Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
RAGAM MODEL PEMBELAJARAN TERPADU - Coggle Diagram
RAGAM MODEL PEMBELAJARAN TERPADU
A. BERBAGAI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU
Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (Hernawan & Resmini, 2015))
Model Jaring Laba-laba (Webbed
Model Galur (Threaded
Model Bagian (Shared)
Model Keterpaduan (Integrated)
Model Urutan/Rangkaian (Sequenced
Model Celupan (Immersed
Model Sarang (Nested
Model Jaringan (Networked
Model Keterhubungan (Connected
Model Penggalan (Fragmented
Jacobs (Resmini, 2010)) mengemukakan lima pilihan bentuk keterpaduan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:
Multidisciplinary:
Interdisciplinary:
parallel
integrated:
Disipline based
B. MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR
Model Keterhubungan (Connected)
Kekuatan pembelajaran terpadu model keterhubungan
a. siswa memiliki keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu mata pelajaran yang terfokus pada satu aspek.
b. Terjadinya internalisai pada konsep-konsep kunci yang dikembangkan siswa secara terus-menerus.
c. memungkinkan siswa mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan mengasimilasi ide secara berangsur-angsur dan memudahkan transfer atau pemindahan ide- ide tersebut dalam memecahkan masalah.
Kelemahan model pembelajaran keterhubungan
a. Berbagai mata pelajaran di dalam model ini tetap terpisah dan nampak tidak terkait
b. Guru tidak didorong untuk bekerja secara bersama-sama sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide-ide antara mata pelajaran.
c. mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajaran lain
Model Keterpaduan (Integrated)
Kekuatan model keterpaduan
a. memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan di antara berbagai mata pelajaran;
b. adanya pemahaman antarmata pelajaran dan memberikan penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian
c. membangun motivasi
Kelemahan model keterpaduan
a. sangat sulit diterapkan secara penuh;
b. menghendaki guru yang terampil, percaya diri dan menguasai konsep, sikap dan keterampilan yang sangat diprioritaskan;
c. menghendaki tim antarmata pelajaran yang terkadang sulit dilakukan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan
Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Kekuatan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba
a. faktor motivasional yang dihasilkan dari menyeleksi tema yang sangat diminati.
b. lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman
c. mempermudah perencanaan kerja tim untuk mengembangkan tema ke dalam semua bidang isi pelajaran.
Kelemahan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba
a. sulitnya langkah-langkah dalam penyeleksian tema.
b. kecenderungan merumuskan suatu tema yang dangkal sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial di dalam perencanaan kurikulum.
c. Guru dapat menjaga misi kurikulum.
d. guru lebih fokus pada kegiatan pembelajaran daripada pengembangan konsep