Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Lipid - Coggle Diagram
Lipid
KLASIFIKASI
1.Lipid sederhana(trigliserida dan lilin)
Lipid sederhana merupakan ester gugus asam lemak (sering disebut juga sebagai gugus asil) dengan molekul alkohol gliserol. Lipid sederhana dapat berbentuk monogliserida, digliserida atau trigliserida (triasilgliserol). Trigliserida merupakan lipid yang tersimpan dalam sitoplasma sel-sel adiposa.
2.Lipid gabungan (fosfolipid dan serebrosida)
lipid kompleks merupakan ester gugus asam lemak dengan molekul alkohol, lipid kompleks juga berikatan dengan molekul yang lain, seperti asam fosfat dan senyawa nitrogen tertentu. Asam lemak tidak hanya mengalami proses esterisasi menjadi molekul lipid yang lebih kompleks, tapi juga dapat mengalami poses transformasi metabolik menjadi senyawa-senyawa baru yang disebut sebagai turunan lipid.
3.Derifat lipid (asam lemak gliserol dan steror)
Turunan lipid dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok besar, seperti eikosanoid, isoprenoid, badan keton (keton bodies), dan sebagainya. ( Baaras,2006; Mayes, 1999 ; Santoso,2009)
SIFAT LIPID
Hidrolisis dari lipid akan menghasilkan asam lemak yang berperan pada
metabolisme tumbuhan dan hewan.
Lipid tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut organik
(benzena, eter, aseton, kloroform, dan karbontetraklorida)
Lipid mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen. Beberapa jenis
lipid juga memiliki kandungan nitrogen dan fosfor
Lipid tidak mempunyai satuan yang berulang, tidak seperti karbohidrat dan
protein (Marks et al, 2000).
Mengandung 15-60 atom c
Bersifat non polar
Titik leleh rendah
Tidak larut dalam air,larut dalam pelarut organik.
Lemak murni tidak berwarna,tidak berbau dan tidak berasa
L/M memberikan noda minyak - yang digunakan sebagai uji fisik terhadap L/M.
Bila minyak di kocok dengan air-terbentuk emulsi yang tidak stabil,agar stabil di tambahkan elmugator.
Sumber-sumber Lipid
Sumber lipid dalam makanan utama bagi manusia dan hewan lainnya adalah trigliserida, sterol, dan membran fosfolipid hewani dan nabati. Proses metabolisme lipid mensintesis dan mendegradasi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid struktural dan fungsional dalam jaringan individu.
STRUKTUR LIPID
Struktur beberapa lipid umum. Di bagian atas adalah kolesterol dan asam oleat. Struktur bagian tengah adalah trigliserida yang terdiri dari rantai oleoil, stearoil, dan palmitoil yang melekat pada kerangka gliserol. Di bagian bawah adalah fosfolipid yang umum, fosfatidilkolina.
DEFINISI
Lipid merupakan biomolekul yang sangat pending dalam kebutuhan makanan kita. Salah satu bentuk lipid adalah triglegliserol dan lipoprotein.
Reaksi Penyabunan dan Hidrogenasi
Reaksi antara gliserida dengan basa menghasilkan sabun dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). Sabun yang mengandung logam Na (dari lemak + NaOH) disebut sabun keras (sabun cuci), sedang yang mengandung logam K disebut sabun lunak (sabun mandi).
Untuk menyatakan banyaknya asam yang terkandung dalam lemak digunakan reaksi penyabunan dengan KOH, yang dinyatakan dengan angka penyabunan, yaitu angka yang menunjukkan berapa mg KOH yang digunakan uuntuk menyabunkan 1 gram lemak.
Hidrogenasi
Ikatan rangkap pada minyak dapat dijenuhkan dengan cara hidrogenasi sehingga menjadi lemak padat.reaksi Hidrogenasi Minyak, Untuk menunjukkan derajat ketidak jenuhan asam (banyaknya ikatan rangkap) dinyatakan dengan angka yod, yaitu angka yang menyatakan banyaknya gram yodium yang dapat diadisikan pada 100 gram lemak.
