untuk konfirmasi status apakah OTG, ODP dan PDP terinfeksi oleh SARS-CoV-2 dengan akurat.
Fungsi Masing-masing Komponen PCR
dNTPs
monomer penyusun DNA yang terdiri atas dATP, dCTP, dGTP, dTTP
DNA Template
urutan target yang akan di amplikasi
Ion Mg
kofaktor bagi enzim polymerase.
Primer (Forward and Reversed)
penanda bagi enzim polymerase untuk panjang rantai
PCR Buffer
menjaga pH dan kekuatan ionik yang optimum bagi kerja enzim polimerase
Taq DNA Polymerase
katalisis reaksi sintesis rantai DNA
https://youtu.be/iQsu3Kz9NYo
.
JENIS PCR
Nanoparticle -assisted PCR
Metode amplifikasi DNA yang cepat dan telaj dapat digunakan untuk mendeteksi virus karena kesederhanaan dan kecepatan serta spesifisitasnya
Multiplex PCR
Reaksi berantai polimerase multipleks mengacu pada penggunaan reaksi berantai polimerase untuk memperkuat beberapa sekuens DNA yang berbeda secara bersamaan. Proses ini memperkuat DNA dalam sampel menggunakan beberapa primer dan polimerase DNA
Alu PCR
Alu PCR adalah teknik "sidik jari DNA" yang cepat dan mudah dilakukan berdasarkan analisis simultan dari banyak lokus genomik yang diapit oleh elemen berulang Alu, yang memungkinkan deteksi polimorfisme genetik dan mutasi pada genom manusia dan primata.
Nested PCR
Teknik variasi PCR yang menggunakan 2 pasang primer dengan spesifisitas yang berbeda
qPCR
Real time polymerase chain reaction atau sering disebut quantitative polymerase chain reaction (qPCR), merupakan suatu metode biologi molekuler berbasis reaksi rantai polimerase. Metode ini mendeteksi amplifikasi gen target selama proses PCR berlangsung, tidak di akhir reaksi, seperti pada PCR konvensional.
dPCR , dll
Reaksi berantai polimerase digital adalah penyempurnaan bioteknologi dari metode reaksi berantai polimerase konvensional yang dapat digunakan untuk secara langsung mengukur dan memperkuat untaian asam nukleat klonal termasuk DNA, cDNA, atau RNA.
History
• Metode pertama kali diajukan oleh HG. Khorana & tim pada tahun 1971 Pada tahun 1983 pertama kali dikembangkan oleh Dr.Karry Mullis (CETUS corporation)
• Saiki et al (1988)-DNA Polymerase (Taq, Thermus aquaticus)
PCR terpilih menjadi major Scientific Development (1989)& Taq DNA Polymerase menjadi molecule of the year(Science Magazine)Karry B.Mulis menerima hadiah Nobel, dibanding kimia(1993)
Web oligoanalyzer untuk menghitung melting temperature dan suhu annealing (dikurangi 5 C dari melt temp)
https://www.idtdna.com/pages/tools/oligoanalyzer
1.Forward
Reverse
Kemudian di hitung masing masing suhu annealing dari forward dan reverse
Hal yang menentukan keberhasilan hasil PCR
Tahap Homogenisasi dengan vortex
■berkaitan dengan hasil amplifikasi yang tidak jelas atau tidak spesifik apabila tidak homogen
Tahap pemipetan komponen
Konsentrasi lebih
Menimbulkan smears pada hasil
DNA template berlebih menyebabkan
rantai DNA kembali menjadi double helix
DNA strand
KCL berlebih dapat menghambat enzim Taq DNA Pomerase
lon Mg berlebih dapat menghambat
penempelan primer pada DNA cetakan dNTPs berlebih menimbulkan rasio yang tidak seimbang dengan enzim polimerase
Konsentrasi kurang
A. Hasi amplifikasi tidak jelas/tipis
B. Produk PCR tidak jelas
C. Mereduksi jumlah hasil amplifikasi PCR
Manfaat
Genetic research
Medicine dan diagnosis
Phylogenetics
Food and agricultures
Environmental microbiology
Consumer genomic
Forensic science
Kelebihan dan kelemahan PCR
kelebihan PCR
Relatif Cepat, copy fragmen DNA 200.000 kali, 20 siklus, selama 220 menit
Thermocycler secara tepat
Sensitif > jumlah DNA yang akan dicopy sangat sedikit (5µg)
Otomatis, Akurat, dan Spesifik
Total volume rendah > 25-50µl
Kelemahan PCR
Diperlukan skill khusus untuk operator dan analisis data
Kualitas (kemurnian) DNA sangat berpengaruh terhadap hasil PCR proses amplifikasi memerlukan urutan (sequence)DNA untuk mendesain primer,kecuali AluPCR,RAPD.
.
.
KELOMPOK F 1
Farras Ramadhani Rizanu F_110121247
Stevani Citrayani _110121182
Emanuella Vinka Y_110121009
Febby Vahimatul K_110121055
Evelyn Alim B_110121031