Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Kebangkitan Nasional - Coggle Diagram
Kebangkitan Nasional
Boedi Oetomo
Awalnya Boedi Oetomo
-
Politik etis adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumu
-
-
-
-
Asal Nama Boedi Oetomo
-
-
Jadi, arti nama Boedi Oetomo adalah perkumpulan yang akan mencapai suatu tujuan yang didasarkan pada keluhuran budi atau kebaikan tabiat
-
-
Pendapat Boedi Oetomo
Boedi Oetomo adalah organisasi yang bersifat sosial, ekonomi, dan budaya
Boedi Oetomo ingin memajukan pengajaran dan kebudayaan dalam berbagai bidang, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, teknik, dan industri
Usaha Boedi Oetomo
Mengembangkan pertanian, peternakan, dan perdagangan
-
-
-
-
Masalah Boedi Oetomo
Rencananya berjalan dengan baik. Tetapi, pada saat kongres pertama pada tanggal 3 sampai 5 Oktober 1908, mereka memutuskan untuk membatasi jangkauan gerak organisasi Boedi Oetomo dan menyatakan bahwa mereka tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan politik
Atas keputusan kongres tersebut, banyak anggota Boedi Oetomo, terutama kaum muda, merasa kecewa dan memundurkan diri dari keanggotaan Boedi Oetomo
-
Indische Partij
-
Douwes Dekker
Seorang pencetus Indische Partij, Douwes Dekker, melihat adanya diskriminasi antara keturunan Belanda murni dan kaum indo
-
Menurut Douwes Dekker, nasib kaum indo ditentukan oleh adanya kerja sama antara rakyat Indonesia lainnya, bukan ditentukan oleh pemerintah kolinial
Tujuan Indische Partij
Tujuan berdirinya Indische Partij yaitu: Untuk membangunkan patriotisme semua bangsa Hindia terhadap tanah air yang telah memberi lapangan hidup kepada mereka. Mendapat dorongan untuk bekerja sama atas dasar persamaan ketatanegaraan untuk memajukan tanah air.
Organisasi ini berusaha menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dengan semboyannya yang berbunyi Indische los van Holland (indonesia bebas dari belanda) dan Indie voor Indiers ( hindia untuk orang hindia).
Indische Partij juga memperkenalkan paham kebangsaan yang disebut Indische Nationalism (nasionalisme Hindia) yang tidak membedakan keturunan, suku bangsa,agama,kebudayaan, bahasa, dan adat istiadat.
-
-
Akhirnya Indische Partij
Belanda berencana untuk menangkap tiga serangkai karena pergerakan masif Indische Partij, terlebih ketika Ki Hajar Dewantara menulis surat kabar yang berjudul "Seandainya saya seorang Belanda" di surat kabar de Express. Di dalam surat kabar itu, dia mengkritik ketidakadilan di daerah jajahan Belanda
Ketiga pemimpin Indische Partij (Douwes Dekker, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Suwardi Surjaningrat) ditangkap dan dibuang ke Belanda pada tahun 1913 oleh karena kritik keras Indische Partij kepada pemerintah Belanda. Belanda beralasan bahwa organisasi Indische Partij bersifat politik dan mengganggu ketertiban umum
-
Mulai tanggal 4 Maret 1913, Indische Partij dinyatakan sebagai partai terlarang
Sarekat Islam
-
-
Kongress SI Nasional
Kongres Pertama
Pada tanggal 17-24 Juni 1916 diadakan kongres SI nasional pertama di bandung, kongres dihadiri oleh 80 orang dari 80 cabang Sarekat Islam. H.O.S Tjokroaminoto mengatakan perlunya sebuah pemerintah bagi rakyat indonesia. Sejak itu, wilayah SI mulai berjuang untuk mencakup bidang politik.
Kongres Kedua
Pada tanggal 20-27 Oktober 1917 terjadilah kongress kedua Sarekat Islam setuju untuk niat politiknya, yaitu merebut kemerdekaan untuk membentuk Zelf-Bstuur atau pemerintahan.
Kongres Ketiga
Lalu kongress Nasional ketiga terjadi tanggal 29 September - 6 Oktober 1918 di Surabaya. Pada kongres ini, anggota Sarekat Islam bersetuju menolak bentuk kebijakan berpihak pada kaum kapitalis.
Kongress Keempat
Kongres keempat dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober - 2 November 1919 di surabaya, kali ini mereka bilang pergerakan perlawanan untuk menentang kelas sosial di masyarakat.
Kapan, dimana dan mengapa Sarekat Islam didirikan ?
Kapan
Sarekat Islam berdiri pada 1909 di Batavia, tiga tahun setelah terbentuknya Boedi Oetomo. Sarekat Islam didirikan oleh Tirtoadisuryo.
Dimana
Selain di Batavia, Tirtoadisuryo juga mendirikan organisasi yang sama di Bogor, dan organisasi pun berkembang ke lain tempat.
Mengapa
Sarekat Islam didirikan karena Tirtoadisuryo merasa pedagang pribumi kurang mampu untuk bersaing dengan pedagang Tionghoa dan India.