HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah jenis retrovirus RNA yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh. Selain menyerang sistem kekebalan tubuh, infeksi HIV juga berdampak pada sistem saraf dan dapat mengakibatkan kelainan pada saraf. Infeksi oportunistik dapat terjadi akibat penurunan kekebalan tubuh pada penderita HIV/AIDS. Infeksi tersebut dapat menyerang sistem saraf yang membahayakan fungsi dan kesehatan sel saraf.
CD4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. Sel ini berfungsi dalam memerangi infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, jumlah CD4 berkisar antara 1400-1500 sel/µL. Pada penderita HIV/AIDS jumlah CD4 akan menurun dan dapat menyebabkan terjadinya infeksi oportunistik. Infeksi ini dapat menyerang otak (Toxoplasmosis, Cryptococcal), paru-paru (Pneumocytis pneumonia, Tuberkulosis), mata (Cytomegalovirus), mulut dan saluran napas (Kandidiasis), usus (Cytomegalovirus, Mycobacterium avium complex), alat kelamin (Herpes genitalis, Human papillomavirus), dan kulit (Herpes simplex).