Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN - Coggle Diagram
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN
2. Petunjuk Evolusi
2) Perbandingan Anatomi
Perbandingan anatomi dapat dilihat dari struktur homologi dan analogi. Homologi merupakan kesamaan pada struktur tubuh dasar tetapi memiliki fungsi sama atau berbeda. Analogi merupakan kesamaan pada fungsi anggota tubuh tetapi memiliki struktur yang berbeda.
3) Perbandingan Embrio
perbandingan perkembangan embrio pada berbagai makhluk hidup yang memiliki kesamaan. Hal ini dapat kita lihat pada vertebrata yang menunjukkan adanya kesamaan pada fase-fase perkembangan embrionya. Perkembangan awal embrio pada beberapa spesies memiliki kesamaan struktur tubuh selanjutnya masing-masing mengalami perkembangan berbeda-beda
1) Adanya Fosil-fosil
Menurut Darwin, fosil merupakan bukti evolusi yang menunjukkan kontinuitas perkembangan kehidupan. Fosil adalah sisa-sisa hewan dan tumbuhan yng hidup di masa lampau, terawetkan secara alami, dan telah berumur jutaan tahun.
4) Perbandingan Fisiologis
Kita juga dapat melihat kesamaan fisiologis pada beberapa organisme berbeda yang menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang dekat. Contohnya harimau, burung, dan lumba-lumba bernapas menggunakan paru-paru walaupun hidup pada habitat berbeda.
6) Organ Rudimenter (organ tubuh yang tersisa)
organ ini pada hakikatnya sudah tidak berfungsi lagi, namun masih dijumpai di dalam tubuh. Organ tubuh yang tidak digunakan mengalami reduksi sehingga akhirnya menghilang pada generasi yang akan datang. Contohnya
selaput mata ketiga (membran niktitans) pada sudut mata sebelah dalam, pada manusia yang mereduksi
tulang ekor
buah dada pada laki-laki yang tidak memiliki fungsi
rambut pada dada, gigi taring yang runcing, dan umbai cacing
5) Perbandingan Biokimia
Biokimia merupakan cabang biologi yang mempelajari unsur-unsur kimia serta reaksinya dalam tubuh makhluk hidup. Persamaan biokimia dalam organisme hidup merupakan salah satu ciri penting yang membedakan satu organisme dengan organisme lain.
7) Peristiwa Domestikasi
Domestikasi adalah usaha manusia untuk menjadikan hewan atau tumbuhan sebagai budidaya dengan mengubah habitat, jenis makanan, dan perilakunya. Contohnya hewan-hewan yang dulunya liar seperti anjing mengalami domestikasi sehingga bersifat jinak. Akhirnya dalam waktu lama menghasilkan ras keturunan yang juga bersifat jinak.
1. Konsep Evolusi sebagai Perubahan Makhluk Hidup
Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dan secara bertahap yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama dimana terjadi perubahan bentuk menjadi lebih baik atau lebih kompleks. Contohnya kuda pada jutaan tahun yang lalu diyakini memiliki tubuh kecil dan memiliki lima jari. Saat ini kita dapat melihat kuda berukuran besar dengan satu jari.
Teori evolusi oleh Para ilmuwan
Teori Evolusi Lamarck
Jean Baptiste Lamarck (1744 – 1824) berpendapat bahwa evolusi terjadi karena makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungannya. Teori evolusi yang dikemukakan Lamarck dapat disimpulkan sebagai berikut:
Lingkungan memengaruhi ciri-ciri atau sifat-sifat pada makhluk hidup
Adanya prinsip use and disuse (digunakan dan tidak digunakan), yaitu organ atau bagian tubuh yang digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungannya akan berkembang dengan baik sehingga menjadi lebih kuat dan besar. Sedangkan bagian tubuh yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran sehingga menyusut atau mengecil.
Teori Evolusi Weismann
August Weismann (1834 – 1914) berpendapat bahwa proses evolusi berhubungan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik (pewarisan sifat). Perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh dari lingkungan tidak akan diwariskan
Teori Evolusi Darwin
Charles Darwin (1809 – 1882) berpendapat bahwa evolusi terjadi karena seleksi alam. Darwin juga berpendapat bahwa makhluk hidup berevolusi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya. Fakta-fakta yang mendukung pemikiran Darwin adalah sebagai berikut:
Spesies memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang banyak Makhluk hidup berkembangbiak untuk mempertahankan kelestarian hidupnya
Sumber daya alam di bumi terbatas. Oleh karena itu, terjadi kompetisi untuk bertahan hidup di antara keturunan pada setiap generasi
Terdapat variasi dalam populasi makhluk hidup. Bahkan dua individu dari spesies yang sama tidak ada yang benar-benar sama persis.
