Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KOMUNIKASI DASAR ANAK TUNARUNGU - Coggle Diagram
KOMUNIKASI DASAR ANAK TUNARUNGU
Pendahuluan
Deskripsi Komunikasi Dasar ATR
Pola dasar ATR dalam berkomunikasi (memahami dan merespon pesan)
keterampilan menciptakan/menggunakan "bahasa" dan "media"
Pemahaman tentang karakteristik ATR
Tujuan Mata Kuliah KDATR
Untuk mengetahui karakteristik ATR
Untuk mengetahui proses, kesulitan, serta solusi ATR dalam berkomunikasi.
Untuk mengetahui strategi pembelajaran ATR
Untuk merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan ATR, menggunakan media dan metode khusus
Untuk menumbuhkan rasa cinta dan peduli pada ATR
Keterampilan dalam Pembelajaran KDATR
Mempraktikkan Strategy cards
Membuat buku cerita bergambar
Mempraktikkan metode RALFI dan metode warna
Praktik membuat dan bercerita menggunakan pictogram
Praktik membaca gerak bibir dan finger spalling dalam berkomunukasi ATR
Membuat mind map berisi SWOT ATR
SWOT ATR
Weakness (kelemahan)
ATR kurang memiliki penguasaan verbal/oral.
ATR memiliki kelambatan dalam menerima informasi dan mudah lupa
ATR memiliki indera pendengaran yang kurang berfungsi dengan baik
ATR miskin kosa kata
ATR sulit memahami kaliat yang kompleks.
ATR ketergantungan dengan orang lain.
ATR kerap menanggapi hal negatif sehingga mudah terpancing emosi.
Opportunities (peluang)
Terdapat SLB yang menerima ATR dengan tersedianya fasilitas kebutuhan ATR.
terdapat terapi pendengaran, fasilitas media pembelajaran di sekolah, dan penggunaan metode percakapan reflektif di sekolah.
Terciptanya bahasa isyarat yang formal.
pengembangan bakat yang dimiliki
Mudah memperoleh alat bantu dengar.
Terdapat bina wicara dalam melatih pengucapan bahasa ATR.
Penggunaan model pembelajaran terkait benda konkret, seperti gambar, video, kartu kata dalam membantu ATR.
Strength (kekuatan)
ATR berperikemanusiaan dan persaudaraan yang kuat
ATR mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
ATR memiliki semangat dalam berbahasa isyarat
ATR memiliki pemikiran yang positif
ATR memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi
ATR mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki
ATR memiliki visualisasi dan daya imaginasi yang sangat kuat
ATR mampu berdamai dengan keadaan
Threaths (ancaman)
minimnya sekolah khusus untuk ATR
ketidakmampuan dalam membeli alat bantu dengar
kurangnya pemahaman bahasa isyarat dari anggota keluarga dan orang terdekat.
kurangnya pemahaman mengenai ATR
kurang adanya kepedulian masyarakat terhadap ATR
Masih terdapat perlakuan diskriminatif pada ATR
Sikap guru pada ATR
Mengetahui cara berkomunikasi yang efektif bagi ATR
mengajak ke tempat yang tenang
mengulangi inti pembicaraan
pengucapan bibir dengan jelas dalam berbicara
berkontak mata dengan ATR
menanyakan pemahaman anak
memberikan perhatian lebih
Mampu mengatasi kelemahan, memanfaatkan kelebihan dan peluang ATR
Memahami karakteristik ATR
Menciptakan/menggunakan metode/media yang tepat
Konsep Komunikasi Dasar
Diagram Alur Komunikasi
Decoding
Encoding
Kode Primer
Bahasa isyarat bayi
Senyuman
Gerakan
Suara "oek.. oekk.."
Tangisan
Bahasa verbal dengan gerakan tubuh.
Kode Pesan yang Bermakna Kedekatan
Klakson
Teriakan
Kedipan lampu
Lambaian tangan
Definisi berkomunikasi
Ada perhatian dari dua pihak yang terfokus dalam komunikasi
Sender ; pemimpin komunikasi
Terdapat interaksi dua arah dan pergantian peran
Receiver ; penerima inisiatif
Diagram Pola Interaksi
Menyatakan menerima pesan
Merespon dengan kata atau gerakan tubuh
Receiver merespon sender
Inisiator baru mengirim respon
Sender mengirim pesan
Sistem Komunikasi Dasar ATR
Syarat pengembangan berbahasa ATR
Konsisten dalam menyampaikan informasi
Pendamping mampu menguasai bahasa khusus yang digunakan masing-masing ATR
Memulai berbicara dari konkret menuju abstrak
Pemberian bahasa kepada ATR meliputi kalimat singkat, sederhana, dan lengkap tata bahasanya
pemberian bahasa secara kontekstual
ATR ringan menggunakan ABM, ATR ringan menggunakan bahasa isyarat
Orang terdekat (orang tua, guru, dll) wajib menggunakan taraf bahasa yang tinggi
Fakta ATR
Tidak semua ATR menguasai bahasa isyarat
Tidak semua ATR mampu berkomunikasi secara oral, karena sulit memahami huruf, kata, tanda baca, dan aturan bahasa lainnya.
Komunikasi Total
Tujuan
Untuk berkomunikasi secara efektif dengan ATR
Pengertian
Proses berkomunikasi dengan ATR menggunakan metode dan media, seperti oral, gerakan bibir, isyarat (baku, gerak tubuh, mimik, abjad jari, dsb), menulis, dan membaca.
