Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI - Coggle Diagram
SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI
Fungsi
Pembentukan Sperma
Penyaluran sperma pada organ reproduksi wanita
Anatomi
Organ Eksternal
Penis
Tersusun dari tiga silinder jaringan erektil mirip spons yang berasal dari vena dan kapiler
Batang utama penis ditutupi oleh kulit yang tebal
Kepala penis (gland penis), mempunyai penutup yang lebih tipis dan ditutupi oleh lipatan kulit yang disebut preputium
Preputium dapat dibuang ketika dikhitan
Skrotum
Lipatan dinding tubuh yang membentuk kantung untuk melindungi testis
Mengandung otot-otot, yaitu otot dartos dan cremaster yang berfungsi menggerakkan skrotum sesuai kebutuhan
Suhu dalam skrotum 2°C lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh
Organ Internal
Testis
Di dalam testis terdapat 200 – 300 lobulus, yang setiap lobulus mengandung 1 – 4 tubulus seminiferus yang bergelung-gelung
Tubula seminiferus merupakan tempat dibentuknya sperma
Di antara tubula seminiferus tersebar Sel-sel Leydig (sel interstisium) yang menghasilkan testosteron yang pengeluarannya dirangsang oleh LH (luitenizing hormone)
Saluran Reproduksi "Epididimis, vas deferens, duktus ejakulasi, uretra"
kelenjar Asesoris " Vesikula seminalis, prostat, kelenjar bulbouretralis"
Spermatogenesis
Setiap sekali ejakulasi laki-laki, mengandung 100 – 650 juta sel sperma
Seorang laki-laki umumnya mengejakulasi ± 2 – 5 ml semen, setiap ml semen mengandung 30 – 130 juta sperma, < 20 juta infertil
Seorang laki-laki dapat megalami ejakulasi setiap hari dengan kemampuan membuahi hanya berkurang sedikit
Prilaku Seksual
Ereksi (pengerasan penis karena terisi darah dari arteri) sehingga memungkinkan masuk ke dalam vagina untuk mengantarkan sperma
Ejakulasi, penyemprotan kuat dan ekspulsif semen ke dalam uretra (fase emisi) dan keluar dari penis (fase ekspulsi), karena kontraksi otat polos dan otat rangka
Siklus Respon Seksual
Fase eksitasi, mencakup ereksi disertai dengan pembengkakan testis oleh darah dan peningkatan keinginan berhubungan intim
Fase datar, ditandai peningkatan respon-respon tersebut ditambah respon tubuh menyeluruh seperti kecepatan denyut jantung, tekanan darah, kecepatan bernapas dan ketegangan otot
Fase orgasme, yang mencakup ejakulasi serta respon lain yang berpuncak pada kenikmatan seksual dan secara kolektif dirasakan sebagai kenimatan fisik yang intensif
Fase resolusi, yang mengembalikan genitalia dan sistem-sistem tubuh ke keadaan sebelum terangsang