Proses ini berlangsung dari generasi ke generasi. Populasi lambat laun menjadi teradaptasi lebih baik terhadap lingkungannya
3. Mekanisme Evolusi
2) Rekombinasi Gen
Rekombinasi gen adalah peristiwa pembentukan susunan gen baru yang disebabkan oleh gen-gen berpasangan secara bebas pada waktu pembentukan gamet
3) Hanyutan Genetik (Genetic drift)
Hanyutan genetik adalah peristiwa perubahan frekuensi alel dalam suatu populasi karena adanya populasi kecil yang memisah dari populasi asalnya. Hal ini dapat menyebabkan alel-alel tertentu akan berjumlah banyak, sedikit, atau menghilang dari populasi.
1) Mutasi
Mutasi merupakan peristiwa yang menyebabkan terjadinya perubahan pada frekuensi gen, sehingga mempengaruhi fenotipe dan genotipe.
4) Aliran Gen (Gene flow) adalah peristiwa pertukaran gen antar populasi yang disebabkan oleh proses imigrasi dan emigrasi pada populasi.
4. Konsep Adaptasi dan Spesiasi
Adaptasi adalah kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seleksi alam adalah proses seleksi yang terjadi di alam terhadap organisme yang mampu beradaptasi dan tidak mampu beradaptasi. Contoh peristiwa adaptasi dan seleksi adalah peristiwa perubahan jumlah populasi pada ngengat Biston betularia di Inggris. Sebelum terjadi revolusi industri di Inggris, jumlah populasi ngengat Biston betularia berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan berwarna cerah sehingga ngengat Biston betularia tidak mudah terlihat oleh predator Namun, ngengat Biston betularia berwarna gelap lebih mudah terlihat oleh predator sehingga jumlahnya terus menurun.
5. Ekosistem
Komponen fisik (abiotik)
adalah segala materi tidak hidup yang ada di lingkungan dan berpengaruh terhadap organisme hidup. Misalnya, air, temperatur, tanah, udara, cahaya, curah hujan, senyawa kimia, dan sebagainya.
Komponen budaya
. Budaya berperan penting dalam memelihara keseimbangan tatanan lingkungan hidup. Lingkungan yang telah mendapat dominasi dari intervensi manusia biasa dikenal dengan lingkungan binaan. Penghayatan manusia terhadap nilai-nilai hidup keagamaan, moral dan etika lingkungan serta kearifan lokal senantiasa mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap lingkungan hidup.
Komponen biotik
adalah seluruh organisme hidup yang saling berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya. Komponen ini dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi, mulai dari tingkatan rendah sampai ke tingkat tinggi, dari bentuk yang paling kecil hingga yang paling besar.
Produsen
yaitu organisme yang memproduksi materi organik dengan bantuan sinar matahari. Makhluk hidup yang berperan sebagai produsen antara lain tumbuhan, algae, dan Cyanobacteria
Konsumen
biasanya adalah organisme heterotrof. Konsumen secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan energi/ makanan dari produsen.
karnivora adalah organisme pemakan hewan lain, misalnya burung elang, ular, dan harimau
omnivora adalah organisme pemakan tumbuhan dan hewan, misalnya ayam, kera, dan manusia
herbivora adalah organisme pemakan tumbuhan, misalnya kambing, belalang, dan burung pemakan biji
Pengurai/ dekomposer
adalah organisme yang mendapatkan energi dengan mengubah bahan organik dari produk atau sisa tubuh organisme lain. Contoh pengurai adalah bakteri, jamur, dan cacing tanah.
Rantai Makanan
Matahari merupakan sumber pokok, tumbuhan di bumi menerima sebagian dari radiasinya dan mengubahnya menjadi bentuk energi kimia dalam proses fotosintesis. Hasil fotosintesis ini selanjutnya menjadi bahan dasar bagi mahluk hidup. Tumbuhan penghasil makanan disebut produsen. Semua hewan yang memakan tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung disebut konsumen. Perpindahan energi yang berbentuk makanan dari makhluk yang satu ke makhluk yang lain merupakan urutan Rantai Makanan (tumbuhan-herbivora-karnivora).