Analisis Lipid
Analisis kualitatif
1.Uji Kelarutan
Lipid dan senyawa derivatnya memiliki karakteristik kelarutan yang berbeda. Lipalaid tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti aseton, alkohol,kloroform atau benzena.
Uji Kobalt Asetat
Uji ini digunakan untuk membedakan lipid yang terdiri atas asam lemak jenuh dan tak
jenuh.
Uji ini dilakukan dengan mencampurkan beberapa tetes lipid ke dalam 3 mL dietil eter dan ditambahkan 3 mL kobalt asetat 1%. Campuran dibiarkan membentuk inversi tanpa dikocok sampai membentuk dua lapisan. Jika lipid yang diuji mengandung asam lemak jenuh maka lapisan atas akan jernih dan akan terbentuk endapan pada lapisan bawah. Sedangkan asam lemak tak jenuh akan membentuk lapisan atas berwarna biru kehijauan dan lapisan bawah tidak berwarna
Analisis Kuantitatif
1.Penentuan Triasilgliserol secara Enzimatik-Colorimetry
Metode ini berdasarkan hidrolisis enzimatik triasilgliserol dalam serum atau plasma menjadi gliserol dan asam lemak (FFA) oleh lipoprotein lipase (LPL). Gliserol akan mengalami proses fosforilasi oleh ATP dengan bantuan glycerolkinase (GK) untuk membentuk glycerol-3-phosphate (G-3-P) dan ADP. G-3-P kemudian akan dioksidasi oleh glycerophosphate oxidase (GPO) untuk membentuk dihydroxyacetone phosphate (DHAP) dan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida akan bereaksi dengan 4-aminoantipyrine (4-AA) dan fenol dengan bantuan peroxydase (PO) untuk menghasilkan senyawa berwarna merah. Intensitas warna yang terbentuk memiliki proporsi yang sama dengan trigliserida pada sampel dan dapat dianalisis dengan fotometer.
2.Penentuan Kolesterol Total secara Enzimatik-Colorimetry
Kolesterol ester dapat dianalisis secara kuantitatif dapat menggunakan hidrolisis dengan cholesterol esterase (CHE) menjadi kolesterol bebas dan asam lemak (FFA).
Adanya oksigen menyebabkan oksidasi oleh cholesterol oxidase (CHO) menjadi cholesten-4-ene-3-one dan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida akan bereaksi dengan 4-cholestrophenol dan 4-aminoantipyrine dengan bantuan peroxydase (POD) membentuk zat warna quinoneimine. Warna yang terbentuk setara dengan konsentrasi kolesterol dan dapat dihitung dengan fotometer pada panjang gelombang antara 480 – 520 nm.
3.Penentuan Konsentrasi Fosfolipid secara Fotoelektroklorimetri
Fosfolipid dapat diendapkan dengan penambahan asam trikloroasetat dengan protein. Endapan yang terbentuk ditambahkan dengan mineral dan garam fosfat anorganik.
Fosfolipid dapat dihitung setara dengan asam fosfat dengan menggunakan metode fotoelektroklorimetri. Sampel yang akan dianalisis ditambahkan dengan TCA 10% kemudian endapan diperoleh dengan cara centrifuge. Larutan ditambahkan dengan asam klorit, amonium molibdat dan amino-naftol-asam sulfonat. Larutan kemudian dianalisis dengan FEC (Final Enrichment Culture) pada Panjang gelombang 670 nm dan menggunakan kuvet 10 mm
Fungsi Lipid
sebagai pelumas dan menjaga suhu tubuh ( Guyton dan Hall, 2007).
menghemat protein
memberi rasa kenyang dan kelezatan
alat pengangkut vitamin larut
lemak
pembentukan sel
sumber asam lemak essensial
pelindung organ tubuh
sumber energi