Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
CASE 1 Tn. A 32 tahun, Anamnesis, DD (Pielonefritis, uretritis gonore,…
CASE 1
Tn. A 32 tahun
Menikah ✔
2 Anak
Keluhan:
tidak bisa tidur nyeyak sejak 3 hari yang lalu
Kencing Nanah
sering mendadak sesak napas
➕ keluhan nyeri saat kencing
ILMU KEDOKTERAN DASAR
Anatomi Genitalia Maskulina
Externa
Penis
Radix Penis
Corpus Penis
Vaskularisasi
Arteri
arteri profunda penis
arteri bulbi penis
. Arteri dorsalis penis
Persarafan
nervus pudendus
plexus pelvicus
Scrotum
Dextra
Sinistra
Interna
Testis
Prostat
Vesikula seminalis
Epididymis
Ductus ejakulatoris
Ductus deferens
FISIOLOGI
Rangsangan Berkemih
Keinginnan sadar u/ buang air kecil
Otot diafragma panggul rileks
Leher kandung kemih bergerak ke bawah
Outlet terbuka, peregangan dinding, peregangan dinding reseptor dirangsang
Otot polos vesika urinaria berkontraksi
Urin Keluar
Gonorhhea
Definisi
penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae
Etiologi
bakteri Neisseria gonorrhoeae
Gram negatif berbentuk diplokokus
❌ Ekstra sel
Tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati pada keadaan kering
tidak tahan suhu di atas 39°C
pH sekitar 6,5-7,5
Penyakit ini ditularkan dari orang ke orang
melalui kontak atau aktivitas seksual yang melibatkan mukosa (vaginal, oral, dan anal)
Klasifikasi Neisseria gonorrhoeae
gonococci
infeksi alat kelamin
meningococci
saluran pernafasan atas dan menyebabkan meningitis
Manifestasi Klinis
disuria
nyeri, tidak nyaman, panas saat miksi
Nyeri saat berhubungan sex
kencing nanah
mukopurulen
Epidemiologi
200 juta kakus baru yang terjadi tiap tahunnya di seluruh dunia
Tingkat infeksi tertinggi:Laki-laki
penyakit menular seksual akibat bakteri
dengan jumlah terbanyak
Faktor Resiko
Pasangan lebih dari satu
Usia muda
Status belum menikah
Penjaja seks komersial (PSK)
Psikotropika dan zat aditif (NAPZA
Infeksi IMS sebelumnya
Patogenesis & Patofisiologi
Fase 1
bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi
permukaan selaput lendir
ditemukan di uretra, endoserviks dan anus
Fase 2
bakteri ke microvillus
sel epitel kolumnar
untuk kolonisasi selama infeksi, bakteri dibantu oleh fimbriae, pili
Fase 3
Masuknya bakteri ke
dalam sel kolumnar (endositosis)
bakteri yang ditelan oleh membran sel kolumnar (vakuola)
Fase 4
vakuola ini kemudian dibawa
ke membran basal sel inang
bakteri berkembang biak setelah dibebaskan ke dalam jaringan subepitel dengan proses eksositosis
Peptidoglikan dan bakteri LOS (Lipo
Oligo Sakharida) dilepaskan selama infeksi
LOS merangsang TNF, yang akan
mengakibatkan kerusakan sel
Fase 5
Reaaksi inflamasi yang dihasilkan
menyebabkan infiltrasi neutrofil
Respon imun host memicu Neisseria gonorrhoeae untuk menghasilkan protease IgA ekstraseluler
menyebabkan hilangnya aktivitas antibodi dan
mempromosikan virulensi
Alur Diagnosis
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan mikroskopis sediaan langsung dengan pewarnaan gram
pria sensitifitasnya sekitar 95%
pada wanita sekitar 50%.
menggunakan methylene blue
Kultur
Gold Standar
Thayer Martin
Akan tampak koloni berwarna putih
keabuan, mengkilap dan cembung
Serologi
ELISA (Enzyme-Linked Immuno Sorbent Assays)
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
ditemukan nanah
Komplikasi
Laki-laki
Epididimitis
Epididimitis dan tali
spermatika membengkak
Prostatitis
demam, malaise, disuria, retensi urin, obstipasi
Cowperitis
nyeri dan adanya benjolan di derah perineum
Parauretritis
Ditemukan pus pada muara duktus pararuretritis
Perempuan
Bartholinitis
Salpingitis
Prognosis
baik jika infeksi diobati dengan antibiotik yang sesuai.
