Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Kondisi Pusat Perbelanjaan Akibat Pandemi COVID-19 - Coggle Diagram
Kondisi Pusat Perbelanjaan Akibat Pandemi COVID-19
dampak pandemi
penurunan pengunjung
penjualan semakin minim
toko bermain tutup
penyebab kerugian
biaya operasional tetap tinggi
pungutan dan pajak atau retribusi yang dibebankan oleh pemerintah
regulasi baru
menutup sebagian operasionalnya
mengurangi jam operasional
masuk menggunakan barcode (isi data diri)
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/382/2020
menyediakan tempat cuci tangan
Mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk area pasar. Jika terdapat AC lakukan pembersihan filter secara berkala
edukasi berupa poster/banner tentang prokes
lift terbatas
1 jalur tangga
handsanitizer di lokasi strategis
dll
bagaimana pusat perbelanjaan mengurangi kerugiaan yang terjadi
buka pusat perbelanjaan melalui online
memanfaatkan gojek/grab
meminta pemerintah agar mempertimbangkan pemberian insentif terhadap pelaku usaha ritel, termasuk ritel modern. Insentif tersebut dapat berupa kucuran stimulus dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
bantuan atau subsidi untuk gaji pekerja
dine in your car
apa kebijakan dari pemerintah (mall jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatasi jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB.
membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan
mengikuti prokes
persentasi penurunan pendapatan
dine in f&b
85%
supermarket 20%-30%.
department store 50% lebih
periode dan kerugiaan terparah serta kondisinya
PSBB
toko sepi pengunjung (sehari < 5 pelanggan)
fnb masih cukup ramai tetapi khusus take away
beberapa mall sempat dipaksa tutup
PPKM
darurat
mall tutup
mikro
pengunjung mall hanya 15-20% saja
restoran boleh dine in dan cukup byk pengunjung