Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Laki-laki 25 tahun sesak nafas sejak 1 jam yang lalu - Coggle Diagram
Laki-laki 25 tahun sesak nafas sejak 1 jam yang lalu
Cara menegakkan diagnosa Tension Pneumothoraks
Identifikasi awal dengan primary survey, disini juga dilakukan pemeriksan fisik
Breathing
Circulation
Airway
Dissability
Exposure
Manifestasi klinis
sesak nafas berat, keringat dingin, takikardi, sianotik, disorientasi, gelisah
Pemeriksaan penunjang
foto thoraks PA : pleural line (+), hiperusens, jantung dan mediastinum terdorong kearah paru yang sehat, diafragma terdorong kebawah
AGDA
Ct-Scan
Endoskopi (torakostomi)
Diagnosis banding sesak nafas
Sesak nafas karena gangguan oksigenasi
Gangguan difusi
gangguan aliran darah ke paru : emboli paru,hipertensi pulmonar
Gangguan perfusi
gangguan hemoglobin, keracunan CO
Gangguan ventilasi
obstruksi saluran nafas : laringitis, trauma, bronkitis, asma, emfisema
Kompresi : pneumothoraks, efusi pleura
Sesak nafas berdasarkan bagian yang terlibat
Parenkim paru : pneumonia, tb paru, abses paru, tumor, edema paru, atelektasis
Saluran nafas : asma, PPOK, bronkhitis, bronkiektasis, tumor
Pleura : efusi pleura, pneumothoraks, tumor
Komplikasi dan prognosis Tension Pneumothoraks
Komplikasi
Edema paru, yaitu terkumpulnya cairan di kantong paru-paru
Pneumomediastinum, yaitu terkumpulnya udara di tengah-tengah dada
Empiema, yaitu terkumpulnya nanah di rongga pleura
Hemopneumothorax, yaitu terkumpulnya udara dan darah di rongga pleura
Pneumopericardium, yaitu terkumpulnya udara di antara lapisan jantung
Hipoksemia, yaitu kekurangan oksigen di dalam darah akibat gagal napas
Henti jantung
Emfisema subkutis
Prognosis dapat baik jika dilakukan tatalaksana awal yang cepat dan tepat, namun juga bergantung pada penyebab dari pneumothoraks
Patofisiologi sesak nafas
Gangguan recoil paru yang terjadi melalui mekanisme peningkatan tekanan pleura akibat terbentuknya komunikasi abnormal. Komunikasi abnormal ini dapat terjadi antara alveolus dan rongga pleura, atau antara udara ruang dan rongga pleura.
Tatalaksana awal Tension Pneumothoraks
ATLS
(Advanced Trauma Life Support)
Needle thoracostomy ditusukkan venocath ukuran besar (14 G) di sela iga 2 linea midklavikularis
Pemasangan selang dada (WSD)
Penanganan harus segera karena mengancam jiwa
Definisi, etiologi dan faktor risiko Tension Pneumothoraks
Etiologi
Pneumothoraks spontan : Pneumothoraks primer (terjadi tanpa disertai penyakit paru yg mendasari nya); pneumothoraks sekunder (berupa komplikasi dari pennyakit paru yang mendahulinya)
Pneumothoraks traumatik : akibat cedera traumatik pada dada, dapat berupa luka tembus atau tumpul atau komplikasi dari tindakan medis tertentu (torakosentesis)
Pneumothoraks tekanan : akibat paru-paru mendapatkan tekanan berlebihan sehingga paru paru mengalami kolaps.
Faktor risiko
Faktor gender terutama pada pria akan lebih tinggi berisiko dibandingkan pada wanita, para perokok akan lebih tinggi mengalami risiko.
Faktor genetik yang menjadi faktor karena adanya riwayat penyakit pneumothorax yang diturunkan.
Pernah mengalami penyakit pada paru-paru.
Ventilasi mekanis jika anda menggunakan alat bantu pernapasan dan faktor terakhir karena memang pernah mengalami penyakit ini sebelumnya.
Definisi : Suatu pneumotoraks yang merupakan salah satu kegawat daruratan pada cedera dada. Keadaan ini terjadi akibat kerusakan yang menyebabkan udara masuk kedalam rongga pleura dan udara tersebut tidak dapat keluar, keadaan ini disebut dengan fenomena ventil.
Indikasi rujukan pada pasien
Diagnosis : Tension Pneumothoraks