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier, tetapi membentuk cabang-cabang yang disebut jaring-jaring makanan (food web).
Adaptasi Hewan dan Tumbuhan
Kemampuan adaptasi pada makhluk hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
Kemampuan berkembang biak
Populasi yang anggotanya mampu menghasilkan keturunan yang banyak lebih mampu bertahan hidup. Sifat keturunan yang dihasilkan dari perkawinan antara anggota populasi dengan sifat yang berbeda akan lebih bervariasi.
Frekuensi perubahan lingkungan.
Lingkungan dapat berubah secara siklik yakni berulang-ulang dengan intensitas rendah, misalnya intensitas cahaya antara siang dan malam. Hewan mudah beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Sedangkan lingkungan yang terjadi secara terarah biasanya hanya berlangsung dalam waktu panjang karena seringkali melebihi masa hidup hewan.
Sifat genetik
Jenis organisme yang sekarang hidup dan teradaptasi dengan lingkungan habitatnya adalah jenis organisme yang mewarisi sifat-sifat dari nenek moyangnya. Sifat yang diturunkan ini adalah sifat genetik. contoh, Kupu Biston betularia yang hidup di daerah industri adalah kelompok yang memiliki variasi gen dengan pancaran warna hitam pada tubuhnya.
Adaptasi makhluk hidup dibagi dalam 3 jenis yaitu
Adaptasi struktural/ morfologi
merupakan penyesuaian yang muncul dalam bentuk berupa sifat-sifat morfologis tubuh terhadap lingkungan tempat hidup.
Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit)
Kaktus memiliki daun tebal dan sempit, kadang-kadang berbentuk duri, sisik atau bahkan tidak mempunyai daun agar menghambat penguapan melalui daun, seluruh permukaan tubuh ditutupi oleh lapisan lilin (kutikula) yang berfungsi mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar, batang tebal dengan jaringan spons untuk menyimpan air, akar panjang sehingga lebih luas jangkauannya dalam menyerap air.
Tumbuhan yang hidup di daerah lembap (higrofit)
Keladi memiliki daun tipis dan lebar, permukaan daun memiliki banyak stomata sehingga mempercepat proses penguapan
Tumbuhan yang hidup di air (hidrofit)
Enceng gondok dan kiambang hidup terapung di atas air, mempunyai rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air, daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara.
Hydrilla hidup terendam di dalam air, mempunyai dinding sel yang kuat dan tebal untuk mengurangi osmosis ke dalam sel.
Teratai dan kangkung yang sebagian tubuhnya berada di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air
Tumbuhan bakau hidup di daerah pasang surut, memiliki perakaran yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh bila terkena ombak.
Adaptasi Morfologi pada Hewan
Alat gerak pada hewan-hewan unggas sesuai dengan habitatnya
Burung yang hidup di pohon memiliki jari kaki agak panjang dan menghadap ke belakang sehingga bersama dengan jari-jari yang menghadap ke depan digunakan untuk mencengkeram cabang atau ranting.
Burung elang mempunyai kaki dengan kuku panjang dan melengkung digunakan untuk menangkap dan mencengkeram mangsa.
Bangau hidup di tanah becek mempunyai kaki berselaput yang terdapat di antara jari-jari kaki. selaput itu melindungi agar bangau tidak terperosok dalam tanah.
Angsa dan itik yang hidup di air memiliki selaput yang lebih lebar yang digunakan untuk berenang di air.
Kaki pada beberapa jenis hewan
Cicak mempunyai telapak kaki yang rata ketika menempel pada suatu tempat sehingga antara permukaan telapak kaki dengan permukaan tempat tersebut tidak terdapat rongga udara.
Cumi-cumi dan gurita memiliki kait penghisap yang digunakan untuk melekatkan kaki pada benda-benda yang dipegang
Alat-alat gerak pada hewan darat sesuai dengan habitatnya, contohnya pada hewan mammalia ordo primata, anggota-anggota gerak digunakan untuk memegang, hampir semuanya dapat memanjat pohon.
