Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
BENJOLAN PADA PAYUDARA, HELVI RAMADHANI, 1908260083, SGD 3 KELAS 2019 A -…
BENJOLAN PADA PAYUDARA
FISIOLOGI PAYUDARA
SAAT PUBERTAS
berkembangnya duktus dan timbulnya sinus
SAAT HAID
pembesaran maksimal, tegang dan nyeri
SAAT HAMIL & MENYUSUI
membesar akibat proliferasi epitel duktus lobul dan alveolus sehingga tumbuh duktus baru
adanya sekresi hormon prolaktin memicu laktasi
MORFOLOGI PAYUDARA
sepasang kelenjar payudara
berat kurang lebih 200 g
saat hamil beratnya 600 g dan 800 g saat menyusui
bentuk dan ukuran bervariasi menurut aktifitas fungsional
nipple : kerucut, berwarna pink / coklat
areola merupakan area kulit berpigmen yang warnanya semakin gelap saat kehamilan
DIAGNOSIS BANDING BENJOLAN PAYUDARA
KISTA PAYUDARA
KELAINAN FIBROKISTIK
FIBROADENOMA MAMMAE
GALAKTOKEL
CA MAMMAE / KANKER PAYUDARA
DEFENISI
Kanker
adalah pembelahan sel yang tidak terkendali. Sel sel tersebut menyerang dan merusak jaringan biologis lainnya baik dengan pertumbuhan langsung dijaringan yang bersebelahan (invasive) atau dengan migrasi sel ketempat yang jauh (metastasis)
Kanker payudara / Carcinoma Mammae
adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya (Kementrian Kesehatan RI, 2016).
ETIOLOGI CA MAMMAE
5-10% dari semua kasus kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik, BRCA1 dan BRCA2
paparan hormon estrogen berlebihan
Hingga saat ini, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti
FAKTOR RISIKO CA MAMMAE
riwayat keluarga
gaya hidup
riwayat pribadi
aparan radiasi
jenis kelamin
faktir reproduksi
menopause > 50 th
kehamilan pertama >30 th
menarche dini (<12 th)
usia (>50th)
faktor hormon
PATOFISIOLOGI KANKER PAYUDARA
hiperplasia sel
karsinoma in situ
invasi stroma
butuh 7 tahun untuk kanker tumbuh menjadi massa berdiameter 1 cm
metastasis
DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA
PEMERIKSAAN FISIK
benjolan padat dan keras
perubahan bentuk puting
retraksi
nipple discharge
eksem disekitar puting
perubahan kulit
dimpling
retraksi kulit
PEAU D ORANGE
ulkus
eritema, edema
nodul satelit
pemeriksaan penunjang
MAMMOGRAPHY
SONOGRAPHY
MRI
pemeriksaan sitologi
pemeriksaan histopatologi
imunohistokimia
ER / PR
HER 2
Ki-67
ANAMNESIS
riwayat pribadi
riwayat keluarga
penggunaan kontrasepsi hormonal jangka waktu lama
STADIUM CA MAMMAE
staidum II A
stadium I A
stadium III A
stadium 0
stadium I B
stadium II B
stadium III B
stadium III C
stadium IV
DIAGNOSIS BANDING CA MAMMAE
FIBROADENOMA
MASTITIS
LIMFADENITIS TUBERCULOSA
TATA LAKSANA
pembedahan
mastektomi
metastasektomi
kemoterapi
kemoterapi adjuvant 6 siklus
kemoterapi neoadjuvant 3 siklus
kemoterapi terapeutik
kemoterapi paliatif
radioterapi
EDUKASI
rehabilitasi pasca operasi
peningkatan perilaku hiduop sehat
PROGNOSIS
ad vitam : dubia at malam
ad sanationam : dubia at malam
at fungsionam : dubia at malam
PENCEGAHAN
rutin SADARI 1 bulan sekali
skrining payudara secara berkala
jaga berat badan dan gaya hidup sehat
ANATOMI PAYUDARA
payudara terletak di fascia superficialis yang meliputi dinding anterior thorax
pada dewasa muda terletak di atas costa II-IV
terbentang dari pinggir lateral sternum-linea axillaris media
HISTOLOGI PAYUDARA
terdiri dari 15-25 lobes tipe tubulo alveolar
lactiferous sinuses tersusun atas stratified squamous epithelium
connective tissue yang mengelilingi alveoli mengandung limfosit dan sel plasma
bagian luar nipple dilapisi keratinized stratified squamous epithelium dan langsung berhubungan dengan kulit sekitarnya dan banyak mengandung sensory nerve endings
REFERENSI
Panduan Penalaksanaan Kanker Payudara. (2014). Jakarta: PERABOI.
•Lippincott Williams & Wilkins. (2011). Surgery of the Breast Principles and Art. In C. Cocilovo, Breast Cancer Screening and Diagnosis (pp. 16-34). Philadelphia: Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.
•Komite Penanggulangan Kanker Nasional. Panduan Penatalaksanaan Kanker Payudara . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .
Panigroro, S., Hernowo, B. S. and Purwanto, H. (2019) ‘Panduan Penatalaksanaan Kanker Payudara (Breast Cancer Treatment Guideline)’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4), pp. 1–50. Available at:
http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKPayudara.pdf
.
Avryna, P., Wahid, I. and Fauzar, F. (2019) ‘Invasive Carcinoma Mammae dengan Metastasis Orbita, Tulang, dan Paru’, Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1S), p. 89. doi: 10.25077/jka.v8i1s.932.
Marfianti, E. (2021) ‘Peningkatan Pengetahuan Kanker Payudara dan Ketrampilan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Semutan Jatimulyo Dlingo’, Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI), 3(1), pp. 25–31. doi: 10.20885/jamali.vol3.iss1.art4.
Yulianti, I., Santoso, H. and Sutinigsih, D. (2016) ‘Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Ken Saras Semarang)’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 4(4), pp. 401–409.
HELVI RAMADHANI
1908260083
SGD 3 KELAS 2019 A