Urea merupakan sisa hasil metabolisme protein yang setiap hari dibuang melalui ginjal dalam rangka proses pembentukan urine. Urea dalam kadar yang normal biasanya tidak akan menyebabkan gangguan. Namun, ketika ginjal mengalami kerusakan, kadar urea akan meningkat dan menyebabkan berbagai penyakit. Bila terjadi gagal ginjal, baik akut maupun kronis, kadar urea akan meningkat dengan cepat karena ginjal tidak mampu membuang limbah dan cairan berlebih. Akibatnya, penumpukan urea dalam darah pun terjadi atau disebut uremia. Uremia dapat memicu gangguan neurotransmitter di dalam otak, seperti penurunan kadar GABA (gamma-aminobutyric acid), yaitu salah satu neurotransmitter otak. Alhasil, ensefalopati uremikum pun terjadi.