Tupai yang hidup di pohon tidak dapat menggunakan kaki depan dan belakang untuk memegang tetapi dapat mencengkeram pohon yang dipanjat
Simpanse yang berada dalam sangkar dapat menggunakan tongkat untuk mengambil makanan yang berada di luar sangkar.
Kijang, babi hutan, dan banteng hidup di tanah keras dan berbatu memiliki telapak yang keras karena tertutup oleh lapisan tanduk yang tebal.
Bentuk mulut pada hewan vertebrata dan avertebrata
Burung memiliki paruh sesuai dengan jenis makanannya
Burung penghisap madu memiliki paruh yang kecil dan panjang
Burung pemakan daging memiliki paruh yang besar dan bagian atas melengkung
Burung pemakan biji memiliki paruh yang pendek
Unggas air memiliki paruh yang berbentuk sudut
Hewan-hewan yang tergolong ke dalam serangga memiliki bentuk mulut yang berbeda-beda
Lalat rumah memiliki mulut berbentuk lidah untuk menjilat makanan yang basah
Nyamuk memiliki mulut berbentuk penusuk dan penghisap untuk menusuk kulit dan menghisap darah
Kupu-kupu memiliki mulut berbentuk belalai yang disebut probosis digunakan untuk menghisap madu
Hewan mammalia secara umum memiliki bentuk mulut yang sama. Hanya saja terdapat perbedaan pada bentuk dan susunan gigi.
Hewan karnivora seperti harimau mempunyai taring yang kuat dan tajam untuk mencabik hewan mangsanya
Hewan pengerat seperti tikus memiliki gigi seri yang panjang dan runcing.
Hewan herbivora dan omnivora memiliki gigi geraham untuk mengunyah makanan sampai halus
Penutup tubuh (Kulit dan bulu)
Hewan-hewan Moluska memiliki kulit yang tebal seperti siput menutup permukaan tubuhnya apabila lingkungan hidupnya kering
Hewan-hewan reptil umumnya memiliki kulit yang tebal disusun oleh lapisan tanduk untuk menahan penguapan ketika berada di lingkungan kering
Sebagian besar hewan-hewan arthropoda memiliki kulit tebal yang terbuat dari khitin untuk menahan hilangnya air dari dalam tubuh
Hewan-hewan amfibi tidak memiliki kulit yang tebal tetapi jaringan di bawah kulitnya selalu mengeluarkan cairan sehingga permukaan kulitnya selalu basah.
Burung memiliki bulu yang berfungsi sebagai isolator suhu sehingga suhu lingkungan yang berubah tidak banyak mempengaruhi suhu di dalam tubuh
Hewan-hewan mammalia memiliki rambut pada kulitnya yang berfungsi sebagai isolator suhu
Bagian-bagian tubuh
Sifat homolog pada anggota tubuh hewan-hewan vertebrata.
Pada hewan mammalia, kedua pasang anggota tubuh berfungsi sebagai kaki.
Pada burung, anggota tubuh depan berubah bentuk menjadi sayap.
Pada beberapa jenis reptil, seperti kadal dan biawak kedua pasang anggota tubuh berfungsi sebagai kaki, pada kura-kura dan penyu, kedua pasang anggota tubuh berfungsi sebagai alat renang
Pada ikan, anggota-anggota tubuh belakang dan depan yakni sirip dada dan sirip ekor berfungsi sebagai alat renang.
Sifat analog terjadi apabila kedua alat gerak berasal dari jaringan embrional yang berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama. Contohnya burung dan belalang mempunyai sayap untuk bergerak di udara.
Warna tubuh
Struktur permukaan tubuh yang menyebabkan sinar terserap.
Gabungan dari pengaruh-pengaruh dari absorbsi, refraksi, refleksi, atau difraksi
Pigmen-pigmen khusus yang menyerap panjang gelombang tertentu sehingga memantulkan panjang gelombang yang lain
Bentuk dan ukuran tubuh yakni pola tubuh yang berkaitan dengan perbandingan antara lebar dan panjang tubuh.
Hewan-hewan yang hidup di daerah dingin mempunyai bentuk bulat dan besar, perbandingan antara lebar dan panjang tubuh kecil sehingga tubuhnya bulat.
