Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Jalan Cepat - Coggle Diagram
Jalan Cepat
Manfaat
Menurunkan berat badan
Memperbaiki kesehatan jantung
Menurunkan tekanan darah
Menurunkan kadar gula darah
Memperbaiki kesehatan mental
Mengurangi nyeri sendi
Meningkatkan mood untuk beraktivitas
Teknik dasar
Teknik permulaan
Permulaan diawali dengan sikap start berdiri dan menunggu aba-aba ‘bersedia'
Peserta menempatkan kaki kiri di belakang garis start, sedang kaki kanan di samping belakang kaki kiri, dengan badan agak condong ke depan dan kedua lengan rileks.
Pada aba-aba selanjutnya ‘ya’ peserta segera melangkah ke depan dengan gerakan jalan cepat.
Teknik Langkah
Tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkatnya.
Selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah, secara bergantian ayunkan kaki. Sehingga salah satu kaki tidak ada yang melayang.
Condong badan
Posisi tubuh harus condong ke depan untuk menghasilkan gerakan yang cepat. Mulai dari kepala, dada, pinggang sampai tungkai bawah.
Ayunan Lengan
Tekuk siku depan sampai 90 derajat, saat mengayun lengan kiri ke depan pastikan sambil mengangkat paha dan kaki kanan.
Koordinasikan keduanya hingga membentuk gerak ayunan.
Teknik Akhiran (Finish)
Tidak ada gerakan khusus saat menuju finish, hanya saja kecepatan yang digunakan bisa dipercepat saat akan sampai di garis.
Peraturan
Jalan cepat harus dilakukan dengan kaki depan menginjak tanah saat kaki bagian belakang diangkat untuk melangkah. 2. Jika atlet tidak melakukan hal tersebut maka atlet dianggap melanggar. 3. Peserta didiskualifikasi jika mendapat tiga kartu merah dari tiga juri yang berbeda. Kartu merah diberikan oleh ketua juri. Jika baru pelanggaran awal, atlet hanya diberi kartu kuning. 4. Saat memulai awalan atau start harus dilakukan dengan berdiri. Atlet tidak boleh menyentuh tanah dengan tangannya. 5. Atlet dianggap memenangkan pertandingan jika tubuh atlet (bukan kepala, lengan atau kaki) berhasil melewati garis finish.
jalan cepat yakni nomor olahraga atletik, dengan cara melangkah cepat ke depan, kaki tak pernah terputus dari menyentuh tanah, dalam perlombaan cepat (5 km, 10 km, 20 km, 50 km), sebagian telapak kakinya harus selalu menyentuh tanah.