Tahap Membaca dan Menulis
Membaca Awal ATR
Latihan 1
Merangkai (Chaining)
Latihan 2
Sandwiching
Perbandingan Proses Membaca dan Menulis Antara ATR dan AM
AM
Proses Membaca
Anak membaca dari kiri ke kanan
Anak mengubungkan simbol huruf-huruf dengan bunyi.
Analisis visual
Sintesa huruf-huruf dan bunyi kata
Anak melihat tulisan kata
Timbul ucapan, gambar, dan makna kata oleh anak
Proses Menulis
Anak mengingat urutan ucapan
Anak menghubungkan ucapan dan huruf
Analisis auditori
Sintesa ucapan dan huruf.
Anak mendengar ucapan kata yang telah diketahui artinya
Timbul gambar dan tulisan kata
ATR
Proses Membaca
Anak membaca dari kiri ke kanan
Anak menghubungkan simbol huruf dengan abjad jari
Analisis visual
Anak menggambarkan kata dengan isyarat/visual.
Anak melihat tulisan kata
Sintesa huruf dan gambar/isyaratnya
Timbul gambar visual dan makna kata
Proses Menulis
Ingatan urutan, abjad jari, gambar kata
Ana mengalisis isyarat dan gambar
Muncul gambar visual dan tulisan kata
Anak diberikan isyarat/abjad jari/gambar kata.
Anak menghubungkan abjad jari dan gambar kata dengan tulisan huruf.
Menulis Awal ATR
Latihan 3
Menjiplak atau menulis ulang huruf dari kata
Membaca nyaring kata yang telah dijiplak
Metode-metode Visual Bacaan Kompleks
Pojok membaca dan menulis
Bercerita dengan gambar pictos
Metode mindmap
Strategy Cards
Metode RALFI
Metode derivasi
Metode warna
Cerita bergambar
Membantu ATR Berkomunikasi
Proses ATR Belajar Bahasa Tulis
ATR memahami simbol kata/gambar bunyi dan simbol makna kata
ATR akan lebih sulit dalam belajar bahasa tulis, karena sebelumnya tidak memiliki kemampuan dalam berbahasa lisan seperti AM.
ATR mengenal alfabet, kosa kata, kalimat, paragraf.
Menggunakan media visual berupa gambar-gambar mengenai lingkungan sekitar.
Perbendaharaan makna yang dimiliki ATR hanya bahasa isyarat informal dan bahasa tubuh, maka dalam belajar tulis harus dimulai dari nol.
Perbandingan ATR dengan AM
Ketika ATR memiliki pikiran yang kosong, ia tidak dapat mengungkapkan perasaannya yang campur aduk
ATR memiliki keinginan dapat berkomunikasi dengan baik dan mudah dipahami oleh AM, serta ingin bisa bahasa tulis dan oral seperti AM.
ATR sulit menyampaikan perasaan, pikiran, dan keinginannya dalam bahasa oral-verbal seperti AM
ATR sulit memahami kata-kata bahasa oral-verbal oleh AM
Pelatihan Kepekaan Terhadap Getaran
Melatih gerakan bibir dengan cermin besar
Berpandangan mata dengan ATR
Pengenalan huruf "P" dan "B" dengan cara mendekatkan tangan ATR dengan mulutnya untuk merasakan perbedaan tekanan udara disetiap hurufnya.
ATR tidak mampu memproses ucapan kata dengan benar. contohnya yaitu seharusnya "orang", tetapi ATR mengatakan "oyang" atau "olang"
Membantu ATR Berkomunikasi
Memberikan buku bercerita bergambar
Mengenalkan hal-hal yang berada di sekitarnya
Mengenalkan kosa kata menggunakan benda konkret/gambar/video.
Menggunakan berbagai pendekatan (oralisme, manualisme, komunikasi total, SIBI, BISINDO, abjad jari 1 tangan, dan abjad jari 2 tangan).
Tahap Pra-Membaca (0-6 tahun)
Bekal Keterampilan Dasar Bebahasa
Pengetahuan bahasa tulis dan huruf cetak
Memahami konsep visual dan audial (perintah, larangan, ukuran, letak, dsb).
Penguasaan kosakata
Usia 5 tahun = 3.800 kata
Usia 4 tahun = 3.000 kata
Pengetahuan nama-nama lingkungan sekitar
Bekal Keterampilan dan Pengetahuan
Mempelajari kosakata baru dalam cerita
Pengalaman bahasa tulis
Memperkenalkan struktur, isi, dan tokoh-tokoh dalam cerita
Melakukan permainan dengan berbagai huruf dan kata.
Memperkenalkan bentuk huruf, fungsi huruf, kata, dsb.
Memberikan kegiatan dikdatik, manajemen kelas, menyediakan materi, media, dan bahan yang sesuai dalam pengenalan huruf dan kata secara menarik.
Metode dan Media
Menydiakan papan tulis, kantong huruf, kartu huruf/angka, dsb.
Menyediakan bahan dan alat untuk ATR berkreasi
Menciptakan pojok membaca dan menulis
Menyediakan tempat untuk ATR menempelkan hasil karya secara bebas.
Menyediakan kertas dan alat tulis untuk menulis / mencoret-coret dengan bebas
Menyediakan dadu huruf dan abjad jari dalam permainan kosa kata
Bercerita menggunakan pictos