Bentuk streamline pada ikan yang memudahkan untuk bergerak di air. Bentuk tubuh yang pipih dan runcing di depan dan di belakang dapat mengurangi tahanan air.
warna pada hewan berdasarkan manfaatnya sebagai berikut:
Warna apatetik yaitu warna yang sama dengan semua atau beberapa bagian dari warna lingkungannya
Warna kriptik yaitu warna hewan yang sama dengan lingkungan untuk bersembunyi.
Warna prokriptik: warna untuk berlindung. Contohnya bentuk tubuh dan kaki belalang kayu mirip dengan cabang dan ranting
Warna antikriptik: warna untuk menyerang
Warna sematik yaitu warna untuk memberi peringatan dan sinyal
Warna aposematik: warna untuk peringatan
Warna episematik: warna untuk memberi sinyal
Adaptasi fisiologi
s adalah adaptasi yang berhubungan antara kesesuaian proses-proses fisiologis hewan dengan kondisi lingkungan pada habitatnya.
Respirasi
Sistem respirasi berbeda antara hewan satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti konsentrasi O2 di habitatnya dan tingkat kerumitan anatomi tubuh hewan
Serangga menggunakan trakea untuk bernapas karena tubuhnya ditutupi oleh kulit tebal yang terbentuk dari lapisan khitin. Dengan demikian difusi O2 melalui permukaan tubuh tidak dapat dilakukan
Larva serangga mayfly dan salamander air bernapas dengan insang dan insangnya menjulur keluar tubuh agar mendapatkan O2 lebih banyak
Katak memasukkan O2 melalui permukaan tubuh walaupun telah memiliki alat pernapasan khusus
Ikan dan ketam bernapas dengan insang dan mengalirkan air melalui celah insang dengan sistem pompa sehingga insang dapat menangkap O2
Organisme tingkat tinggi menggunakan pernapasan anaerob apabila O2 yang masuk tidak tercukupi. Contohnya pada pernapasan manusia. Apabila O2 yang dihirup melebihi kapasitas paru-paru saat otot bekerja, maka karbohidrat dibongkar dengan respirasi anaerob
Ikan mujair dan ikan mas mengambil O2 dari udara dengan cara naik ke permukaan air dan mengeluarkan moncongnya
Hewan bersel satu yang hidup di air bagian dalam bernapas secara anaerob karena kandungan O2 yang rendah. Pernapasan anaerob membongkar karnohidrat tanpa menggunakan O2 untuk menghasilkan energi dan produk berupa asam cuka dan alkohol
Ketam darat menggunakan insang untuk bernapas di udara
Hewan air mengambil O2 dari gas terlarut di dalam air yang berkonsentrasi rendah. Hewan darat mengambil O2 dari udara yang melimpah. Hewan kecil yang hidup di air mengambil O2 melalui permukaan tubuh. Hewan besar membutuhkan alat tertentu untuk bernapas.
Pencernaan makanan
Pengambilan makanan
Protozoa memasukkan langsung makanannya ke dalam vakuola makanan untuk dicerna. Makanan protozoa berupa alga, bakteri dan bahan yang ukurannya sangat kecil
Porifera menggerakkan silia untuk mengalirkan air melalui saluran pori-pori tubuh kemudian makanan yang terbawa oleh air diserap oleh sel-sel yang menghadap ke saluran pori
Hewan berongga (Coelenterata) mengambil makanan dengan cara menggerakkan tentakel di lubang rongga tubuh
Ketam darat memakan makanan yang berada dalam lumpur dengan menggunakan kaki sapit
Ikan air tawar menyaring plankton. Ikan hiu menyaring plankton. Ikan paus juga memakan plankton
Belalang memotong dan mengunyah makanan dengan maksila dan mandibula
Burung mempunyai lambung pengunyah untuk melumatkan makanan yang ditelan, sedangkan untuk mempercepat penghancuran makanan burung menelan pasir
Ular menelan makanan yang berukuran besar misalnya tubuh kambing
Pencernaan
Senyawa lemak ada yang berbentuk lilin. Lipase pada kebanyakan hewan tidak dapat menguraikan lilin
Hewan herbivora tidak mempunyai enzim selulase sehingga sulit untuk mencerna makanan yang mengandung selulosa
Suhu lingkungan
Reptil, amfibi, ikan, dan hewan-hewan avertebrata memiliki suhu tubuh yang berubah apabila suhu lingkungan berubah sehingga disebut hewan poikiloterm. Contohnya, suhu tubuh ikan sama dengan suhu air di tempat ia berenang.