dapat menimbulkan infertilitas bila terjadi komplikasi
Tatalaksana
Farmakologis
ceftriaxone
dosis tunggal 250 mg (intramuskular)
azitromisin dosis tunggal 1 gram (per oral)
diberikan dihari yang sama
sefiksim
dosis tunggal 400 mg (per oral)
ditambah azitromisin dosis tunggal 1 gram (peroral)
Non Farmakologi
Pencegahan
Medis
menjaga kebersihan genital
memakai pelindung saat seks
tidak melakukan hubungan seksual sampai sembuh,
Agama
Larangan mendekati
perbuatan Zina
Islam mengatur
hubungan pria & wanita yang aman
Edukasi
dilakukkannya media kepada pihak rentan
Periksa kembali untuk sambil mengajak istrinya
GANGGUAN CEMAS
Definisi
suatu gangguan psikologis berhubungan dengan adanya gangguan mental,
menyebabkan penderitanya mengalami rasa cemas yang besar dan berlebihan
disertai dengan beberapa tanda dan gejala tertentu
Etiologi
Faktor biologis/ fisiologis
Faktor psikososial
Faktor perkembangan,
Klasifikasi
Gangguan Panik
muncul tiba – tiba, rasa tercekik (+), hilang dlm hitungan menit, hilang control, berulang
min 1 bulan
Gangguan cemas menyeluruh
khawatir akan nasib buruk, ketegangan
motoric (gemetar, gelisah, sakit kepala) hiperaktivitas otonomik (sesak napas, berkeringat, palpitasi, gg gastrointestinal), tidak bisa tidur, sulit konsentrasi
durasi: minggu-bulan
Gangguan Fobia
F40.0 Agorafobia
F40.1 Fobia Sosial
F40.2 Fobia Khas (Terisolasi)
Gangguan obsesi kompulsif
Hording (menumpuk barang), checking (sering cek), contaminate (harus bersih), simetris (harus simetris)
perilaku yang berulang (min 2 mgg)
Gangguan Stres Pasca Trauma
reaksi maladaptive yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis
Manifestasi Klinis
tegang yang berkepanjangan
gemetaran
ketegangan otot,
berkeringat
kepala terasa ringan,
palpitasi, pusing kepala dan keluhan epigastric
Epidemiologi
perempuan dan laki-laki sekitar 2:1
memiliki komorbiditas dengan gangguan mental lainnya seperti gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pasca trauma, dan gangguan depresi berat
Faktor Resiko
Penyalahgunaan obat
perilaku, keluarga, dan sosial budaya
stress atau trauma yang menimbulkan sindroma klinis yang bermakna
Patofisiologi
ketika seorang dalam keadaan stres dan tegang secara fisiologis
mengaktifkan Limbic hipothalamus puitutary adrenal axis (LHPA)
merangsang hipothalamus dan menyebabkan disekresinya hormon corticotropin relesing hormone (CRH)
Peningkatan produksi sympathetic adrenal medular axis (SAM)
Menyebabkan stimuli pada alur limbic hipothalamus puitutary adrenal axis (LHPA)
Terakhivasinya adeno cortico Trophin Hormone (ACTH) yang akan menstimuli produksi hormon kortisol dan korteks adrenal
teraktivasinya neuron adrenergik dan locis ceruleus (LC) dimana LC merupakan tempat diproduksinya NE
1 more item...
Pemeriksaan Penunjang
EKG atau tes fungsi tiroid
pasien yang mengeluh berdebar-debar.
Pemeriksaan tes kimia dan intoksikasi obat
mengalami gejala tersebut akibat penggunaan obat-obat tertentu
Observasi dan wawancara
Hamilton Anxiety
Rating Scale (HARS)
14 pertanyaan
Komplikasi
mengalami gangguan panik
gangguan depresi mayor
meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular
penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarangan
Prognosis
baik bila mendapat penatalaksanaan yang sesuai.
Sekitar 77% membaik dalam sembilan bulan pengobatan
Tatalksana
Farmakologis
Benzodiazepine
Clobazam
10-20mg/hari
1-2 kali sehari
Lorazepam
2-6 mg/hari
1-2 kali sehar
Alprazolam
kondisi cemas 1-4 mg/hari
kondisi panik 5-6 mg/hari
SSRI
Fluoxetine
20-80 mg/hari
1x hari
Setraline
50-100mg/hari
1x sehari
escitalopram
10-20 mg/hari
1x sehari
Non Farmakologis
Terapi Kognitif-Perilaku
mengenali distorsi kognitif dan pendekatan perilaku
Terapi Suportif
menggali potensi-potensi yang ada dan belum tampak dalam dirinya
didukung egonya agar dapat beradaptasi optimal dalam menjalankan fungsi sosial dan pekerjaannya
relaksasi
Pencegahan
agama
mengikuti petunjuk allah
istiqamah dalam kebaikan
ikhlas
Menatap masa depan dengan keimanan, ketaqwaan dan amal saleh
Sholat 5 waktu
Anamnesis
pasien berhubungan badan dg wanita malam
Pielonefritis ❌
Uretritis Gonorrhea
uretritiis non gonore
Clamidia trachomati /&
Ureaplasma urealyticum
tidak bisa tidur sejak 3 hari
Insomnia Primer
tidak fokus kerja + lelah
Sering merasa sesak
nafas
pasien takut ketahuan istri
DD
Pielonefritis
uretritis gonore
Uretritis non gonore
Pem. Fisik
TTV
dbn
➕ orifisium uretra terdapat cairan mukopurulent
Pem. Penunjang
pemeriksaan gram
diplococcus gram negatif
GONORRHEA
DD
Insomnia Primer ❌/
Sekunder (✔)
Gangguan Kecemasan
1-3x sehari
gangguan kecemasan
JIHAN NABILAH FEBRIYANI
6130019019