Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
DIGESTIVE SYSTEM - Coggle Diagram
DIGESTIVE SYSTEM
Organ Sistem Pencernaan Makroskopis
Lower GI Tract
Jejunum
Ileum
Colon
Rectum
Canalis analis
Accesories Organs
Hepar
Pancreas
Vesica Billiaris
Upper GI Tract
Oral cavity.
Pharynx (Nasopharynx, oropharynx, laryngopharynx).
Oesophagus.
Ventriculus.
Stomach (gaster).
Duodenum.
Definisi dan Fungsi Digestive System
Sistem pencernaan dapat didefinisikan sebagai salah satu sistem organ yang bekerja untuk mencerna makanan, sistem dari mulut sampai anus sudah tersusun sedemikian rupa sehingga manfaat dari makanan dapat terserap oleh tubuh manusia, energi dari proses ini dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan kehidupan.
Fungsi sistem pencernaan adalah memindahkan nutrien, air, dan elektrolit dari makanan yang kita telan ke dalam lingkungan internal tubuh. Makanan yang dicerna merupakan sumber energi yang esensial. Bahan bakar tersebut kemudian digunakan oleh sel untuk menghasilkan ATP untuk melaksanakan berbagai aktivitas yang memerlukan energi.
Digestive System dalam Islam
Adab Makan
Membersihkan tangan, membaca basmallah, membaca doa makan dan minum, makan dengan baik dan perlahan, doa seusai makan
Adab Toilet
Membaca doa sebelum masuk ke kamar mandi, masuk kaki kari dan keluar kaki kanan, tidak menghadap atau membelakangi kiblat, tidak berlama lama di kamar mandi, beristinja dengan tangan kiri, doa keluar kamar mandi
Organ Sistem Pencernaan Mikroskopis
Alimentary Canal
Esofagus, gaster, intestinum tenue, intestinum crassum
Oral
Lidah
Papila circumvalata, papilla foliata, papila filiformis, papilla fungiformis
Bibir
Aspek internal, zona vermillion, aspek eksternal
Gigi/Dens
Crown, cervix, root
Proses Pencernaan Pada Usus Halus dan Usus Besar
Usus Halus
Migrating Motility Complex dan Segmentation
absorbsi sebagian besar nutrien
protein
lemak
karbohidrat
Usus Besar
Haustral Shuttling dan Mass Movement
absorbsi air dan elektrolit
Proses Defekasi
Defekasi dapat diartikan sebagai proses pembuangan zat-zat sisa metabolism berupa feses. Defekasi diawali dengan adanya mass movement dari usus besar descendens yang mendorong tinja ke dalam rectum. Mass movement timbul kurang lebih 15 menit setelah makan dan hanya terjadi beberapa kali sehari. Adanya tinja dalam rectum menyebabkan peregangan rectum dan pendorongan tinja ke arah sfinkter ani.
Terdapat dua tipe otot sfinkter ani:
Otot sfinkter ani interna yang dikontrol oleh saraf parasimpatis.
Otot sfinkter ani eksterna yang dikontrol oleh saraf somatic yang berasal dari saraf pudendal (S2, S3, dan S4) yang dapat mengontrol proses defekasi secara sadar.
Proses Pencernaan Pada Rongga Mulut dan Esofagus
Oral Cavity
Mastikasi dan salivasi
Fase menelan: 1. Fase oral, 2. Fase faringeal, 3. Fase Esofageal
Proses Pencernaan Pada Gaster
Berupa proses kimiawi: mukus, asam lambung, tripsin, lipase, amilase & protease.
Makanan bercampur dgn sekret lambung menjadi chyme.
Enzim dan Hormon Pencernaan
Enzim
Amilase saliva, lipase lingual, amilase pankreas, tripsin, kimotripsin, hcl, pepsin, laktase, sukrase, lipase
Hormon
Ghrelin, leptin, gastrin, GHIH, insulin, glukagon, pancreatic polypeptide, CCK, secretin, gastric inhibitory peptide, motilin