Mammalia mempertahankan suhu tubuh di atas suhu lingkungan dan saat lain bersifat poikilotermik sehingga disebut heteroterm. Contohnya, beruang kutub mengalami hibernasi
Mammalia dan burung dapat mempertahankan suhu tubuh walaupun suhu lingkungan berubah sehingga disebut hewan homoiterm
Persediaan air
Onta mengatur kelembaban udara pernapasan untuk mengatur pengeluaran dan pemasukan air dalam tubuh. Selaput hidung menjadi kering apabila tubuhnya mengalami dehidrasi
Adaptasi tingkah laku
adalah respon-respon hewan berupa perubahan tingkah laku terhadap kondisi lingkungan
Siput darat melakukan aestivasi pada musim kemarau untuk menghindari udara panas dan kering
Burung hantu, kukang, musang, kelelawar, dan walang sangit melakukan aktivitas mencari makan dan lainnya pada malam hari, sehingga disebut hewan nokturnal
Beruang kutub melakukan hibernasi untuk mengurangi metabolisme tubuh saat musim dingin
Ketam darat melakukan ototomi yaitu memutuskan kakinya apabila kaki akan dipatuk burung bangau
Hubungan antara Komponen dalam Ekosistem
Interaksi antara komponen biotik dengan komponen biotik
Interaksi intraspesifik, yaitu interaksi antarindividu dalam satu spesies Contoh : dalam koloni lebah madu (Aphis sp) terdapat pembagian kerja antara ratu, prajurit, maupun pekerja. Interaksi ini bersifat saling membantu dan menguntungkan.
Interaksi interspesifik, yaitu interaksi antarindividu yang berbeda spesies
Predasi. Interaksi ini terjadi bila suatu organisme dapat hidup dengan memakan organisme lain sehingga membentuk populasi yang seimbang.
Simbiosis. Interaksi ini terjadi antara dua anggota populasi dan menunjukkan efek terhadap kesehatan dari individu tersebut.
Simbiosis komensalisme
adalah simbiosis yang hanya menguntungkan salah satu simbionnya sedangkan simbion lainnya tidak dirugikan. Contoh tumbuhan paku yang menempel pada batang kayu, ikan remora yang menempel pada tubuh ikan hiu, bunga karang menempel pada cangkang siput.
Simbiosis parasitisme
adalah simbiosis yang menimbulkan kerugian pada salahsatu simbionnya. Contoh tumbuhan parasit yaitu tali putri yang tumbuh menumpang pada daun tanaman lain, benalu menempel pada tumbuhan inang, mengisap air dan garam-garam mineral dari tumbuhan inang untuk fotosintesis, Cacing pita hidup secara endoparasit di dalam usus manusia.
Simbosis mutualisme
adalah simbiosis yang memberikan keuntungan bagi kedua simbionnya. Contoh Mikorhiza dengan akar tanaman, interaksi antara bakteri Rhizobium sp. dengan akar tanaman kacang-kacangan, protozoa (hewan bersel satu) membantu rayap dalam mencerna kayu (selulosa), lumut kerak merupakan simbiosis antara alga dan jamur.
Kompetisi. Interaksi ini terjadi bila anggota spesies yang berbeda menggunakan sumber daya yang terbatas secara bersama sehingga terjadi persaingan terhadap sumber daya seperti cahaya matahari, makanan, dan tempat hidup
bInteraksi antara komponen abiotik dengan komponen biotik Komponen abiotik seperti udara, tanah, air, dan cahaya dapat mempengaruhi komponen biotik seperti padi dan cacing dalam ekosistem.
Pelestarian Makhluk Hidup
Reboisasi merupakan suatu cara untuk melestarikan keanekaragaman hayati dengan menanam kembali berbagai jenis pohon. Dengan demikian, beberapa jenis tumbuhan tidak akan punah, meskipun pertumbuhannya memerlukan waktu yang lama. Selain reboisasi, pengendalian hama dengan hewan predator juga merupakan solusi menjaga kelestarian hayati. Pengendalian hama dengan hewan predator lebih aman jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida dan insektisida., karena tidak menggangu keseimbangan ekosistem.