Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Mengembangkan Kreativitas dan Hambatannya - Coggle Diagram
Mengembangkan Kreativitas dan Hambatannya
Hambatan Masyarakat dalam Mengembangkan Kreativitas
Kendala yang berasal dari keluarga
Kendala yang berasal dari sekolah atau lembaga pendidikan
Kendala berasal dari masyarakat
Kendala budaya
Peran Keluarga dalam Membina Keativitas Anak
Menerapkan pola asuh demokratis, yakni memberi kesempatan kepada anak untuk berpendapat, berbuat, dan menentukan dirinya.
Menghindari kata-kata yang dapat melemahkan aktivitas kreatif anak, seperti orang tua yang terlalu sering mengatakan kata-kata larangan : “jangan!”, “Tidak boleh!”.
Tidak mengukur keberhasilan anak dari produk yang dihasilkan saja, melainkan lebih mengutamakan pada proses kreatif anak.
Memberi reward atas prestasi kreatif anak agar anak termotivasi lebih tinggi
Menyediakan lingkungan yang mengandung dan mengundang munculnya kreativitas
Peran Sekolah dalam Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik/Siswa
Guru mengidentifikasi siswa-siswa berbakat kreativitas, untuk selanjutnya dikembangkan.
Guru menciptakan iklim (climate) belajar yang menyenangkan, khususnya bagi siswa.
Guru membangun rasa percaya diri dan rasa diri berharga siswa agar siswa aktif mewujudkan potensi dirinya, menampilkan hasil belajar, dan hasil karyanya di hadapan siswa-siswa lainnya.
Guru menumbuhkan rasa ingin tahu (coriosity) siswa melalui kemampuan guru mengaitkan teori-teori dan konsep-konsep belajar dengan dunia nyata yang dihadapi siswa sehari-hari
Guru menumbuhkan kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan berprestasi pada diri siswa
Guru menghadirkan humor (hal-hal yang lucu yang menyenangkan hati) yang membuat siswa merasa segar dari perasaan yang mungkin membuatnya merasa lelah
Guru menciptakan kelas/sekolah yang tim work-nya kuat, suasana kerja sama yang baik dan harmonis, daripada suasana bersaing yang kurang bersahabat dan konflik.
Guru bekerja sama dengan guru bimbingan konseling dalam upaya mengembangkan
kreativitas siswa
Guru bekerjasama dengan guru pembina kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sekolah
Guru memberi feedback atas proses belajar, hasil belajar, dan kreativitas siswa
Guru menggunakan pendekatan, strategi dari metode pembelajaran yang membangun
kreativitas anak
Guru tidak membebani siswa dengan sejumlah tugas-tugas rumah yang membuat siswa merasa tegang
Guru lebih menempatkan diri sebagai fasilitator, nara sumber pembelajaran daripada sebagai pengajar yang yang mensosialisasikan ilmu pengetahuannya
Siswa dilibatkan, diaktifkan di dalam seluruh kegiatan pembelajaran
Guru empatik terhadap kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan-permasalahan siswa agar
kreativitas siswa tersalur dan berkembang.
Individu/siswa kreatif biasanya berkarakter mandiri, ulet, mempunyai minat luas, tidak menyukai rutinitas, imajinatif
Peran Pendidikan Tinggi dalam Membina Kreativitas Mahasiswa
Sistem pembelajaran yang menumbuh kembangkankreativitas mahasiswa, yang meliputi
pendekatan, strategi, model, metode, kiat pembelajaran
Pengembangan budaya kreatif di kampus.
Penyediaan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler beserta fasilitasnya
Menonjolkan model-model kreatif di lingkungan terdekat di kampus, seperti pimpinan yang kreatif, dosen kreatif, dan mahasiswa kreatif
Pemberian reward kepada mahasiswa, dosen, result warga kampus yang memiliki kreativitas
Pelatihan-pelatihan membangun kreativitas mahasiswa dan juga dosen
Studi banding antar perguruan tinggi
Peran masyarakat dalam membina kreativitas
Masyarakat untuk membina kreatifitas melalui perilaku masyarakat umumnya terutama melalui tokoh-tokoh yang memperlihatkan perilaku kreatif di dalam keseharian hidup.