Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sistem Reproduksi dan sistem urinary, Rahmah Filzah 2108260197 - Coggle…
Sistem Reproduksi dan sistem urinary
Reproduksi Pria
Organ
1.Scrotum
2.Penis.
3.Testis
4.Epididimis.
5.Vas deferens
6.Vesicula seminalis.
Reproduksi Wanita
Organ
1.Mons Pubis
2.Labium Majus
3.Labium Minus.
4.Vestibulum Vaginae
5.Clitoris
6.Vagina
7.Uterus.
8.Tuba Falopii
9.Ovarium
Anatomi Urinaria
Ssitem Urinaria Atas
Renal dan Ureter
Sistem Urinaria Bawah
Vesica Urinaria,postata,dan urethtra
Mekanisme Menstruasi
1.Fase folikuler,yang dimulai pada hari pertama periode menstruasi.
2.Fase Ovulasi,dimulai sekitar 14 hari setelah fase folikuler.Fase ini adalah titik tengah dari siklus menstruasi,dengan periode menstruasi berikutnya akan dimulai sekitar 2 minggu kemudian.
3.Fase Luteal,dimulai setelah ovulasi.
Hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi
1.Estrogen,mendorong penebalan dinding rahim atau endometrium.
2.Progesteron,menyiapkan uiterus sehingga memungkinkan teelur yang telah dibuahi untuk melekat dan berkembang.
3.FSH ,berfungsi untuk merangsang pertumbuhan folikel ovarium.
4.LH,yang bertanggung ajwab atas pelepasan sel telur dan ovarium.
Fisiologi Menopause
Fase menopause
1.Kimakterium
2.Perimenopause
3.Premenopause
4.Pascamenopause
Tahapan Oogenesis
Proliferasi (perbanyakan)
Tahap dimana perbanyakan belangsung secara berulang-ulang. Gametogonium mengalami pembelahan menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 8 dan begitu seterusnya. Sel benih primordial mengalami diferensiasi menjadi oogonium, lalu mengalami proliferasi bertujuan untuk membentuk oosit primer, siap memasuki ke periode tumbuh.
2.Pertumbuhan
Pada pertumbuhan, oogonium akan tumbuh lebih besar menjadi oogonium I. Pertumbuhan sangat memegang peranan penting, sebab sebagian besar dari substansi telur digunakan dalam perkembangan setelahnya. Diferensiasi juga ada pada periode tumbuh.
3.Pematangan
Pada proses ini ada 2 kali pembelahan meiosis. Setelah terjadi fase pertumbuhan, oogonium I mengalami fase pematangan, yang berlangsung dengan cara meiosis. Akhir tahap meiosis I terbentuk oogonium II dan akhir meiosis II terbentuk ootid.
4.Perubahan bentuk
Ootid terjadi dalam fase terkhir akan mengalami perubahan bentuk (transformasi) menjadi gamet. Pada jenis mamalia, selesai meiosis I pada betina, terbentuklah oosit II dan satu polosit. Polosit ukurannya jauh lebih kecil dari oosit, karena sitoplasma berjumlah sedikit sekali.
Akhir dari meiosis II akan terbentuk satu ootid dan satu polosit II. Sementara itu polosit I membelah juga menjadi dua, tetapi jarang terjadi sebab berdegenerasi lebih awal. Tiga polosit itu akan degenerasi lalu diserap ulang oleh tubuh. Jadi pada betina oosit tumbuh menjadi satu buah ovum.
Proses Fertilisasi
1.Ovulasi,terjadi pengeluaran sel telur(Oosit)dari ovarium
2.Fertilisasi,terjadi peleburan inti sel telur dengan sel sperma,sehingga terbentuk zigot
3.Pembelahan,satu sel zigot membelah mejadi dua,kemudian menjadi 4 sel dan seterusnya,pembelahan ini terjadi di Tuba Falopi
4.Pembelahan lanjutan,zigot terus membelah hingga terbentuk sekumpulan sel seperti buah anggur disebut morula.
5.Morula terus mengalami pembelahn sehingga terbentuk blastosit
Fisiologi berkemih
1.Kandung kemih terisi
2.Reseptor regang
3.Saraf Simpatis.
4.Kandung kemih.
5.Kontraksi Knadung kemih.
6.Sfingter Uretra internum secara mekanis terbuka kettika kandung kemih berkonraksi
7.Berkemih
Rahmah Filzah 2108260197