Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PEMANASAN GLOBAL DAN DAMPAKNYA - Coggle Diagram
PEMANASAN GLOBAL DAN DAMPAKNYA
Pemanasan Global (
Global Warming
), Apakah Itu?
Pemanasan global (
global warming
) merupakan keadaan ekosistem yang ada di Bumi tidak seimbang akibat meningkatnya suhu rata-rata atmosfer.
Permasalahan mengenai pemanasan global muncul semejak adanya Revolusi Industri, mulai dari yang pertama sampai keempat.
Pemanasan global terjadi karena adanya pelepasan karbon dioksida (CO2) dan gas yang berpotensi menjadi polutan sekaligus menyerap cahaya matahari dan radiasi. Sebetulnya, gas-gas tersebut keluar ke angkasa. Namun, karena polutan tadi 'menangkap' panas matahari dan radiasi, udara di Bumi menjadi makin panas.
Gas-gas tadi merupakan penyebab dari efek rumah kaca (
greenhouse effect
).
Apa Saja Efek yang Akan Terjadi?
Menghilangnya gletser karena meleleh terkena sinar matahari yang panas terus menerus.
Meningkatnya permukaan laut yang drastis sehingga menyebabkan banjir dan rob.
Muncul infeksi-infeksi dan penyakit yang tak diketahui sebelumnya akibat dari melelehnya es di kutub. Bahkan, penyakit yang pernah ada sebelumnya bisa menjadi makin ganas.
Kepunahan dan rusaknya habitat flora dan fauna, misalnya terumbu karang dan ikan-ikan.
Hutan, pertanian, dan kota akan menghadapi hama baru yang mengganggu, gelombang panas, hujan lebat, dan peningkatan banjir. Semua ini dapat merusak atau menghancurkan pertanian dan perikanan.
Di sisi lain, meningkatnya permukaan air laut juga menyebabkan kekeringan di beberapa tempat, khususnya di daerah gersang, sehingga kekeringan ini akan menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi dalam masyarakatnya.
Lantas, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Menghemat energi di rumah, misalnya mematikan AC atau kipas angin bila tak dipakai, mematikan lampu, dan mengurangi pemakaian televisi.
Memakan lebih banyak sayur dan buah. Memproduksi makanan-makanan tersebut dapat mengurangi penggunaan emisi gas rumah kaca dan membutuhkan energi yang sedikit.
Pergilah ke suatu tempat dengan berjalan, bersepeda, atau bepergian menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi udara di jalan raya.
Mempertimbangkan perjalanan yang akan dilakukan. Misalkan, meminimalisir bepergian menggunakan pesawat karena pesawat memakan banyak energi fosil, energi yang tak terbarukan.
Berpindah ke transportasi berenergi listrik. Meskipun masih menggunakan energi fosil sebagai bahan bakarnya, transportasi listrik dapat mengurangi gas rumah kaca.
Memakai teknik 4R, yaitu
reduce, reuse, recycle, and repair
, ketika menggunakan sesuatu. Juga, kita dapat memakai bahan-bahan yang dapat didaur ulang.
Buatlah pupuk kompos dari sisa makanan. Jangan membuang sisa makanan ke tempat pembuangan sampah sebab hal tersebut dapat menimbulkan gas metana, salah satu gas yang menyebabkan efek rumah kaca.