Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
GANGGUAN BIPOLAR - Coggle Diagram
GANGGUAN BIPOLAR
Faktor risiko
Terdapat kerabat dekat yang meninggal, misalnya keluarga.
Putus dalam berhubungan, seperti dengan pacar atau pasangan hidup.
Mengalami kekerasan emosi, fisik, atau seksual.
Memiliki masalah rumah tangga, keuangan, pekerjaan, atau masalah keseharian lain.
-
-
-
REFERENSI
Geddes, JR. Miklowitz, DJ. (2013). Treatment of Bipolar Disorder. Lancet, DOI: 10.1016/S0140-6736(13)60857-0.
Soreff, et al. Medscape (2018). Bipolar Disorder.
Ayano G. Bipolar Disorder: A Concise Overview of Etiology, Epidemiology Diagnosis and Management: Review of Literatures. SOJP 2016;1–8.
Patofisiologi
-
Patofisiologi gangguan bipolar masih belum diketahui secara pasti. Penelitian biokimia menunjukkan bahwa patofisiologi gangguan bipolar melibatkan interaksi antara berbagai neurotransmiter, hormon, dan steroid. Episode manik diperkirakan dipicu oleh kelebihan neurotransmiter katekolamin, sedangkan depresi akibat kekurangan neurotransmiter katekolamin.
Tatalaksana
Farmakologi : - Sodium divalproat 250 mg 3x1 - lithium 300 mg 1x1 tetapi lithium memiliki efek samping dapat menekan sel darah putih.
-
Penegakan Diagnosa
ICD + PPDGJ III
Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang- kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu, pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penambahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania) dan pada waku lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). Episode berulang hanya hipomania atau mania digolongkan sebagai gangguan bipolar.
Episode manik biasanya dimulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan (rata-rata sekitar 4 bulan). Depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi setahun kecuali pada orang lanjut usia.
DSM IV-TR
Mood elasi, ekspansif atau iritabel yang menetap, selama periode tertentu, berlangsung paling sedikit satu minggu (atau waktunya bisa kurang dari satu minggu bila dirawat-inap)
Selama periode gangguan mood tersebut, tiga (atau lebih) gejala di bawah ini menetap dengan derajat berat yang bermakna:
-
- Berkurangnya kebutuhan tidur (merasa segar dengan hanya tidur tiga jam)
- Bicara lebih banyak dari biasanya atau adanya desakan untuk tetap berbicara.
- Loncatan gagasan atau pengalaman subjektif bahwa pikirannya berlomba
- Distraktibilitas (perhatian mudah teralih kepada stimulus eksternal yang tidak relevan atau tidak penting)
- Meningkatnya aktivitas yang bertujuan (sosial, pekerjaan, sekolah, seksual) atau agitasi psikomotor)
Diagnosa Banding
gangguan Skizoafektif : gangguan mental yang menunjukkan gejala gangguan afektif dan skizofrenia dalam satu episode penyakityang sama.
Depresi unipolar : secara klinis,membedakan gangguan bipolar dengan depresi unipolar sangat sulit dan masih menjadi perdebatan.
Pembagian gangguan Mood
Mood adalah suatu emosi yang meresap dan dipertahankan, yang dialami secara subjektif dan dilaporkan oleh pasien dan terlihat oleh orang lain. di jumpai lebih dari seminggu / berbulan-bulan
-
Definisi
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).
-
Edukasi
Edukasi perlu diberikan pada pasien dan keluarganya terutama mengenai tanda-tanda kekambuhan atau peningkatan gejala untuk masing-masing episode. Mereka juga perlu mendapatkan edukasi mengenai tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pasien membutuhkan rawat inap, misalnya perilaku agresif pada episode manik atau percobaan bunuh diri pada episode depresi
-