Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Hemiparesis et cerebrovascular disease - Coggle Diagram
Hemiparesis et cerebrovascular disease
komplikasi dan prognosis stroke iskemik
prognosis --> berdasarkan 6 aspek yaitu, death, disease, disability, discomfort, dissatisfaction, destitution --> prognosis dilihat pada fase awal stroke ataupun pasca stroke
komplikasi --> komplikasi jantung, pneumonia, infeksi saluran kemih, nyeri pasca stroke, tromboemboli vena, demam, disfagia, inkontinensia, depresi
diagnosis banding hemiparesis berdasarkan klinis
stroke --> gangguan fungsional otak fokal atau global yang berlangsung lebih dari 24 jam yang tidak disebabkan oleh sebab lain kecuali penyebab vaskuler
tumor otak --> gejala serbral umum, psikomotor asthenia, mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan mental dan sosial, kehilangan inisiatif, ansietes, nyeri kepala, muntah
meningitis tuberkulosis --> penurunan kesadaran, demam, nyeri kepala hebat
manifestasi klinis stroke non hemoragik dan membedakan stroke hemoragik dengan kondisi hemaparesis lainnya
stroke hemoragik --> nyeri kepala yang berat, hiperemia, edema, perdarahan pada otak, kejang, perdarahan intraserebral
tumor otak --> gejala serbral umum, psikomotor asthenia, mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan mental dan sosial, kehilangan inisiatif, ansietes, nyeri kepala, muntah
stroke iskemik --> insufisiensi aliran darah, thrombus, emboli, aneurisme, anoksia, edema sitotoksik (edema otak)
perbedaan UMN dan LMN
Lower motor neuron (LMN) merupakan neuron neuron motorik yang berasal dari sistem saraf pusat tapi serat serat sarafnya keluar dari sistem saraf pusat membentuk saraf tepi dan berakhir pada otot rangka
Upper motor neuron (UMN) merupakan neuron-neuron motorik yang berasal dari korteks motorik serebri atau batang otak seluruh serat serat sarafnya berada dalam sistem saraf pusat
tatalaksana awal stroke iskemik
lakukan peninggian kepala setentang tempat tidur dengan 30 derajat, berikan agen osmotik seperti, manitol 20% diberikan dengan dosis 1,0% hingga 1,5%
lakukan pemantauan intracranial pressure dengan parenkim atau kateter ventrikel dengan pasien GCS <8. pemberian vitamin K dengan dosis 10 mg secara intravena
talaksana awal --> stabilisasi jalan dan saluran napas pasien untuk menghindari hipoksia, lakukan pemasangan NGT, lakukan kontrol tekanan darah secara persuasif --> hindari obat anti hipertensi
pemeriksaan penunjang dan pendukung diagnosis banding
pemeriksaan pendukung --> pencitraan gradient echo (GRE), ekstravasasi dari contrast in angiogram (CTA), multidetector CT angiography (MDCTA), non contrast computerized tomography (NCCT)
pemeriksaan penunjang --> computerized tomography scan, magnetic resonance imaging, carotid doppler ultrasound, Elektrokardiogram, tes darah, CT scan
fisiologi pergerakan dan refleks
basal nuclei (memainkan komponen penting dalam pergerakan), thalamus (saraf sensorik relay station dalam kontrol pergerakan), cerebellum, brain stem, spinal cord, vestibular
cerebral cortex --> primary motor cortex, premotor cortex, supplementary motor area (ketiga komponen tersebut fungsinya sangat penting untuk pusat koordinasi pergerakan secara kompleks dan memberikan stimulasi kontraksi banyak otot. transmisi signal korteks motorik ke otot (kortikospinal, kortikorubrospinal traktus)
faktor risiko hemiparesis
dapat dimodifikasi --> tekanan darah tinggi, merokok, kencing manis, obesitas, faktor lainnya (peminum alkohol, kurang olahraga, stress, pola makan berlebihan, faktor obat obatan)
tidak dapat dimodifikasi --> faktor keturunan (belum diketahui gen pastinya), umur (diatas 55 tahun), jenis kelamin (laki laki lebih sering dibandingkan wania), ras (paling sering menyerang orang jepang dan cina)