Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pancasila dan Kewarganegaraan Global - Coggle Diagram
Pancasila dan Kewarganegaraan Global
Pancasila
Sejarah Perumusan Pancasila
Jepang dalam kondisi terjepit karena pukulan balik sekutu terutama dengan bom atom di Hisoshima dan Nagasaki. Kesepakatan ini dimanfaatkan Indonesia untuk mempersiapkan kemerdekaan melalui BPUPKI dan PPKI
Proses Perumusan Pancasila
1 Juni'45
Sidang BPUPKI menghasilkan nama Pancasila (usulan Soekarno)
22 Juni'45
Pembentukan Panitia 9 dan menghasilkan Piagam Jakarta
Yang berbeda dari piagam jakarta dengan Pancasila saat ini hanya sila pertama yaitu menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya
10-17 Juli'45
Perumusan UUD & Batang Tubuh
17 Agustus'45
Kemerdekaan Indonesia
18 Agustus'45
Perubahan sila pertama dan pengesahan Dasar Negara
Sidang BPUPKI 1
M. Yamin
(29 Mei'45)
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Mr. Soepomo
(31 Mei'45)
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan lahir batin
Musyawarah
Keadilan Rakyat
Ir. Soekarno
(1 Juni'45)
Nasionalisme datau Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme atau peri kemanusiaan
Mufakat dan Demokrasi
Kesejahteraan sosial
Ketuhanan yang berkebudayaan
PANCASILA
Soekarno mengusulkan nama dasar negara adalah Pancasila dan disetujui oleh anggota sidang
Pembentukan Panitia 9
Tujuan:
menerima usulan tentang dasar negara
Menghasilkan Piagam Jakarta:
ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya
kemanusiaan yang adil dan beradab
persatuan Indonesia = gotong royong (identitas bangsa)
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan = Demokrasi
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sidang BPUPKI 2
10 Juli-17 Juli'45
Ir. Soekarno
(10 Juli'45)
Pembukaan UUD diambil dari isi Piagam Jakarta
UUD & Batang tubuhnya
Pernyataan Indonesia Merdeka
Hasil Sidang
Dasar Negara
Undang-undang Dasar & batang tubuh
7 Agustus BPUPKI dibubarkan
Nilai Pancasila
Nilai Dasar
Ketuhanan, kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan
Nilai Praksis
Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Nilai Instrumental
Mendasari peraturan dari pusat hingga daerah serta program-program pembangunan
Makna Nilai Pancasila
Nilai Ketuhanan
pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta
Nilai Kemanusiaan
kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani
Nilai Persatuan
Usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme
Nilai Kerakyatan
Pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat
Nilai keadilan
Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur
Contoh Penerapan Nilai Pancasila
Nilai Ketuhanan
beribadah sesuai agamanya, toleransi
Nilai Kemanusiaan
membantu sesama yang berkesusahan
Nilai Persatuan
Gotong royong
Nilai Kerakyatan
Melakukan musyawarah
Nilai Keadilan
tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan RAS, memajukan ekonomi dengan wirausaha
Kedudukan Pancasila
Dasar Negara
segala peraturan berdasar pada Pancasila
Ideologi Negara
Arah & tujuan Bangsa
Kewarganegaraan Global
Penduduk adalah orang yang bertempat tinggal atau menetap dalam suatu Negara, sedangkan yang bukan penduduk adalah orang yang berada di suatu wilayah suatu Negara dan tidak bertujuan tinggal atau menetap di wilayah negara tersebut
Warga Negara ialah orang yang secara hukum merupakan anggota dari suatu Negara, sedangkan bukan warga Negara disebut orang asing atau warga negara asing
Globalisasi
semakin tipisnya sekat-sekat antar negara & mudahnya akses informasi/komunikasi/barang & jasa ke segala penjuru dunia
Contoh: perdagangan global, modal internasional, aliran budaya,perjalanan lintas negara dst.
Tanda Globalisasi
berbelanja dengan mudah dari luar negeri
akses film dan tayangan dari luar negeri
barang import dari luar negeri
pengaruh dinamika global, contoh: virus Covid-19
Sikap Pada Globalisasi
(Terbuka Sekaligus Kritis)
Keterbukaan memudahkan kita untuk menerima hal yang baru
Kritis membantu kita untuk mempertanyakan dan mempelajari lebih dalam hal-hal baru