Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
status epileptikus - Coggle Diagram
status epileptikus
-
defenisi, etiologi, klasifikasi, faktor resiko kejang
etiologi
Kejang disebabkan oleh gangguan pada aktivitas listrik, di sebagian atau seluruh area otak. Gangguan tersebut dapat dipicu oleh gangguan di otak atau kondisi lain yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi otak
-
defenisi
Kejang adalah gangguan aktivitas listrik di otak yang terjadi secara spontan. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gerakan tubuh yang tidak terkendali, bahkan bisa menyebabkan penurunan kesadaran.
faktor resiko
-
-
-
-
Gangguan elektrolit, seperti hiponatremia
Penyakit autoimun, seperti lupus
-
-
-
-
-
-
-
komplikasi, prognosis, edukasi, pencegahan
-
-
komplikasi
-
-
-
-
-
Gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan
-
patofisiologi kejang
Dasar serangan epilepsi ialah gangguan fungsi neuron-neuron otak dan transmisi pada sinaps. Ada dua jenis neurotransmitter, yakni neurotransmitter eksitasi yang memudahkan depolarisasi muatan listrik dan neurotransmitter inhibisi (inhibitif
terhadap penyaluran aktivitas listrik saraf dalam sinaps) yang menimbulkan hiperpolarisasi sehingga sel neuron lebih stabil dan tidak mudah melepaskan listrik. Di antara neurotransmitter-neurotransmitter eksitasi dapat disebut glutamate, aspartat, norepinefrin dan asetilkolin sedangkan neurotransmitter inhibisiyang terkenal ialah gamma amino butyric acid (GABA) dan glisin. Jika hasil pengaruh kedua jenis melepaskan muatan listrik dan terjadi transmisi impuls .Dalam keadaan istirahat, membran neuron mempunyai potensial listrik tertentu dan berada dalam keadaan polarisasi. Aksi potensial akan mencetuskan depolarisasi membran neuron dan seluruh sel akan melepaskan muatan listrik.
Oleh berbagai faktor, diantaranya keadaan patologik, dapat mengubah fungsi membran neuron sehingga membran mudah dilalui oleh ion Ca dan Na dari ruangan ekstra ke intra seluler. Influks Ca akan mencetuskan letupan depolarisasi membran dan melepaskan muatan listrik berlebihan, tidak teratur dan terkendali. Lepasnya muatan listrik dengan jumlah besar neuron secara sinkron merupakan dasar suatu serangan kejang. Suatu sifat khas serangan epilepsi ialah bahwa beberapa saat serangan berhenti akibat pengaruh proses inhibisi. Diduga inhibisi ini adalah pengaruh neuron-neuron sekitar tempat epileptic. Selain itu juga sistem-sistem inhibisi pra dan pasca sinaptik yang menjamin agar neuron-neuron tidak terus- menerus melepaskan muatan. Keadaan lain yang dapat menyebabkan suatu serangan epilepsi terhenti ialah kelelahan neuron-neuron akibat habisnya zat-zat yang penting untuk fungsi otak.
defenisi, etiologi, dan klasifikasi status epleptikus
etiologi
tatus epileptikus bisa terjadi pada penyakit yang gejala utamanya adalah kejang, misalnya kejang demam pada anak-anak atau epilepsi pada orang dewasa. Status epileptikus pada epilepsi biasanya terjadi karena perubahan dosis atau jenis obat antikejang yang dikonsumsi.
-
defenisi
Status epileptikus adalah keadaan kejang yang berlangsung lama dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini tergolong gawat dan perlu penanganan medis darurat karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan berakibat fatal.
fisiologi kelistrikan
Akson terhubung dengan sel neuron lain pada terminal pre-sinaps. Terdapat celah sinaps yang memisahkan terminap pre- sinaps dengan badan sel atau dendrit dari neuron lainnya dalam kaskade pesinyalan impuls saraf. Transmisi impuls antara neuron satu dengan neuron lainnya pada sinaps dimediasi oleh pelepasan suatu mediator kimiawi yaitu suatu neurotransmiter seperti glutamat atau γ-aminobutyric acid (GABA) yang dilepaskan dari terminal pre-sinaps. Membran pada neuron post-sinaps memiliki reseptor tempat terikatnya neurotransmiter yang dilepas dari terminal pre-sinaps, dimana selanjutnya impuls saraf selanjutnya akan diteruskan oleh neuron tersebut.
Impuls saraf akan melewati membran sel saraf sebagai suatu potensial aksi. Proses ini difasilitasi oleh adanya reseptor yang terdapat pada membran sel saraf. Dengan demikian, jika aksoplasma (sitoplasma dari akson) dihilangkan maka hal ini tidak akan mengganggu proses konduksi impuls saraf. Serabut saraf mendapatkan sumber nutrisinya dari badan sel. Sehingga, jika serabut saraf ini dirusak maka serabut saraf di bagian perifer akan mengalami degenerasi yang dikenal dengan degenerasi Wallerian. Akson-akson pada saraf tepi atau saraf perifer memiliki kemampuan untuk regenerasi, begitu pula selubung mielinnya. Akan tetapi, kemampuan regenerasi ini tidak dimiliki oleh sel saraf di otak serta di medula spinalis. Saat ini, banyak studi sedang dilakukan untuk mempelajari tentang kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan proses regenrasi saraf pusat khususnya pada kasus-kasus injuri saraf pusat.
cmd
konvulsif
-
Kejang berlangsung lima menit atau lebih, ATAU kejang berulang dan di antara kejang kesadaran tidak pulih sepenuhnya
non-konvulsif
Terdapat gangguan kesadaran yang memanjang, berlangsung lima menit atau lebih
Terdapat kejang/bangkitan selain kejang umum tonik klonik yang berlangsung lima meniti atau lebih. Sebagai contoh adanya kedipan mata dan kedutan otot selama koma, maupun nystagmoid jerk pada mata.
-